Timnas Indonesia Catat Statistik Buruk Usai Imbang Lawan Singapura
Hasil imbang 1-1 yang diraih Timnas Indonesia kala menghadapi Singapura pada laga pamungkas Grup A Piala AFF 2026 menyisakan berbagai catatan minor. Bertanding di Stadion Jalan Besar, Kallang, skuad Garuda sebenarnya mampu mendominasi penguasaan bola. Namun, penyelesaian akhir yang buruk dan lemahnya kedisiplinan membuat dominasi tersebut tidak berbuah kemenangan.
Sebagaimana dilansir dari Bola, tim besutan John Herdman justru mencatatkan sejumlah statistik memprihatinkan sepanjang laga berlangsung. Timnas Indonesia sempat memimpin terlebih dahulu pada awal babak kedua melalui sontekan Ragnar Oratmangoen di menit ke-47. Kegembiraan tersebut tidak bertahan lama setelah Ilhan Fandi menyamakan kedudukan untuk Singapura pada menit ke-66.
Lini depan Indonesia memperlihatkan pemborosan peluang yang amat nyata. Total 15 tembakan dilepaskan oleh para pemain Garuda selama sembilan puluh menit pertandingan berjalan.
Dari seluruh percobaan tersebut, hanya empat tembakan saja yang benar-benar mengarah tepat ke gawang Singapura. Tingkat akurasi yang rendah ini menjadi kendala utama dalam mencetak gol tambahan. Anak asuh John Herdman sejatinya sanggup menciptakan dua peluang emas. Salah satu kesempatan terbaik lahir melalui sepakan Mitchell Baker yang digagalkan lini belakang lawan saat gawang sudah kosong.
Lini Pertahanan Terus Menerus Tertekan
Sektor pertahanan Garuda juga terancam lebih sering dibanding laga-laga sebelumnya. Meski tidak mendominasi alur permainan, Singapura justru mampu merepotkan barisan belakang Indonesia secara intens. Tuan rumah tercatat melepaskan 12 tembakan dengan lima di antaranya tepat sasaran. Satu dari tembakan akurat tersebut berhasil menembus jala gawang yang dikawal oleh Cahya Supriadi.
Kiper Cahya Supriadi harus bekerja ekstra keras untuk menjaga gawangnya. Ia mencatatkan empat kali penyelamatan krusial demi menghalau gelombang serangan skuad The Lions. Jumlah penyelamatan Cahya jauh melampaui capaian penjaga gawang Singapura yang cuma melakukan dua aksi penyelamatan. Angka ini menandakan bahwa lini belakang Indonesia amat rentan terhadap ancaman lawan.
Tingkat Pelanggaran dan Kartu Kuning Tinggi
Masalah kedisiplinan menjadi catatan merah lain bagi Timnas Indonesia. Skuad Merah Putih melakukan total 16 pelanggaran yang tidak perlu dan merugikan pergerakan tim secara keseluruhan.
Jumlah pelanggaran tersebut mencapai dua kali lipat dibanding catatan tim tuan rumah. Singapura tercatat hanya mengumpulkan delapan pelanggaran saja sepanjang duel sengit ini berlangsung. Tingginya intensitas pelanggaran berdampak langsung pada hukuman kartu.
Wasit mengganjar para pemain Indonesia dengan empat kartu kuning sepanjang durasi pertandingan. Koleksi empat kartu kuning ini menjadi rekor perolehan terbanyak bagi skuad Garuda dalam satu laga di fase grup Piala AFF 2026. Evaluasi menyeluruh tentu amat dibutuhkan menjelang laga berikutnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow