Harga Emas Antam Stagnan di Level Rp2,72 Juta Per Gram
PT Aneka Tambang Tbk atau Antam menetapkan harga emas batangan bersertifikat stagnan di level Rp2.729.000 per gram pada perdagangan Selasa, 16 Juni 2026.
Nilai tersebut terpantau tidak mengalami perubahan jika dibandingkan dengan perdagangan sebelumnya, sebagaimana dilansir dari Ulanda.
Kondisi stagnan juga terjadi pada harga pembelian kembali atau buyback oleh Logam Mulia yang bertahan di posisi Rp2.500.000 per gram.
Situasi ini membuat selisih harga atau spread antara harga beli dan harga jual kembali masih bertahan di angka Rp229.000 per gram.
Lebarnya jarak spread tersebut memicu potensi kerugian langsung sebesar 8,39 persen bagi investor yang terpaksa menjual kembali emasnya pada hari yang sama setelah pembelian.
Pergerakan nilai aset ini mengonfirmasi karakteristik emas batangan sebagai instrumen investasi jangka panjang yang membutuhkan waktu untuk melewati batas titik impas.
Berdasarkan data historis, masyarakat yang membeli emas pada 9 Juni 2026 di harga Rp2.733.000 per gram akan mengalami kerugian 8,53 persen jika menjualnya hari ini.
Pelemahan investasi juga membayangi pembeli dari tanggal 16 Mei 2026 dengan harga Rp2.769.000 per gram, yang mencatat potensi kerugian sebesar 9,71 persen.
Nilai kerugian tertinggi dialami oleh investor yang masuk pasar pada pertengahan Maret 2026 ketika harga emas menyentuh Rp2.992.000 per gram.
Bagi kelompok investor pertengahan Maret tersebut, penjualan yang dilakukan saat ini memicu kerugian hingga mencapai 16,44 persen.
Kondisi sebaliknya terjadi pada kepemilikan aset jangka panjang, di mana pembelian pada 16 Desember 2025 di harga Rp2.464.000 per gram telah menghasilkan keuntungan 1,46 persen.
Keuntungan lebih besar didapatkan oleh penanam modal sejak pertengahan September 2025 dengan potensi imbal hasil mencapai 18,76 persen dari harga beli awal Rp2.105.000 per gram.
Pembelian tepat setahun lalu pada 16 Juni 2025 di harga Rp1.968.000 per gram kini berpeluang memberikan keuntungan sebesar 27,03 persen.
Akumulasi margin keuntungan tercatat terus membesar bagi masyarakat yang telah mengoleksi emas sejak Maret 2025 dengan estimasi keuntungan 43,76 persen.
Investor yang bertransaksi sejak Desember 2024 mencatat keuntungan 64,80 persen, sementara pembelian pada September 2024 di harga Rp1.443.000 per gram telah membukukan keuntungan hingga 73,25 persen.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow