Pep Guardiola Resmi Tinggalkan Manchester City Usai Sepuluh Tahun Melatih

Smallest Font
Largest Font

Manajer asal Spanyol Pep Guardiola resmi menyudahi masa baktinya selama 10 tahun di Manchester City setelah pertandingan terakhir musim ini di Stadion Etihad pada Minggu (24/05/2026) malam WIB. Pengumuman perpisahan tersebut diwarnai momen emosional menyusul kekalahan tipis tuan rumah dengan skor 1-2 dari Aston Villa.

Pengunduran diri pelatih kawakan ini menandai berakhirnya sebuah era dominasi di sepak bola Inggris, sebagaimana dilansir dari Bola. Selama satu dekade menakhodai klub berjuluk The Citizens tersebut, Guardiola sukses menyumbangkan total 20 trofi bergengsi termasuk enam gelar juara Premier League dan satu trofi Liga Champions.

Acara perpisahan di tengah lapangan dipenuhi keharuan saat juru taktik itu meneteskan air mata di hadapan ribuan suporter, dengan didampingi oleh sang ayah yang telah berusia 95 tahun, Valenti Guardiola. Di sela-sela pidatonya, ia sempat bergurau mengenai tribune stadion yang diubah namanya menjadi Pep Guardiola Stand.

Mantan pelatih Barcelona tersebut memanfaatkan momentum perpisahan untuk memberikan pesan mendalam agar seluruh penggawa tim tetap menjaga kualitas permainan mereka di masa depan.

"Para pemain belum tahu, tetapi saya akan berada di sana, mengawasi mereka," ujar Pep Guardiola.

Ia menekankan bahwa skuad Manchester City memikul beban profesional yang besar guna mempertahankan standar prestasi tinggi yang telah berhasil dibangun selama sepuluh tahun kebersamaan mereka.

"Para pemain punya tanggung jawab besar untuk melanjutkan standar itu. Saya berharap mereka terus berjuang dan berjuang lagi. Ini rumah saya," tegas Pep Guardiola.

Apresiasi luar biasa diberikan oleh seisi stadion yang terus menyanyikan yel-yel penghormatan sepanjang jalannya seremoni perpisahan dengan sang manajer legendaris.

“Itu adalah kehormatan luar biasa yang akan dikenang keluarga saya sepanjang hidup. Pada masa depan, di mana pun kalian melihat saya, baik di jalan maupun di Etihad, jika kalian fans City, datanglah kepada saya," kata Pep Guardiola.

Ia menyampaikan rasa bangganya karena telah menjadi representasi dari klub asal Manchester itu dan menyatakan rasa cintanya kepada para penggemar setia tim.

"Saya sangat bangga bisa mewakili klub ini. Setiap keputusan yang saya ambil selalu demi yang terbaik untuk Manchester City. Saya sangat mencintai kalian. Semua ini sangat menyenangkan," tambah Pep Guardiola.

Selain sang manajer, pertandingan pamungkas tersebut juga menjadi ajang perpisahan bagi dua pilar penting Manchester City, Bernardo Silva dan John Stones, yang mendapatkan penghormatan guard of honour pada babak kedua.

Gelandang asal Portugal, Bernardo Silva, turut memberikan pernyataan emosional mengenai peran vital yang dimiliki sang manajer selama periode sukses klub.

"Pep adalah alasan kami memenangkan begitu banyak trofi. Dia yang mengendalikan semuanya, membuat keputusan, dan menciptakan monster tim yang tidak hanya sukses satu atau dua musim, tetapi dalam waktu yang sangat lama," kata Bernardo Silva.

Ia menambahkan hubungan kedekatan personal yang sangat erat antara dirinya dengan sang pelatih selama bekerja sama di lapangan hijau.

"Secara pribadi, dia adalah ayah saya dalam sepak bola," lanjut Bernardo Silva.

Kini manajemen dan para pendukung Manchester City dihadapkan pada tantangan besar untuk memulai babak baru kompetisi tanpa kehadiran figur pelatih yang telah mengubah peta kekuatan sepak bola modern tersebut.

Advertisement
Scroll To Continue with Content
Follow indonesiakita.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed