Pep Guardiola Sesali Keputusan Singkirkan Joe Hart dari Manchester City
Manajer Manchester City, Pep Guardiola, menuai perhatian setelah mengungkapkan penyesalan terbesarnya selama melatih klub tersebut. Penyesalan itu berkaitan dengan keputusannya menyingkirkan penjaga gawang Joe Hart pada awal kedatangannya di Etihad Stadium.
Seperti dikutip dari Bola, Guardiola mengakui dirinya masih menyimpan rasa bersalah karena tidak memberikan kesempatan kepada Hart untuk membuktikan kapasitasnya sebagai kiper utama.
Kebijakan besar tersebut diambil Guardiola tidak lama setelah ia resmi menjabat sebagai pelatih Manchester City pada tahun 2016. Penampilan Hart yang dinilai kurang maksimal bersama Timnas Inggris di Euro 2016 membuat posisinya di klub langsung terancam.
Guardiola meragukan kemampuan distribusi bola yang dimiliki kiper asal Inggris tersebut. Pelatih berkebangsaan Spanyol ini menginginkan sosok penjaga gawang yang lihai dalam membantu membangun serangan dari lini belakang.
Catatan akurasi umpan Hart pada musim sebelumnya yang hanya mencapai 52,6 persen menjadi dasar manajemen mendatangkan Claudio Bravo. Sepanjang era Guardiola, Hart tercatat hanya tampil satu kali, yakni pada laga kualifikasi Liga Champions melawan Steaua Bucharest, sebelum akhirnya dipinjamkan ke Torino.
Langkah mendepak Hart sempat memicu perdebatan sengit di kalangan suporter. Hal ini dikarenakan Hart memiliki peran krusial dalam membawa Manchester City meraih dua gelar Premier League.
Hampir satu dekade berlalu, Guardiola akhirnya terbuka mengenai keputusannya di masa lalu tersebut.
"I want to admit it, I have a regret. When you make so many decisions, you definitely make mistakes," kata Guardiola kepada Sky Sports.
"There is one regret I have kept for years, which is that I didn't give Joe Hart the chance to be with me and prove how good he is as a goalkeeper," ungkapnya.
"I should have done it. It doesn't mean I don't respect Claudio or Ederson who came after because they were very important."
"But, at that time, I should have been able to say, 'Oke Joe, mari kita coba bersama. Kalau memang tidak berhasil, baru kita ubah.'"
"Tetapi, hidup berjalan seperti itu. Kadang saya harus membuat keputusan, dan terkadang saya tidak cukup adil," imbuh Guardiola.
Respons Dewasa dari Joe Hart
Menjelang pertandingan pamungkas Manchester City musim ini kontra Aston Villa pada Minggu (24-5-2026), Hart memberikan tanggapannya saat bertugas sebagai pengamat sepak bola. Mantan penjaga gawang nomor satu Inggris itu mengaku terkejut mendengar pernyataan mantan pelatihnya.
"Pertama-tama, saya benar-benar tidak menduganya. Dan mungkin itu berarti lebih besar bagi saya daripada yang saya kira," kata Hart.
"Saya menyukai Pep, hubungan saya dengan Pep baik-baik saja. Kami berjabat tangan 10 tahun lalu ketika dia memberi tahu bahwa saya bukan pilihan yang dia inginkan."
"Dia menjelaskan alasannya, dan saya juga menjelaskan kenapa saya merasa pantas dipertahankan. Kami sepakat untuk berbeda pendapat, tetapi pada akhirnya dia yang punya kuasa," jelasnya.
Hart juga memberikan apresiasi tinggi atas deretan prestasi yang sudah ditorehkan Guardiola bersama rival sekota Manchester United tersebut.
"And look, he's done okay, hasn't he? He's an incredible manager. I liked him before that happened, and I still like him now," ujarnya.
"Kami pernah bekerja bersama, berbicara bersama, dan saling bertemu lagi setelah itu. Tapi, saya memang merasa cukup bagus untuk setidaknya diberi kesempatan."
Meskipun posisinya sempat tergeser, Hart yang kini telah menginjak usia 39 tahun menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak menaruh dendam.
"Itulah sepak bola, itulah hidup. Saya tidak menyimpan kebencian dan tidak melihat ada masalah dengan itu," ucap Hart, kini berusia 39 tahun.
"Hidup saya terus berjalan. Saya mendapatkan banyak kesempatan luar biasa dan tetap punya karier yang hebat setelah meninggalkan Manchester City," lanjutnya.
Hart menyatakan akan selalu menaruh rasa hormat dan terima kasih kepada klub yang membesarkan namanya tersebut.
"Saya akan selalu berterima kasih atas semua yang saya dapatkan di Manchester City," katanya.
"Saya sering ditanya, 'Bagaimana perasaanmu soal Manchester City?' Masa hanya karena satu momen buruk saya melupakan semua momen luar biasa bersama klub ini?"
"Saya menghargai Pep sebagai manusia. Dia melakukan apa yang menurutnya harus dilakukan dan mengatakan apa yang ingin dia katakan."
"Tapi, saya tetap menantikan berjabat tangan dengannya dan mendoakan yang terbaik untuknya," imbuh Hart, yang pensiun dari sepak bola pada akhir musim 2023/2024.
Sikap legawa yang ditunjukkan oleh Hart menuai banjir pujian dari para penggemar di jagat media sosial. Banyak warganet menilai reaksi tersebut mencerminkan kedewasaan dan kualitasnya sebagai seorang legenda sejati dari Manchester City.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow