Barcelona Siapkan Langkah Hukum terhadap Florentino Perez
Hubungan antara Barcelona dan Presiden Real Madrid, Florentino Perez, berpotensi memasuki babak baru yang semakin memanas. Klub asal Katalonia tersebut kini tengah menyiapkan langkah hukum terhadap Perez terkait sejumlah pernyataan sang presiden mengenai kasus Negreira, seperti dilansir dari Bola. Perseteruan antara Perez dan Barcelona memiliki sejarah panjang sejak dirinya terpilih sebagai presiden Real Madrid pada tahun 2000, yang langsung memicu kontroversi lewat perekrutan Luis Figo.
Setelah lebih dari dua dekade, ketegangan kembali meruncing akibat pernyataan Perez dalam konferensi pers pada 12 Mei lalu.
Barcelona mengumumkan bahwa mereka telah mengajukan permohonan mediasi wajib, yang menjadi tahapan sebelum melayangkan gugatan pidana pencemaran nama baik berdasarkan Pasal 205 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Spanyol. Melalui rilis resminya, pihak Barcelona memaparkan alasan mendasar di balik pengambilan langkah hukum tersebut.
"FC Barcelona menginformasikan bahwa pada hari ini telah diajukan permohonan mediasi wajib sebagai syarat sebelum pengajuan gugatan pidana atas dugaan tindak pencemaran nama baik berdasarkan Pasal 205 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana terhadap Presiden Real Madrid, Tuan Florentino Perez, sebagai akibat dari pernyataan yang disampaikannya dalam konferensi pers pada 12 Mei serta dalam wawancara dengan sebuah media sehari setelahnya," tulis Barcelona. Klub tersebut juga menegaskan poin utama dari pengajuan mediasi wajib ini.
"Tujuan dari permohonan ini adalah agar Tuan Perez mencabut sejumlah pernyataan yang dibuatnya dengan mengetahui bahwa pernyataan tersebut tidak benar serta mengandung unsur fitnah dan merusak citra serta reputasi klub." Barcelona menyatakan kesiapannya untuk menempuh jalur pidana jika tuntutan mereka diabaikan. "Apabila permohonan ini tidak ditanggapi sebagaimana mestinya, FC Barcelona akan melanjutkan proses dengan mengajukan gugatan pidana yang sesuai."
Tudingan Florentino Perez
Pernyataan yang dipermasalahkan oleh manajemen Barcelona berkaitan langsung dengan investigasi kasus Negreira.
Dalam konferensi pers tersebut, Perez menuduh bahwa Real Madrid telah kehilangan tujuh gelar La Liga akibat perkara yang sedang diselidiki itu. "Saya sudah berada di sini selama entah berapa musim, dan saya hanya memenangkan tujuh Piala Eropa serta tujuh gelar La Liga. Padahal, jumlahnya bisa saja 14 karena tujuh di antaranya dicuri dari saya," kata Perez. Perez juga mengklaim mendapat dukungan penuh dari para anggota klub Real Madrid dalam menyikapi kasus ini.
"Para anggota Madrid bersama saya dalam perjuangan melawan Negreira. Bukan hanya Madrid yang dirugikan, tim lain juga mengalaminya. Barcelona selalu diuntungkan.
Mari kita lihat apakah UEFA akan ikut campur dalam masalah ini karena mereka akan melakukannya. Tidak mungkin saya berada di bawah kecurigaan korupsi sementara pembayaran berlangsung lebih dari 20 tahun. Kita lihat saja apa yang akan terjadi, baik dari sisi pidana maupun olahraga, bersama UEFA," tutur Perez.
Ia juga menambahkan sebuah kalimat sindiran yang menjadi sorotan publik. "Saya tidak datang ke sini agar para wasit menjadi kaya karena uang Barcelona," cetusnya.
Jika Perez menolak memenuhi tuntutan Barcelona dalam proses mediasi, Blaugrana dipastikan membawa kasus ini ke pengadilan pidana. Sementara itu, Barcelona sempat mempertimbangkan untuk memperluas tindakan hukum kepada Alvaro Arbeloa selaku mantan pelatih Real Madrid Castilla.
Namun, rencana tersebut akhirnya dibatalkan setelah Alvaro Arbeloa tidak lagi terafiliasi dengan lingkungan Real Madrid.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow