Robert Alberts Klarifikasi Sengketa Pembayaran Kontrak Persib Bandung

Smallest Font
Largest Font

Mantan pelatih Persib Bandung, Robert Alberts, menyampaikan klarifikasi terbuka mengenai sengketa pelunasan gaji dengan manajemen klub yang sempat memicu hukuman larangan pendaftaran pemain dari organisasi sepak bola dunia, FIFA, sebagaimana dilansir dari Bola.

Sikap tersebut diambil juru taktik asal Belanda itu setelah menerima gelombang kritik yang menyudutkan dirinya serta keluarga, kendati ia sebelumnya memilih bungkam dan membiarkan persoalan ditangani lembaga hukum resmi.

"Saya tidak pernah ingin membawa sengketa pribadi ke ranah publik atau menciptakan masalah yang tidak perlu bagi siapa pun. Saya memilih untuk mengikuti proses yang tepat dan membiarkan FIFA menangani masalah ini," kata Robert.

Tekanan publik dan tuduhan yang dinilai tidak berdasar akhirnya memaksa mantan arsitek timMaung Bandung itu untuk membuka dokumen kronologi kejadian yang sebenarnya.

"Tapi baru-baru ini, saya telah melihat dan mendengar komentar-komentar dari orang-orang yang jelas tidak tahu ceritanya, dan mereka mulai menyalahkan keluarga saya serta diri saya sendiri. Dan sejujurnya, itu tidak baik dan tidak adil juga. Jadi, itulah alasan mengapa saya akhirnya menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi," lanjut Robert.

Sengketa keuangan ini bermula saat Robert mengundurkan diri secara baik-baik pada musim Liga 1 2022/2023, padahal ia masih mengantongi ikatan kerja sama berdurasi empat tahun dari 2021 hingga 2025.

"Penting untuk dicatat bahwa saya tidak pernah dipecat pada saat itu, melainkan saya mengundurkan diri dari posisi saya sebagai pelatih kepala. Hal ini juga berkat hubungan baik dengan manajemen pada saat itu," jelas Robert.

Proses negosiasi penunggakan hak finansial tersebut semula berjalan lancar karena adanya komitmen serta transparansi dari jajaran pengurus klub terdahulu.

"Manajemen selalu transparan kepada saya, dan kami mencoba menyelesaikan masalah pembayaran. Saya menunggu dengan sabar untuk tindak lanjut mereka," tambah Robert.

Masalah mulai timbul menyusul perombakan jajaran eksekutif klub, di mana Robert sempat menggelar dialog tatap muka bersama Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia, pada Januari 2025.

"Kami merundingkan pengaturan pembayaran selama masa durasi kontrak saya, dan pada Januari 2025, saya secara pribadi bertemu dengan Adhitia (Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat) dari manajemen baru. Kami duduk berhadapan, mencoba menyelesaikan semuanya bersama-sama sebuah solusi yang seharusnya lebih baik bagi kedua belah pihak," ungkap Robert.

Demi mencapai titik temu dan memahami beban finansial klub, pelatih kawakan itu bahkan bersedia memotong nilai hak kompensasi yang tertuang dalam perincian kesepakatan awal.

"Jadi ini bukan situasi di mana saya tiba-tiba menuntut sesuatu yang tidak masuk akal dari klub. Saya sudah berkompromi, sudah mengurangi apa yang menjadi hak saya, dan menyetujui pengaturan pembayaran dengan niat baik. Yang saya harapkan setelah itu hanyalah agar perjanjian yang telah ditandatangani tersebut dihormati," terangnya.

Ia mengaku terkejut ketika muncul klaim dari pihak Persib yang mengaku tidak mengetahui perihal perselisihan finansial yang berujung pada vonis sanksi disiplin dari FIFA.

"Saya merasa sulit untuk memahaminya karena ini bukanlah sesuatu yang terjadi secara diam-diam atau tanpa sepengetahuan klub. Izinkan saya mengingatkan Anda bahwa kita telah mengadakan pertemuan pada Januari 2025 di mana kita telah menyelesaikan masalah-masalah ini," tegas Robert.

Seluruh berkas bukti pengunggakan telah dikaji oleh badan otoritas sepak bola internasional sebelum sanksi resmi diterbitkan kepada klub kebanggaan masyarakat Jawa Barat tersebut.

"Klub mengetahui tentang pengaturan pembayaran, klub mengetahui tentang pembayaran yang tertunda, masalah ini dibawa ke hadapan FIFA, dan FIFA mengeluarkan keputusan resmi. Ini bukan sekadar klaim pribadi saya atau sesuatu yang saya putuskan sendiri. Ini adalah proses resmi FIFA; bukti-bukti telah diserahkan dan FIFA telah membuat keputusannya," kata Robert.

Perselisihan tersebut kini dinyatakan selesai setelah manajemen Persib menuntaskan seluruh kewajiban pembayaran tertunda, yang ditindaklanjuti dengan permohonan pencabutan hukuman ke FIFA.

"Kemarin Persib telah membayar penuh seluruh jumlah yang tertunda, dan kemarin saya juga sudah menginformasikan kepada FIFA untuk mencabut sanksi tersebut. Dengan ini, saya akan meninggalkan masalah ini dan tidak akan memberikan komentar lebih lanjut lagi," ucap Robert.

Advertisement
Scroll To Continue with Content
Follow indonesiakita.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed