Alexandra Eala Tumbangkan Juara Bertahan Iga Swiatek di Wimbledon

Smallest Font
Largest Font

Kejutan besar terjadi di Centre Court Wimbledon saat petenis asal Filipina, Alexandra Eala, sukses menumbangkan juara bertahan Iga Swiatek.

Seperti dikutip dari Bola, petenis berusia 21 tahun tersebut tampil berani dan menang dengan skor 7-6 (11-9) dan 6-2 pada Sabtu (5/7/2026).

Hasil ini mengantarkan Alexandra Eala menjadi petenis Filipina pertama yang berhasil menembus keempat Grand Slam pada era Open.

Momen ini menjadi sangat emosional mengingat tiga tahun lalu Alexandra Eala menerima ijazah kelulusannya dari Akademi Tenis Rafael Nadal langsung dari Iga Swiatek.

Saat itu, Swiatek berstatus sebagai petenis nomor satu dunia yang baru saja menjuarai French Open untuk ketiga kalinya.

"Saya berharap kalian akan menjadi pribadi yang gigih. Saya berharap apa pun yang kalian lakukan di masa depan, jika kalian melakukannya dengan cara terbaik, saya yakin pada akhirnya kalian tidak akan memiliki penyesalan," ujar Swiatek, seperti dikutip dari BBC, Minggu (5/7/2026).

Alexandra Eala mengingat pesan tersebut dengan sangat baik dan membuktikannya di lapangan rumput London.

Ketika ditanya mengenai arti kemenangan besar ini, petenis muda tersebut memberikan jawaban yang menyentuh hati.

"Saya dulu berlatih tenis setiap hari sepulang sekolah dengan kaus kaki yang berantakan, sepatu yang menyala, dan pipi yang masih chubby. Bagi diri saya yang masih kecil, momen seperti ini adalah segalanya," ujar Eala.

"Luar biasa rasanya melihat begitu banyak orang Filipina mendukung saya. Rasanya kami semua berjuang bersama."

"Kemenangan ini saya persembahkan untuk mereka, keluarga saya, dan semua anak perempuan yang dulu juga memakai kaus kaki berantakan dan punya pipi chubby. Ini sangat berarti bagi saya," imbuh Eala.

Alexandra Eala sudah mengenal dunia tenis sejak usia dini lewat permainan bersama kakak laki-laki serta kakeknya.

Kepada BBC, ia mengaku bahwa hingga saat ini dirinya masih kesulitan untuk mengalahkan sang kakak dalam bermain tenis.

Nama Eala mulai mencuri perhatian publik global pada tahun 2022 ketika dirinya menjadi petenis putri Filipina pertama yang menjuarai Grand Slam level junior di US Open Junior.

Prestasinya yang gemilang itu bahkan membuatnya terpilih menghiasi sampul majalah Vogue edisi Filipina.

Kariernya semakin bersinar setelah tampil sensasional di Miami Open 2025 dengan menyingkirkan sederet juara Grand Slam seperti Swiatek, Jelena Ostapenko, dan Madison Keys untuk melaju ke semifinal.

Kini, Alexandra Eala telah berhasil menembus peringkat 30 besar dunia, mengoleksi dua gelar WTA 125, dan menjadi runner-up Eastbourne tahun lalu.

Sebelum berlaga di Wimbledon tahun ini, ia juga menumbangkan petenis nomor dua dunia Elena Rybakina serta unggulan kedelapan Elina Svitolina di Berlin, bahkan sempat berpasangan dengan legenda tenis Venus Williams di nomor ganda.

Menghadapi Tekanan dan Membawa Budaya Filipina

Lonjakan popularitas Alexandra Eala memicu antrean panjang penonton setiap kali ia bertanding, bahkan masyarakat di negaranya kerap menggelar acara nonton bareng.

Tekanan besar dari ekspektasi publik sempat membuatnya kewalahan, terutama saat penonton memadati sesi latihannya di Australian Open.

"Saya selalu berusaha menjadi diri sendiri dan tetap tulus," kata Eala.

"Saya sangat bersyukur atas semua dukungan yang saya terima. Namun, saya, tim, dan keluarga adalah orang-orang yang telah menghabiskan begitu banyak waktu untuk semua ini. Kamilah yang berada di lapangan selama 12 jam sehari. Kami bangun pagi dan pulang larut malam."

"Menurut saya, etos kerja itulah yang membuat saya tetap membumi."

Saat bertanding melawan Swiatek, Eala menyelamatkan delapan dari 11 break point serta mencatatkan 24 winner dengan hanya 21 unforced error.

Mantan petenis Filipina, Dyan Castillejo, menyatakan bahwa kemenangan ini langsung memicu euforia dan menjadi perbincangan nasional di media sosial.

"Pertandingan dimulai pukul 20.30 waktu setempat. Seluruh media sosial dipenuhi unggahan tentang kebanggaan menjadi orang Filipina," ujar Castillejo.

"Saya menerima ratusan bahkan ribuan pesan. Semua orang ingin menjadi bagian dari momen ini. Seluruh rakyat Filipina merasa ikut menjadi bagian dari kemenangan Alexandra."

Pada visor yang dikenakannya, Eala menuliskan kalimat dalam bahasa Tagalog, "kapag lumago, hindi na hihinto", yang berarti sekali tumbuh, tak akan bisa dihentikan.

Advertisement
Scroll To Continue with Content
Follow indonesiakita.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed