Sepp Blatter Kritik Rencana Penjualan Kepemilikan Piala Dunia oleh FIFA

Smallest Font
Largest Font

Mantan Presiden FIFA, Sepp Blatter, mengkritik hubungan Presiden FIFA saat ini, Gianni Infantino, dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang memicu sorotan publik terhadap rencana FIFA menjual sebagian kepemilikan Piala Dunia, dilansir dari Bola. FIFA berencana membentuk entitas komersial baru bernama FIFA Forward Enterprise (FFE) yang akan menawarkan saham kepada 211 asosiasi anggota FIFA, dengan dana sebesar 4,2 miliar dolar AS yang dihimpun bersama JPMorgan. Rencana tersebut memicu penolakan dari UEFA dan anggota lainnya, yang menggelar pertemuan darurat dan mengancam akan memboikot Piala Dunia jika rencana Infantino tidak diubah.

Sepp Blatter menyampaikan kritik melalui akun X miliknya.

"Hubungan dekat antara Presiden FIFA dan Presiden Amerika Serikat kini telah memasuki dimensi finansial yang sangat merusak sepak bola. Tidak seorang pun berhak menjual olahraga kita," ujar Blatter. Kritik Blatter tersebut memicu reaksi sinis di media sosial yang mengingat masa lalu kontroversialnya selama memimpin FIFA selama 17 tahun, termasuk sanksi etik yang pernah dijatuhkan kepadanya.

Legenda Liverpool, Jamie Carragher, menanggapi dengan sebuah unggahan GIF Donald Trump menunjuk ke kamera, sementara beberapa penggemar menilai Blatter tidak pantas mengomentari isu korupsi karena rekam jejaknya yang buruk. Gianni Infantino terpilih sebagai Presiden FIFA pada Februari 2016 menggantikan Blatter. Rencana penjualan sebagian kepemilikan Piala Dunia ini menjadi kontroversi terbaru yang melibatkan Infantino dan berpotensi menghasilkan keuntungan jutaan dolar.

Blatter mengakhiri masa jabatannya setelah penyelidikan kasus korupsi FIFA pada Mei 2015 yang menyebabkan penangkapan tujuh pejabat tinggi dan penggerebekan di Zurich berdasarkan dakwaan Amerika Serikat. Dalam penyelidikan itu, ditemukan dugaan pembayaran 2 juta dolar AS dari Blatter kepada Presiden UEFA saat itu, Michel Platini, yang berujung pada larangan berkegiatan selama delapan tahun bagi keduanya dari Komite Etik FIFA. Meski dibebaskan dari tuduhan pidana oleh pengadilan Swiss, sanksi larangan yang dijatuhkan FIFA tetap berlaku hingga saat ini.

Advertisement
Scroll To Continue with Content
Follow indonesiakita.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed