UEFA Siapkan Global Nations League Tandingi Turnamen FIFA

Smallest Font
Largest Font
Table of Contents
[ Show ]

Ancaman baru membayangi kepemimpinan Presiden FIFA Gianni Infantino setelah UEFA menggodok rencana peluncuran turnamen internasional anyar yang mengusung format mirip Piala Dunia. Langkah ini disiapkan sebagai ajang tandingan bagi kompetisi besutan FIFA jika tekanan terhadap Infantino tak kunjung menyurut, dilansir dari Bola. Gelombang penolakan terhadap kepemimpinan Infantino semakin menguat usai tiga federasi sepak bola, yakni Wales, Inggris, dan Serbia, resmi mencabut dukungan mereka.

Sorotan tajam mengarah kepada pimpinan FIFA tersebut terutama sejak ia mengumumkan gagasan untuk menjual hak kepemilikan dalam ajang Piala Dunia. Konsep kompetisi yang diberi nama Global Nations League ini digagas oleh Presiden UEFA Aleksander Ceferin. Rancangan turnamen ini sebenarnya sudah diusulkan sejak 2017, yakni setahun setelah Infantino melepas jabatan Sekretaris Jenderal UEFA demi menduduki kursi nomor satu di FIFA.

Global Nations League diproyeksikan berlangsung pada tahun-tahun ganjil untuk mengisi kekosongan agenda ketika tidak ada gelaran Piala Dunia maupun Piala Eropa putra. Kompetisi diawali dengan babak kualifikasi tingkat regional sebelum berlanjut ke babak final yang diikuti oleh delapan tim peserta.

Format proposal tersebut merancang tujuh tingkatan turnamen final berdasarkan pemeringkatan tim, di mana masing-masing tingkatan diisi oleh delapan kontestan. UEFA juga mengagendakan turnamen skala kecil berformat sistem gugur yang dimulai langsung dari babak perempat final di sejumlah negara tuan rumah. Untuk zona Eropa, proses kualifikasi dipastikan memakai skema UEFA Nations League yang telah berjalan sejak 2018. Putaran puncak untuk divisi teratas bakal mengalokasikan tiga tempat bagi wakil Eropa, dua tiket untuk Amerika Selatan, serta masing-masing satu jatah untuk Afrika, Asia, dan Amerika Utara, sementara Oseania ditempatkan pada divisi keempat.

Peluang Mosi Tidak Percaya untuk Infantino

Rencana pengguliran Global Nations League sebelumnya sempat tertahan lantaran Infantino lebih memilih fokus memperluas format Piala Dunia Antarklub FIFA. Namun, manuver UEFA kini kembali mencuat seiring menguatnya friksi di tubuh badan sepak bola dunia tersebut. UEFA bersama gabungan konfederasi CONCACAF dilaporkan telah mengantongi dukungan yang memadai untuk mengajukan mosi tidak meyakinkan terhadap kepemimpinan Infantino. Kendati demikian, persentase suara tersebut belum mencukupi batas minimal untuk melengserkan sang presiden sebelum agenda pemilihan resmi pada Maret mendatang.

Kubu oposisi yang menolak kepemimpinan Infantino saat ini menguasai sekitar 43 persen dari total anggota FIFA. Di sisi lain, asosiasi anggota yang belum menentukan sikap tidak terikat untuk mengekor keputusan konfederasi regional mereka. Peta kekuatan dapat berubah drastis apabila sedikitnya 16 negara memutuskan untuk berpindah memihak kelompok oposisi.

Kondisi tersebut berpotensi menempatkan posisi Infantino dalam bahaya besar menjelang tenggat pemilihan. Aksi pencabutan dukungan yang diinisiasi oleh Wales, Inggris, dan Serbia diperkirakan menjadi awal dari rangkaian dinamika politik sepak bola yang berlangsung dalam beberapa pekan mendatang.

Advertisement
Scroll To Continue with Content
Follow indonesiakita.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed