PFA Tuding FIFA Terapkan Standar Ganda dan Singgung Privatasi Piala Dunia

Smallest Font
Largest Font
Table of Contents
[ Show ]

Kritik tajam menerjang kepemimpinan Gianni Infantino di FIFA setelah Federasi Sepak Bola Palestina (PFA) melayangkan pernyataan resmi pada Senin (3/8/2026). Seperti dilansir dari Bola, PFA secara terbuka mempertanyakan komitmen badan sepak bola dunia tersebut terhadap transparansi serta penegakan aturan yang adil bagi seluruh anggota.

Gelombang penolakan terhadap Infantino sebelumnya juga memanas akibat wacana pembentukan FIFA Forward Enterprises (FFE). Entitas tersebut dirancang untuk menjual sebagian hak komersial Piala Dunia kepada investor swasta, meski akhirnya dibatalkan usai menuai kritik keras dari berbagai pihak.

Dampak polemik privatisasi tersebut membuat UEFA dilaporkan telah kehilangan kepercayaan kepada Infantino. Di sisi lain, Wales melangkah lebih jauh dengan menjadi negara pertama yang menarik dukungan secara resmi untuk pemilihan Presiden FIFA 2027.

Dalam rilis resminya, PFA membeberkan dampak destruktif konflik di Gaza terhadap ekosistem sepak bola domestik. Lebih dari 1.013 insan sepak bola, mulai dari pemain, pelatih, wasit, hingga ofisial dilaporkan tewas. Kerusakan parah juga menerjang berbagai fasilitas seperti stadion dan lapangan latihan, yang memicu penghentian total seluruh kompetisi.

Kondisi ini membuat tim nasional Palestina kehilangan hak menggelar laga kandang. PFA menilai situasi tersebut berbanding terbalik dengan fasilitas yang dinikmati ratusan anggota FIFA lainnya.

"Tim nasional kami tidak dapat menikmati kebebasan dan kebanggaan seperti yang dirasakan 210 anggota FIFA lainnya untuk bermain di kandang sendiri," tulis PFA, seperti dikutip dari Give Me Sport.

PFA mengungkapkan bahwa mereka telah mengikuti seluruh prosedur resmi dan menaruh kepercayaan pada Infantino sejak 2015. Namun, laporan serta aduan yang diajukan Palestina dinilai selalu tertahan dalam proses peninjauan dan penundaan administratif tanpa kepastian hukum.

Poin krusial yang disorot PFA adalah pembiaran terhadap klub-klub yang berbasis di pemukiman Israel di wilayah pendudukan Palestina. Klub-klub tersebut hingga kini tetap diizinkan berkompetisi di bawah naungan Federasi Sepak Bola Israel.

"Diam ketika sebuah genosida berlangsung secara terbuka sama saja dengan keterlibatan," tegas PFA dalam pernyataan tertulisnya.

Pertanyakan Arah Komersialisasi Organisasi

Mengenai polemik komersialisasi Piala Dunia, PFA menilai kekhawatiran publik internasional sebagai hal yang wajar.

"Banyak pihak kini mempertanyakan arah komersial FIFA dan apakah aset terbesar sepak bola pantas diperlakukan sebagai instrumen finansial. Itu adalah kekhawatiran yang sah," ungkap PFA.

Meski demikian, PFA menegaskan bahwa isu utama bagi mereka adalah keberanian FIFA dalam menegakkan statuta organisasi secara konsisten tanpa tunduk pada tekanan politik.

Menjelang agenda pemilihan presiden mendatang, Palestina menyatakan fokus utama komunitas global seharusnya bukan sekadar penentuan sosok pemimpin baru.

"Perhatian kami bukan siapa yang memimpin FIFA. Perhatian kami adalah apakah FIFA kembali siap memimpin berdasarkan prinsip," lanjut PFA.

PFA menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa kredibilitas tata kelola sepak bola global kini berada di titik krusial. Menurut mereka, rekam jejak sejarah akan menilai FIFA berdasarkan tindakan nyata dalam menegakkan prinsip dasar organisasi, bukan sekadar janji tertulis.

Advertisement
Scroll To Continue with Content
Follow indonesiakita.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed