Pep Guardiola Siap Tinggalkan Manchester City Usai Koleksi 41 Trofi

Smallest Font
Largest Font

Kebersamaan Pep Guardiola bersama Manchester City tampaknya akan segera berakhir setelah sang manajer mengisyaratkan perpisahan yang tidak bisa dihindari lagi. Seperti dikutip dari Bola, pelatih asal Spanyol tersebut datang ke Etihad Stadium pada tahun 2026 untuk mengemban tugas sebagai juru taktik The Citizens. Di bawah arahannya, Manchester City menjelma menjadi kekuatan yang sangat dominan, tidak hanya di kompetisi domestik Premier League tetapi juga di kancah Liga Champions.

Kegeniusan pria berusia 55 tahun ini terbukti lewat kesuksesan merengkuh gelar juara kasta tertinggi sepak bola Inggris selama empat musim secara berturut-turut.

Pencapaian luar biasa tersebut belum pernah dilakukan oleh pelatih lain sejak Premier League pertama kali bergulir pada 1992, termasuk Sir Alex Ferguson dan Arsene Wenger. Sebelum menangani Manchester City, mantan gelandang bertahan ini juga telah mengukir kesuksesan besar bersama dua klub raksasa Eropa lainnya, yakni Barcelona dan Bayern Munich.

Meski kontrak resminya baru akan selesai pada Juni 2027, sang juru taktik tampaknya sudah membulatkan tekad untuk menyudahi masa baktinya lebih cepat. Pernyataan terkait kepergiannya tersebut disampaikan secara emosional setelah Manchester City menelan kekalahan 1-2 dari Aston Villa pada pertandingan penutup musim Premier League.

"I tidak pernah membayangkan akan menerima begitu banyak kasih sayang. Menjadi pelatih Anda, berada di sini selama 10 tahun, adalah suatu kehormatan yang luar biasa," ujar Guardiola. Hingga kini, belum ada kepastian mengenai pelabuhan baru bagi karier kepelatihan sosok bertangan dingin yang telah merevolusi taktik permainan sepak bola modern tersebut. Berdasarkan data yang dihimpun dari Givemesport, terdapat tiga juru taktik dengan koleksi gelar juara terbanyak sepanjang sejarah sepak bola dunia.

Mircea Lucescu merupakan pelatih sarat pengalaman yang sukses mempersembahkan gelar juara di berbagai negara seperti Rumania, Turki, Ukraina, dan Italia.

Pria asal Rumania ini mengawali karier kepelatihannya di tanah kelahiran dengan meraih dua trofi Piala Rumania serta satu gelar liga domestik bersama Dinamo Bucaresti. Setelah peristiwa revolusi 1989, ia melanjutkan karier ke Italia untuk melatih Pisa sebelum akhirnya berlabuh di Brescia untuk menciptakan inovasi pemantauan data sepak bola bernama FARM. Bersama Brescia, ia memenangkan Piala Anglo-Italia 1993-94, namun periode emasnya tercipta saat menangani klub raksasa Ukraina, Shakhtar Donetsk.

Shakhtar Donetsk dibawa mendominasi kompetisi domestik lewat raihan delapan gelar Liga Utama Ukraina, enam Piala Ukraina, tujuh Piala Super Ukraina, serta trofi Piala UEFA 2009.

Setelah sempat melatih Zenit St. Petersburg dan Timnas Turki, ia membawa Dynamo Kyiv meraih treble domestik di musim perdana sebelum memutuskan pensiun pada November 2023.

Pep Guardiola: Sang Revolusioner dengan 41 Trofi

Memulai karier kepelatihan dari tim B, Pep Guardiola langsung dipercaya menangani tim utama Barcelona dan membalasnya lewat raihan treble serta sextuple pada tahun 2009. Selama empat tahun menukangi Barcelona, ia mempersembahkan total 14 trofi yang menjadikannya sebagai manajer paling sukses dalam sejarah klub Catalan tersebut.

Karier selanjutnya di Bayern Munich diwarnai dominasi gelar juara Bundesliga dan DFB-Pokal, meskipun langkahnya di Liga Champions selalu terhenti pada babak semifinal. Warisan kehebatannya semakin kukuh bersama Manchester City lewat raihan enam gelar Premier League, lima Piala Liga, dua Piala FA, dua Community Shield, dan satu Liga Champions 2023. Kemenangan di ajang Piala Liga tahun 2026 menempatkan dirinya sebagai manajer dengan koleksi trofi terbanyak dalam sejarah kompetisi tersebut.

Sir Alex Ferguson: Legenda Tak Tertandingi Pemegang 49 Trofi

Sir Alex Ferguson menempati posisi teratas sebagai pelatih tersukses di dunia setelah memulai koleksi trofi pertamanya bersama St. Mirren pada tahun 1977.

Saat menukangi Aberdeen sejak 1978, ia sukses mematahkan dominasi liga Skotlandia serta memenangkan Piala Winners Eropa 1983 setelah menumbangkan Real Madrid di laga final. Pindah ke Manchester United pada 1986, pria asal Skotlandia ini mengukir sejarah legendaris dengan menyumbangkan 38 trofi dari tahun 1990 hingga memutuskan pensiun pada 2013. The Red Devils dibawanya mendominasi Premier League serta memenangkan dua gelar Liga Champions, termasuk keberhasilan meraih treble pemenang yang fenomenal pada tahun 1999.

Koleksi gelar juaranya di tingkat internasional semakin lengkap setelah membawa Manchester United memenangkan Piala Interkontinental 1999 dan Piala Dunia Antarklub FIFA 2008.

Advertisement
Scroll To Continue with Content
Follow indonesiakita.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed