DPRD Gorontalo Desak Dinas Peternakan Prioritaskan Program Kesejahteraan Warga

Smallest Font
Largest Font
Table of Contents
[ Show ]

Pembahasan KUA PPAS 2027 di DPRD Provinsi Gorontalo mendorong agar alokasi anggaran belanja pemerintah daerah memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Sektor peternakan dan perkebunan menjadi salah satu fokus utama yang dinilai berpotensi besar menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah, seperti dilansir dari Ulanda.

Anggota Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo, Erwin Ismail, menekankan bahwa penyusunan KUA PPAS 2027 harus menjadi momentum untuk mengubah orientasi pembangunan menjadi lebih berbasis hasil.

Menurut Erwin, masyarakat saat ini memerlukan kebijakan konkret yang dapat meningkatkan pendapatan serta membuka peluang usaha baru secara riil.

"Yang kami dorong kepada Dinas Peternakan dan Perkebunan adalah bagaimana pemerintah benar-benar fokus pada hasil, yaitu kesejahteraan masyarakat di sektor peternakan," kata Erwin.

Erwin mengingatkan bahwa kesuksesan Gorontalo sebagai tuan rumah Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan harus menjadi titik awal penguatan sektor peternakan, bukan sekadar seremoni.

Meski mengapresiasi keberhasilan program inseminasi buatan dan pengiriman ternak ke Kalimantan, DPRD menilai kehadiran pemerintah pada tahap awal produksi belum mencukupi.

"Kalau hanya datang melakukan inseminasi lalu selesai, itu belum cukup. Pemerintah harus mendampingi peternak sampai mereka berhasil. Mulai dari cara memelihara ternak, penggemukan, kesehatan hewan, sampai bagaimana menjual hasil ternaknya dengan harga yang menguntungkan," ujarnya.

Dinas Peternakan dan Perkebunan didorong untuk membentuk sistem pendampingan terpadu yang melibatkan tenaga ahli, dokter hewan, serta penyuluh khusus peternakan di lapangan.

Kehadiran tenaga pendamping yang intensif dinilai dapat membantu peternak mengatasi hambatan teknis maupun kendala pemasaran, khususnya untuk komoditas sapi dan kambing.

"Harus ada orang-orang yang memang ahli di bidang peternakan. Mereka tidak hanya mengobati ternak, tetapi juga membimbing peternak agar usahanya berkembang. Kalau itu berjalan, saya yakin akan lahir banyak pengusaha baru di sektor peternakan," katanya.

Erwin juga mengusulkan penyelenggaraan kontes sapi tingkat provinsi Piala Gubernur sebagai stimulus untuk memotivasi peternak serta meningkatkan mutu bibit ternak lokal.

"Kalau ada kontes sapi tingkat provinsi, peternak punya ruang menunjukkan hasil ternaknya. Sapi terbaik bisa menjadi kebanggaan daerah, bahkan berpeluang menjadi sapi bantuan Presiden saat Iduladha. Program seperti ini akan memacu masyarakat untuk meningkatkan kualitas ternaknya," ujarnya.

Dukungan anggaran untuk program produktif dipastikan akan dikawal oleh DPRD, terutama selama tahapan perencanaan KUA PPAS 2027 masih berjalan.

"Mumpung masih tahap perencanaan, masih bisa dikoreksi, ditambah atau dikurangi. Mari kita susun program yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Mungkin hasilnya tidak langsung besar, tetapi harus ada progres yang jelas, baik jangka pendek, menengah maupun jangka panjang," katanya.

Ekosistem Peternakan untuk Generasi Muda

Minat generasi muda pada sektor peternakan juga disorot akibat minimnya ruang belajar serta terbatasnya pelatihan kewirausahaan yang spesifik di bidang ini.

"Kalau pemerintah membuka ruang pelatihan, memberikan bantuan ternak, mendampingi cara pemeliharaan, menjamin kesehatan hewan, saya yakin anak-anak muda akan tertarik. Produktivitas itu harus dibangun dari ekosistem yang lengkap," ujarnya.

Erwin menilai Gorontalo sudah memiliki modal reguler yang lengkap sebagai lumbung sapi di kawasan utara Sulawesi sehingga tidak perlu lagi berfokus pada studi banding ke daerah lain.

"Gorontalo hari ini merupakan salah satu lumbung sapi di kawasan utara Sulawesi. Pasarnya sudah tersedia. Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara sudah mengambil sapi dari daerah ini.

Pelabuhan Anggrek juga sudah memiliki fasilitas pengiriman khusus ternak. Artinya, yang dibutuhkan sekarang bukan lagi mencari pasar, tetapi memperkuat kualitas sumber daya manusia dan pendampingan peternak," kata dia.

Ketersediaan lahan, pakan, serta infrastruktur distribusi menjadi alasan kuat bagi pemerintah daerah untuk menjadikan sektor peternakan sebagai prioritas dalam rancangan anggaran.

"Semua potensi itu sudah ada. Tinggal bagaimana pemerintah menghadirkan tenaga ahli dan program yang tepat. Kalau itu dilakukan secara konsisten, sektor peternakan akan menjadi sumber ekonomi baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Gorontalo," ujar Erwin.

Advertisement
Scroll To Continue with Content
Follow indonesiakita.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed