Khvicha Kvaratskhelia Masuk Kandidat Ballon d'Or 2026 Usai Tampil Memukau Bersama PSG

Smallest Font
Largest Font

Performa luar biasa Khvicha Kvaratskhelia bersama Paris Saint-Germain menempatkan namanya sebagai salah satu calon kuat pemenang Ballon d'Or 2026. Seperti dikutip dari Bola, pemain berusia 25 tahun tersebut memilih bersikap rendah hati dan mengutamakan kesuksesan kolektif tim.

Khvicha Kvaratskhelia tampil sangat produktif bersama Les Parisiens sepanjang musim ini. Pemain asal Georgia tersebut sukses membukukan 19 gol dan 10 assist dari total 49 pertandingan di berbagai kompetisi.

Kontribusi besar Khvicha Kvaratskhelia berbuah manis dengan raihan trofi Trophee des Champions dan Ligue 1 2025/2026 untuk PSG. Tidak hanya itu, sang penyerang sayap juga sukses mengantarkan timnya menembus babak final Liga Champions.

Paris Saint-Germain dijadwalkan bersua Arsenal pada laga puncak di Puskas Arena, Sabtu (30/05/2026) malam WIB. Kemenangan pada laga ini akan membawa Les Parisiens mengukir sejarah baru di kompetisi tertinggi Eropa.

Jika memenangi laga final, PSG bakal menyamai rekor Real Madrid sebagai tim kedua yang mampu mempertahankan gelar juara Liga Champions secara berturut-turut.

Khvicha Kvaratskhelia menjadi figur sentral di lini serang PSG. Sang pemain menorehkan 16 keterlibatan gol di Liga Champions 2025/2026, menyamai catatan bintang Real Madrid, Kylian Mbappe, dan penyerang Bayern Munchen, Harry Kane.

Ketajaman mantan pemain Napoli ini makin terbukti pada fase gugur dengan sumbangan 10 gol yang terdiri dari tujuh gol dan tiga assist. Catatan ini membuatnya menjadi pemain paling subur di babak knockout musim ini.

Sejarah baru juga tercipta karena Khvicha Kvaratskhelia menjadi pemain pertama yang konsisten mencetak gol atau assist dalam tujuh laga knockout Liga Champions berturut-turut dalam satu musim.

Pencapaian impresif tersebut memicu munculnya prediksi bahwa dirinya layak bersaing memperebutkan Ballon d'Or 2026 menyusul rekan setimnya, Ousmane Dembele.

Sikap Rendah Hati Sang Bintang

Walau menuai banyak pujian, Khvicha Kvaratskhelia enggan terlalu memikirkan penghargaan individu. Bagi dirinya, sepak bola adalah tentang kegembiraan yang sederhana saat berada di lapangan hijau.

"Saya sedikit merasakannya, tetapi ini bukan tentang saya. Saya hanya ingin tetap sederhana. Saya bermain karena saya mencintai sepak bola," ujar Kvaratskhelia kepada TNT Sports.

Khvicha Kvaratskhelia turut mengapresiasi peran besar rekan satu tim serta jajaran tim pelatih dalam mendukung perkembangan performanya di Paris Saint-Germain.

"Saat saya berada di lapangan, saya hanya ingin menikmati permainan bersama rekan-rekan luar biasa, klub yang luar biasa, pelatih yang luar biasa, dan staf yang hebat," ucap sang pemain.

Ketenaran yang kini didapatkannya tidak mengubah kepribadian sang pemain yang tetap ingin dikenal sebagai sosok yang membumi.

"Mungkin hidup saya sedikit berubah sekarang, tetapi saya ingin tetap menjadi pribadi yang rendah hati. Saya hanya melakukan pekerjaan yang saya cintai dan mencoba menikmatinya," tambahnya.

Motivasi Tinggi di Liga Champions

Semenjak pindah dari Napoli, Khvicha Kvaratskhelia telah mengoleksi tujuh trofi bersama Paris Saint-Germain, termasuk empat gelar pada musim ini di bawah arahan Luis Enrique.

Di kompetisi domestik Ligue 1, performanya menghasilkan delapan gol dan empat assist. Statistik tersebut menempatkannya sebagai pemain paling kontributif kedua di skuad PSG setelah Ousmane Dembele.

Atmosfer kompetisi Eropa diakui Khvicha Kvaratskhelia selalu memberikan suntikan energi serta motivasi yang berlipat ganda.

"Bagi setiap pesepak bola, malam Liga Champions adalah mimpi. Saya salah satunya. Bermain di Liga Champions adalah impian saya," kata Kvaratskhelia.

Getaran kompetisi ini selalu dirasakan berbeda olehnya sejak pertama kali menginjakkan kaki di lapangan sebelum laga dimulai.

"Setiap kali anthem Liga Champions mulai terdengar, saya langsung menyala. Rasanya berbeda dari apa pun. Itulah mengapa kompetisi ini disebut Liga Champions," sambungnya.

Rekor Apik PSG Menghadapi Tim Inggris

Paris Saint-Germain menatap partai final dengan modal rekam jejak yang sangat meyakinkan. Klub asal ibu kota Prancis ini telah menembus babak final Liga Champions sebanyak tiga kali sejak tahun 2020.

Skuad asuhan Luis Enrique juga memiliki catatan superior berupa lima kemenangan beruntun pada fase gugur saat berhadapan dengan wakil-wakil dari Inggris.

Momen terakhir kali PSG disingkirkan oleh tim Premier League terjadi pada babak semifinal Liga Champions 2020/2021 sewaktu didepak oleh Manchester City.

Kini, Arsenal mengemban tugas berat sebagai perwakilan Inggris berikutnya yang harus mencoba meredam dominasi Paris Saint-Germain di kancah Eropa.

Advertisement
Scroll To Continue with Content
Follow indonesiakita.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed