Xabi Alonso Pastikan Luka Real Madrid Sembuh dan Fokus ke Chelsea
Manajer baru Chelsea, Xabi Alonso, menegaskan bahwa dirinya telah menutup lembaran pahit bersama Real Madrid. Pelatih asal Spanyol tersebut kini memilih fokus sepenuhnya pada tantangan baru di London Barat, seperti dilansir dari Bola.
Alonso tetap optimistis menyambut musim baru Premier League meski Chelsea hanya finis di peringkat ke-10 pada musim lalu. Ia menilai kondisi klub yang bermarkas di Stamford Bridge itu tidak seburuk yang terlihat di permukaan.
Penunjukan Alonso dilakukan setelah masa jabatannya di Real Madrid berakhir dalam waktu singkat, yakni sekitar tujuh bulan. Kiprahnya bersama Los Blancos terhenti usai kekalahan dari Barcelona pada final Piala Super Spanyol, Januari 2026.
Masa kepemimpinannya di Santiago Bernabeu sempat diwarnai rumor perselisihan dengan sejumlah pemain senior, termasuk Vinicius Junior. Namun, pelatih berusia 44 tahun itu memastikan pengalaman tersebut tidak lagi membebani pikirannya saat ini.
Alonso mengaku telah berdamai dengan masa lalunya di Spanyol. Meski sempat meninggalkan luka, ia menegaskan proses pemulihan tersebut telah selesai dan dirinya bertekad memulai babak baru bersama The Blues.
"Untungnya tidak banyak luka dalam karier saya. Jadi, ya, saya memang mendapat satu luka, tetapi luka itu sudah sembuh. Sekarang semuanya telah pulih, dan saya sangat termotivasi serta bertekad menikmati langkah baru ini seperti saat saya memulai di Madrid," kata Alonso, seperti dikutip dari Bola via ESPN, Senin (3/8/2026).
Setelah kegagalan di Madrid, Alonso secara terbuka melakukan penilain mandiri. Ia meninjau kembali berbagai aspek operasional, baik hal-hal yang berjalan dengan baik maupun yang memerlukan perbaikan.
"Saya melihat kembali semua hal positif dan juga apa yang tidak berjalan dengan baik. Saya sangat mengkritisi diri sendiri, memikirkan apa yang bisa saya lakukan lebih baik karena hasilnya memang tidak sesuai harapan," ujar Alonso.
Pengalaman singkat tersebut memberinya banyak pelajaran berharga. Evaluasi yang dilakukannya mencakup skema permainan hingga metode penyesuaian diri dalam menangani skuad.
"Ada banyak pengalaman, mulai dari proses adaptasi, hal-hal yang berhasil maupun yang tidak, baik dalam permainan maupun dalam manajemen pemain. Semuanya merupakan perpaduan dari berbagai aspek," tutur Alonso.
Potensi Kebangkitan Chelsea
Tugas berat kini menanti Alonso setelah Chelsea melewati kampanye musim 2025/2026 yang diwarnai pergantian tiga pelatih. Hasil finis di papan tengah juga memastikan The Blues absen dari panggung kompetisi Eropa musim ini.
Meski demikian, Alonso menganggap momen kepindahannya ke Premier League terjadi pada saat yang ideal bagi kedua belah pihak.
"Keputusan itu harus datang dari kepala dan juga dari hati. Saya melihat ini adalah waktu yang tepat bagi klub, juga waktu yang tepat bagi saya. Ini adalah kesempatan yang bagus," ucap Alonso.
Ia percaya skuad Chelsea menyimpan potensi besar yang masih bisa dikembangkan lebih jauh untuk bersaing di level tertinggi.
"Tim ini sebenarnya bermain cukup baik belakangan ini dan situasinya tidak seburuk yang terlihat pada akhir musim lalu. Ada potensi besar untuk berkembang, dan kita lihat saja berapa lama prosesnya," kata Alonso.
Chelsea dijadwalkan memulai pertandingan perdana mereka di Premier League 2026/2027 saat bertandang ke markas Fulham pada 24 Agustus.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow