KFA Diduga Sediakan Layanan Hiburan Seksual untuk Wasit Asing
Asosiasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA) diduga menyediakan fasilitas hiburan seksual bagi wasit internasional yang memimpin laga di negara tersebut pada kurun waktu Maret 2011 hingga Maret 2012, berdasarkan laporan audit Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata setempat seperti dilansir dari Bola.
Penggunaan kartu kredit perusahaan terungkap dipakai untuk membayar layanan hiburan malam dan panti pijat bagi pejabat serta wasit asal Jepang, Uni Emirat Arab, Iran, Bahrain, hingga Uzbekistan. Fasilitas tersebut diberikan pada tujuh laga internasional, termasuk babak Kualifikasi Olimpiade London 2012 dan Kualifikasi Piala Dunia 2014.
Hasil pertandingan mencatatkan lima kemenangan dan dua imbang untuk Korea Selatan, seperti kemenangan 2-0 atas Oman pada 21 September 2011, hasil imbang tanpa selisih gol melawan Qatar pada 14 Maret 2012, serta keunggulan 2-0 atas Kuwait pada 29 Februari 2012. Meskipun demikian, temuan audit tidak menyatakan adanya korelasi langsung antara penyediaan fasilitas tersebut dan hasil di lapangan.
Pihak kementerian mengonfirmasi keberadaan pemeriksaan kasus tersebut namun perinciannya sempat ditahan akibat kendala pembuktian fakta secara menyeluruh. Selain itu, staf yang terlibat dilaporkan tidak menerima sanksi disiplin maupun tindakan hukum pidana.
Sejumlah mantan pejabat KFA menyampaikan keterangan mengenai permintaan dari para wasit asing tersebut.
"Praktik yang lazim pada masa itu," ujar beberapa mantan pejabat KFA kepada stasiun televisi JTBC.
Seorang mantan eksekutif KFA turut memberikan gambaran mengenai kondisi di wilayah lain.
"Praktik serupa berlangsung lebih buruk di negara lain," kata mantan eksekutif KFA.
Seorang pejabat aktif KFA memberikan tanggapan terkait penelusuran dokumen transaksi masa lalu tersebut.
"Pihaknya sulit memverifikasi penggunaan kartu kredit perusahaan dari periode tersebut," kata seorang pejabat KFA yang masih aktif.
Isu ini kembali mengemuka bertepatan dengan tindakan kepolisian yang menggeledah markas KFA di Cheonan dan KFA House di Seoul terkait dugaan manipulasi proses penunjukan pelatih Hong Myung-bo pada 2024. Mantan Ketua KFA Chung Mong-gyu dan Hong Myung-bo sendiri telah mengundurkan diri usai Korea Selatan gugur di fase grup Piala Dunia 2026 dan sempat dimintai keterangan oleh parlemen pada 30 Juli.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow