Luis Enrique Ragu PSG Tampil Maksimal Pada Piala Super Eropa 2026

Smallest Font
Largest Font

Klub raksasa Prancis, Paris Saint-Germain, memproyeksikan performa yang belum optimal saat berlaga melawan Aston Villa pada ajang Piala Super Eropa 2026 di Salzburg, Austria, Rabu (12/8/2026). Dilansir dari Bola, keterbatasan waktu persiapan menjadi kendala utama sang juara bertahan dalam menatap duel antara pemenang Liga Champions dan Liga Europa tersebut.

Hambatan jadwal ini dipicu oleh keterlibatan 15 pilar PSG dalam turnamen Piala Dunia 2026 yang baru rampung tiga pekan sebelumnya. Sejumlah pilar penting seperti Fabian Ruiz tampil hingga babak final bersama Spanyol, sementara lima penggawa lainnya membela Prancis sampai babak semifinal. Para pemain internasional baru bisa kembali berlatih secara bertahap dalam hitungan hari menjelang laga.

Juru taktik PSG, Luis Enrique, menegaskan bahwa pencapaian timnya musim lalu patut disyukuri meski proses latihan pramusim kali ini menghadapi tantangan besar.

"Kami senang berada di sini karena itu berarti kami melakukan pekerjaan dengan baik musim lalu, tetapi dari sisi persiapan, ini sangat sulit," ujar Luis Enrique, Pelatih Paris Saint-Germain.

Ia menuturkan bahwa rombongan pemain yang tampil di turnamen internasional terlambat bergabung, sehingga sesi latihan tak dapat berjalan maksimal.

"Para pemain tim nasional baru saja kembali. Pemain Prancis, Spanyol, dan Maroko baru kembali pada Senin, sementara pemain Brasil dan Portugal baru kembali sekitar sepekan lalu," kata Luis Enrique, Pelatih Paris Saint-Germain.

Kondisi fisik skuad yang belum merata membuat sang pelatih bersikap realistis terkait potensi kejutan permainan di lapangan.

"Untuk pertandingan level tinggi besok, akan sulit melihat hal itu. Beberapa pemain kami bahkan baru menjalani sedikit latihan," tutur Luis Enrique, Pelatih Paris Saint-Germain.

Kendati demikian, Luis Enrique menekankan bahwa fokus utama tim adalah menjaga kebugaran puncak untuk jangka panjang sepanjang kompetisi berjalan.

"Kami memiliki target yang ambisius dan akan terus melakukannya. Kami mempersiapkan musim ini dengan cerdas dan ingin berada dalam kondisi terbaik pada akhir musim, bukan pada awal musim," kata Luis Enrique, Pelatih Paris Saint-Germain.

Di luar masalah kesiapan teknis, kubu Paris Saint-Germain sempat dihadapkan pada ketidaknyamanan terkait ukuran ruang ganti di Salzburg yang dinilai lebih kecil dibandingkan milik Aston Villa. Menanggapi situasi internal maupun isu politik sepak bola global seperti dinamika FIFA dan UEFA, juru taktik asal Spanyol tersebut memilih untuk membatasi ruang lingkup kerjanya.

"Saya fokus pada tim saya, para pemain, dan bursa transfer. Saya tidak punya komentar mengenai hal itu. Itu urusan para politisi. Saya bukan politisi," ujar Luis Enrique, Pelatih Paris Saint-Germain.

Pasca-pertandingan melawan Aston Villa, Paris Saint-Germain dijadwalkan langsung mengalihkan fokus untuk menghadapi Lens pada laga Piala Super Prancis, Minggu (16/8/2026).

Advertisement
Scroll To Continue with Content
Follow indonesiakita.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed