I.League Gulirkan Indonesia Women League 2026 pada 17 Oktober

Smallest Font
Largest Font

Kompetisi sepak bola putri nasional bertajuk Indonesia Women’s League 2026/2027 dipastikan resmi bergulir mulai 17 Oktober 2026. Ajang ini diikuti enam klub wilayah Jabodetabek setelah kompetisi putri sempat vakum sejak 2019.

Sebagaimana dilansir dari Bola, enam tim peserta edisi perdana ini mencakup Bekasi FC, Persikad Depok, Dewa United Banten, Persija Jakarta, Persita Tangerang, dan Garudayaksa FC. Seluruh kontestan menyepakati komitmen jangka panjang minimal lima tahun.

Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyambut positif pelaksanaan agenda kompetisi berkesinambungan tersebut saat konferensi pers di Kantor I.League.

"Terima kasih I.League yang terus berkomitmen bersinergi dengan program besar di PSSI. Saya bersyukur dan terharu. Kita tak pernah menomorduakan sepakbola putri.

Liga tidak dilahirkan untuk pencitraan terus berhenti di tengah jalan. Klub-klub ini sudah berkomitmen untuk lima tahun. Jangan sampai kita lahirkan liga tanpa ada yang menjaga keberlanjutan itu," ujar Erick Thohir.

Penyelenggaraan pertandingan dipusatkan di Stadion Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan pada setiap akhir pekan. Partai pembuka mempertemukan laga antara Persita Tangerang melawan Persija Jakarta.

CEO Indonesia Women's League (IWL) Teddy Tjahjono menjelaskan strategi penjadwalan terpadu demi mendongkrak popularitas turnamen.

"Namun nantinya juga akan ada beberapa pertandingan yang digabung pelaksanaannya dengan pertandingan Super League pria. Misalnya malamnya pertandingan Super League, sorenya Liga Putri Indonesia di lokasi yang sama sehingga ikut mempopulerkan Liga Putri Indonesia," ucap Teddy Tjahjono.

Kompetisi ini juga memberlakukan mekanisme draft pemain seperti NBA, kuota empat pemain asing, serta kategori marquee player yang diisi pemain naturalisasi Estella Loupatty dan Isabelle Nottet.

"Kita sudah beberapa kali mengadakan pertemuan termasuk pembahasan teknis dan draft. Kita ingin ada pemerataan di awal," sambung Teddy Tjahjono.

Dari sisi finansial, I.League memberikan subsidi penuh untuk menopang operasional setiap klub peserta selama mengarungi kompetisi.

"Finansial akan tercukupi. Tidak ada klub yang akan kekurangan. Di atas rata-rata. Pemain diaspora saja ada yang balik main disini," ujar Direktur Utama I.League Ferry Paulus.

Persiapan ekosistem liga ini dirancang melalui pembinaan usia muda secara terstruktur pasca berakhirnya edisi terakhir musim 2019 yang dimenangkan Persib Bandung.

"Persiapan cukup lama selama dua tahun yng intensif. Talent pool tahun belakangan semakin bertambah dengan adanya kompetisi usia dini yang masif," kata Komisaris PT Liga Indonesia Putri Vivin Cahyani Sungkono.

Pemain Persija Jakarta Risa Afriyani Ulfa turut mengutarakan harapannya terhadap standar kompetisi baru ini.

"Kalau bagi saya pastinya ini format yang kita harapkan sebagai pemain. Pastinya harusnya di liga tahun ini itu lebih baik daripada tahun-tahun 2019. Sekarang kan untuk kami, terutama para senior itu, 7 tahun itu bukan waktu yang sementara.

Untuk menunggu liga itu. Kita semua berharap liga ini bisa berjalan lancar, berjalan dengan baik," ujar Risa Afriyani Ulfa.

Advertisement
Scroll To Continue with Content
Follow indonesiakita.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed