Alexandra Eala Singkirkan Iga Swiatek di Babak Utama Wimbledon 2026
Petenis Filipina Alexandra Eala menciptakan kejutan besar setelah mengalahkan juara bertahan Iga Swiatek dua set langsung 7-6 (11-9), 6-2 di Centre Court Wimbledon pada Sabtu (5/7/2026), sebagaimana dilansir dari Bola.
Hasil tersebut memastikan Eala mencatatkan rekor bersejarah sebagai petenis pertama asal Filipina yang berhasil menembus keempat turnamen Grand Slam pada era Open.
Kemenangan ini terasa istimewa mengingat tiga tahun lalu Eala menerima ijazah kelulusan Akademi Tenis Rafael Nadal langsung dari Swiatek, yang kala itu berstatus petenis nomor satu dunia usai memenangi French Open ketiganya.
"Saya berharap kalian akan menjadi pribadi yang gigih. Saya berharap apa pun yang kalian lakukan di masa depan, jika kalian melakukannya dengan cara terbaik, saya yakin pada akhirnya kalian tidak akan memiliki penyesalan," ujar Swiatek saat memberikan pesan kelulusan kala itu.
Eala yang kini menduduki peringkat 30 besar dunia tampil tangguh di bawah tekanan dengan menyelamatkan delapan dari 11 break point serta membukukan 24 winner guna menyingkirkan pemilik enam gelar Grand Slam tersebut.
"Saya dulu berlatih tenis setiap hari sepulang sekolah dengan kaus kaki yang berantakan, sepatu yang menyala, dan pipi yang masih chubby. Bagi diri saya yang masih kecil, momen seperti ini adalah segalanya," kata Eala mengenai arti kemenangan tersebut.
Perjalanan karier Eala terus menanjak sejak menjuarai US Open Junior 2022 hingga menembus semifinal Miami Open 2025 dan menjadi runner-up di Eastbourne.
"Luar biasa rasanya melihat begitu banyak orang Filipina mendukung saya. Rasanya kami semua berjuang bersama," ujar Eala.
Dukungan besar masyarakat Filipina yang kerap menggelar acara nonton bareng sempat memberikan tekanan tersendiri bagi Eala saat tampil di Australian Open.
"Kemenangan ini saya persembahkan untuk mereka, keluarga saya, dan semua anak perempuan yang dulu juga memakai kaus kaki berantakan dan punya pipi chubby. Ini sangat berarti bagi saya," imbuh Eala.
Eala yang menyukai tenis sejak kecil bersama kakak dan kakeknya itu selalu berusaha menjaga kerendahan hati di tengah lonjakan popularitasnya.
"Saya selalu berusaha menjadi diri sendiri dan tetap tulus," kata Eala.
Rutinitas latihan keras yang dijalani bersama tim dan keluarga menjadi faktor utama yang menjaga fokusnya selama ini.
"Saya sangat bersyukur atas semua dukungan yang saya terima. Namun, saya, tim, dan keluarga adalah orang-orang yang telah menghabiskan begitu banyak waktu untuk semua ini. Kamilah yang berada di lapangan selama 12 jam sehari. Kami bangun pagi dan pulang larut malam," kata Eala.
Kerja keras harian tersebut menjadi landasan utama bagi Eala untuk tetap membumi di tengah perhatian publik.
"Menurut saya, etos kerja itulah yang membuat saya tetap membumi," kata Eala.
Atas pencapaian manis ini, mantan petenis Filipina Dyan Castillejo mengungkapkan bahwa kemenangan Eala langsung menjadi perbincangan hangat di seluruh negeri.
"Pertandingan dimulai pukul 20.30 waktu setempat. Seluruh media sosial dipenuhi unggahan tentang kebanggaan menjadi orang Filipina," ujar Castillejo.
Antusiasme tinggi mengalir deras dari masyarakat yang merasa bangga atas ukiran sejarah baru di kancah tenis dunia.
"Saya menerima ratusan bahkan ribuan pesan. Semua orang ingin menjadi bagian dari momen ini. Seluruh rakyat Filipina merasa ikut menjadi bagian dari kemenangan Alexandra," ujar Castillejo.
Pada visor yang dikenakan Eala, tertera tulisan Tagalog 'kapag lumago, hindi na hihinto' yang bermakna 'sekali tumbuh, tak akan bisa dihentikan' sebagai simbol identitas budayanya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow