Thailand Cukur Singapura Six Nil di Srikandi Merdeka Cup

Smallest Font
Largest Font

Tim nasional putri U-16 Thailand membantai Singapura dengan skor 6-0 dalam laga pamungkas fase grup Srikandi Merdeka Cup di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, Rabu (19/8/2026), sebagaimana dilansir dari Bola.

Kemenangan telak tersebut memastikan Thailand keluar sebagai juara Grup B dan mengunci tiket semifinal untuk berhadapan dengan Malaysia yang berstatus runner-up Grup A.

Pesta gol Thailand dibuka oleh Nanthiya Meepho pada menit kedelapan, disusul gol Kawinthida Kikuntod serta Warantorn Pongkoksi yang menutup babak pertama dengan keunggulan 3-0.

Pada babak kedua, Kalyaphat Muangoon memperlebar keunggulan pada menit ke-54, sebelum Kawinthida mencetak gol keduanya dua menit kemudian, dan ditutup oleh eksekusi penalti Kalyaphat pada masa injury time (90+2').

Pelatih Thailand, Thidarat Wiwasukhu, mengapresiasi performa anak asuhnya yang terus menunjukkan peningkatkan dan tetap memprioritaskan pembinaan pemain muda.

"Kami ingin mengembangkan pemain kami, dan tujuan kami dalam setiap pertandingan adalah menjadi pemenang. Saya ingin memberikan kesempatan kepada setiap pemain dalam laga internasional," ujar Thidarat Wiwasukhu.

Ia juga menyadari tantangan berat yang akan dihadapi timnya pada babak selanjutnya melawan Malaysia.

"Saya harus mengakui Malaysia adalah salah satu tim terbaik di sini, saya pikir akan menjadi pertandingan yang bagus. Namun, saya masih ingin semua pemain Thailand bermain bersama dengan taktik yang kami lakukan," kata Thidarat Wiwasukhu.

Di akhir keterangannya, ia menyampaikan rasa terima kasih atas kerja keras seluruh anggotanya di lapangan.

"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua anak-anak yang telah berusaha dan bermain dengan taktik yang telah saya berikan," ujar Thidarat Wiwasukhu.

Kapten timnas putri U-16 Thailand, Kawinthida Kikuntod, menyoroti solidnya pertahanan tim yang tidak pernah kebobolan selama fase grup.

"Seperti yang dikatakan pelatih, kami juga ingin berkembang. Kami merasa mengalami peningkatan dari laga ke laga," ujar Kawinthida Kikuntod.

Ia menambahkan bahwa kerja sama tim menjadi kunci utama untuk mengatasi rasa gugup saat melakoni debut internasional.

"Mengenai taktik, kami berusaha bermain sesuai arahan pelatih serta saling memberikan semangat di lapangan, karena beberapa pemain masih gugup, ini merupakan pengalaman pertama kami tampil dalam kompetisi internasional," kata Kawinthida Kikuntod.

Dari kubu lawan, asisten pelatih Singapura, Jeremy Chiang Wei Jian, tetap mengapresiasi daya juang serta mentalitas para pemainnya meski harus tersingkir dari kompetisi.

"Kami selalu bangga terhadap para pemain dan mereka sudah berusaha menerapkan hal-hal yang kami latih. Kami mengapresiasi kesempatan untuk datang ke turnamen hebat dan bertanding melawan tim-tim hebat," ujar Jeremy Chiang Wei Jian.

Menurutnya, persaingan ketat dalam turnamen ini memberikan pelajaran berharga bagi proses pembelajaran jangka panjang para pemain muda Singapura.

"Tentu ini bukan pertandingan yang mudah karena turnamennya sangat ketat, dan itu adalah salah satu yang terpenting. Mereka memiliki hasrat dan gairah untuk terus berkembang dan belajar, itulah yang saya harapkan dari tim ini," kata Jeremy Chiang Wei Jian.

Ia pun menegaskan fokus utama timnya saat ini adalah pembentukan karakter pemain untuk melangkah ke jenjang senior.

"Menang itu penting, memiliki mentalitas juara itu penting, tapi kami ingin memastikan para pemain memiliki karakter yang baik, ketahanan yang baik, dengan pola pikir berkembang yang baik dan terus bertumbuh selama beberapa tahun ke depan karena mereka akan ada di timnas senior," ujar Jeremy Chiang Wei Jian.

Advertisement
Scroll To Continue with Content
Follow indonesiakita.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed