Real Madrid Desak UEFA Cabut Gelar Juara Barcelona
Presiden Real Madrid Florentino Perez dilaporkan telah menyerahkan dokumen khusus setebal 500 halaman kepada UEFA untuk menuntut hukuman berat berupa pencabutan gelar juara Barcelona periode 2001 hingga 2018 terkait kasus Negreira.
Langkah hukum tersebut diambil Perez setelah dirinya kembali memenangkan pemilihan presiden Real Madrid pada Minggu waktu setempat dengan perolehan 65 persen suara, sebagaimana dilansir dari Bola.
Kasus ini berpusat pada pembayaran senilai 8,4 juta euro oleh Barcelona kepada Jose Maria Enriquez Negreira selaku mantan wakil presiden Komite Teknis Wasit Spanyol selama rentang 2001-2018.
Perez menegaskan keseriusannya dalam mengusut tuntas dugaan suap sistematis tersebut demi menjaga integritas kompetisi sepak bola.
"Korupsi sistematis dalam kasus Negreira... Bagaimana mungkin kita melupakannya begitu saja?" kata Perez.
Pihak Real Madrid menyiapkan bukti dokumen setebal 500 halaman tersebut untuk diserahkan ke UEFA setelah seluruh kompetisi musim ini berakhir.
"Kami sedang menyiapkan dokumen setebal 500 halaman yang akan saya kirimkan kepada UEFA setelah kompetisi berakhir. Saya sudah berbicara dengan mereka. Tidak ada preseden untuk kasus seperti ini dalam sejarah sepak bola dunia. Ini adalah kasus korupsi terbesar yang pernah ada," cetus Perez.
Dokumen itu kini dikabarkan telah berada di tangan UEFA, dengan tuntutan hukuman agar Barcelona dilarang berkompetisi di Eropa serta penghapusan seluruh gelar juara mereka pada periode pembayaran tersebut.
"Real Madrid tidak hanya meminta sanksi yang akan membuat Barcelona tidak bisa berpartisipasi dalam kompetisi Eropa. Mereka melangkah lebih jauh. Real Madrid ingin gelar-gelar yang dimenangkan klub Catalunya itu pada periode tersebut dihapus dari catatan resmi sehingga Blaugrana tidak bisa lagi mengklaimnya," tulis AS.
Secara teori, UEFA dapat mencabut empat gelar Liga Champions Barcelona, namun keputusan ini belum memiliki preseden kuat karena kasus serupa seperti Marseille dan Juventus tidak berujung pada hilangnya gelar Eropa.
Presiden UEFA Aleksander Ceferin sebelumnya sempat memberikan pandangan khusus mengenai kasus dugaan korupsi yang menyeret nama besar klub Spanyol tersebut.
"Menurut saya, ini salah satu kasus paling serius yang pernah saya lihat dalam sepak bola," ujar Ceferin.
Hingga saat ini, UEFA masih terus melakukan analisis mendalam terhadap seluruh bukti dokumen sebelum menentukan sanksi resmi bagi Barcelona.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow