Di Balik Pertemuan Rusli AD, Wacana Duet Adhan-Idah untuk Pilgub Gorontalo Menguat
Beranda Politik Di Balik Pertemuan Rusli AD, Wacana Duet Adhan-Idah untuk Pilgub Gorontalo Menguat
Ulanda.id – Dinamika Pilgub Gorontalo memang masih berada di kejauhan. Pemilihan gubernur berikutnya baru akan berlangsung lebih dari tiga tahun lagi. Namun, suhu politik mulai menunjukkan tanda-tanda pemanasan. Sejumlah nama mulai diperbincangkan sebagai calon kuat yang berpotensi menguasai panggung kontestasi lima tahunan tersebut.
Di antara nama-nama yang beredar, Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea dan Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie menjadi dua figur yang paling banyak menarik perhatian. Bahkan, dalam beberapa pekan terakhir, keduanya mulai diwacanakan sebagai pasangan potensial pada Pilgub Gorontalo mendatang.
Isu itu tidak muncul tanpa sebab. Kedekatan politik Adhan dengan Idah Syahidah maupun suaminya, Rusli Habibie, yang kini menjabat sebagai Anggota DPR RI, menjadi salah satu faktor yang memperkuat spekulasi. Popularitas keduanya di tingkat publik juga dianggap menjadi modal yang sulit diabaikan.
Selain Adhan dan Idah, sejumlah tokoh lain juga masuk dalam radar pembicaraan politik, seperti Tony Uloli, Hana Hasanah Fadel Muhammad, serta beberapa figur yang masih bergerak di balik layar. Namun, hingga kini, perhatian publik tampak lebih banyak tertuju pada kemungkinan poros baru yang melibatkan Adhan dan keluarga politik Rusli Habibie.
Spekulasi itu kembali menguat setelah Rusli Habibie bertemu dengan Adhan Dambea di Rumah Dinas Wali Kota Gorontalo pada Rabu pagi, 5 Agustus 2026. Pertemuan tersebut berlangsung tertutup dan langsung memancing rasa penasaran publik maupun kalangan politik.
Usai pertemuan, Rusli Habibie memilih irit bicara. Ketika dicegat wartawan, ia tidak bersedia mengungkapkan isi pembicaraan secara terbuka.
“Belum saatnya dipublikasikan,” kata Rusli singkat, tanpa memberikan penjelasan lebih jauh.
Sikap tertutup itu justru memperbesar ruang tafsir. Di tengah mulai bergeraknya peta politik daerah, pertemuan antara dua tokoh yang sama-sama memiliki basis pengaruh kuat dianggap bukan sekadar silaturahmi biasa.
30 Tahun Kudatuli, PDI Perjuangan Gorontalo Gelar Malam Renungan Penuh Makna
Yang membuat pertemuan itu semakin menarik adalah kehadiran Bupati Bone Bolango Ismet Mile dan Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Ghalieb Lahidjun. Keduanya disebut bergabung dalam pembicaraan yang berlangsung di rumah dinas wali kota.
Masuknya dua tokoh tersebut memperluas spekulasi bahwa diskusi tidak hanya menyentuh isu pemerintahan, tetapi juga kemungkinan konsolidasi politik menjelang Pilgub Gorontalo. Meski tidak ada satu pun peserta pertemuan yang mengonfirmasi agenda politik secara eksplisit, sinyal-sinyal yang muncul cukup kuat untuk memancing perhatian publik.
Adhan Dambea memberikan sedikit petunjuk mengenai arah pembicaraan. Menurut dia, diskusi lebih banyak menyentuh masa depan Gorontalo.
“Intinya, yang kami bahas adalah Torang Bekeng Bae Provinsi Gorontalo,” ujar Adhan sambil tersenyum.
Pernyataan itu terdengar sederhana, tetapi dalam politik, kalimat semacam itu sering kali menyimpan makna yang lebih luas. Frasa Torang Bekeng Bae dapat dibaca sebagai pesan pembangunan, tetapi juga bisa dimaknai sebagai ajakan membangun poros kekuatan baru.
Pertemuan tersebut memang belum bisa dijadikan bukti adanya kesepakatan politik. Namun, dalam tradisi politik lokal, komunikasi antarelite kerap menjadi tahap awal pembentukan koalisi. Terlebih ketika para tokoh yang bertemu memiliki pengaruh elektoral, jaringan partai, dan basis massa yang saling melengkapi.
Karena itu, meski Pilgub Gorontalo masih jauh di depan, pertemuan Adhan Dambea dan Rusli Habibie telah membuka babak baru spekulasi politik. Publik kini menunggu apakah wacana duet Adhan-Idah Syahidah akan berhenti sebagai rumor, atau justru berkembang menjadi poros yang benar-benar mengubah peta kekuatan politik Gorontalo.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow