Pemkot Gorontalo Catat Serapan Anggaran Semester I 2026 Sebesar 46 Persen

Smallest Font
Largest Font

Pemerintah Kota Gorontalo mencatat realisasi keuangan daerah mencapai 46,83 persen pada Rapat Koordinasi dan Evaluasi Penyerapan Anggaran Semester I 2026 di Gorontalo, Selasa (11/8/2026), dilansir dari Ulanda.

Capaian keuangan tersebut sedikit melampaui target yang ditetapkan sebesar 46,75 persen. Sementara itu, realisasi fisik pembangunan daerah hingga pertengahan Agustus 2026 ini berhasil menyentuh angka 50,40 persen dari target awal 47,97 persen.

Meskipun secara akumulasi angka realisasi telah melampaui target, pemerintah daerah menilai masih terdapat ketimpangan kinerja antar-organisasi perangkat daerah (OPD). Sejumlah perangkat daerah tercatat masih memiliki performa penyerapan anggaran yang rendah, khususnya pada proyek belanja modal dan pengerjaan infrastruktur fisik.

Proses administrasi dan teknis disinyalir menjadi kendala utama lambatnya penyerapan program di tingkat dinas. Hambatan tersebut meliputi tahap perencanaan kegiatan, pelaksanaan lelang di unit pengadaan, penyusunan berkas pencairan dana, hingga minimnya pengawasan.

"Penyerapan anggaran adalah urat nadi penyelenggaraan pemerintahan daerah. Setiap rupiah yang dialokasikan dalam APBD harus diwujudkan dalam pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, serta penguatan ekonomi masyarakat," kata Nuryanto, Pj Sekretaris Daerah Kota Gorontalo.

Pemerintah Kota Gorontalo menegaskan bahwa penumpukan pencairan belanja di akhir tahun anggaran harus dihindari karena berpotensi menurunkan mutu pekerjaan infrastruktur serta mengganggu stabilitas manajemen kas daerah.

"Berbagai kendala masih kita temukan di lapangan, mulai dari perencanaan, kelancaran proses lelang, percepatan administrasi pencairan, hingga efektivitas pengawasan di tingkat OPD," ujar Nuryanto, Pj Sekretaris Daerah Kota Gorontalo.

Untuk mengimbangi keterbatasan ruang fiskal daerah, seluruh pimpinan instansi diminta mempercepat pengajuan dokumen ke Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) serta meningkatkan koordinasi bersama Inspektorat dan UKPBJ.

"Yang kita kejar bukan sekadar persentase serapan, tetapi kualitas belanja. Setiap pengeluaran harus memberikan value for money, tepat mutu, tepat manfaat, dan tepat sasaran," kata Nuryanto, Pj Sekretaris Daerah Kota Gorontalo.

Pengawasan kinerja penyerapan anggaran kini dioptimalkan melalui sistem pemantauan digital e-Monev untuk mendeteksi secara dini kendala proyek yang berisiko mangkrak atau terlambat dari jadwal.

"Pimpinan unit harus segera turun ke lapangan untuk mengidentifikasi kendala teknis maupun administrasi sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih kompleks," ujar Nuryanto, Pj Sekretaris Daerah Kota Gorontalo.

Langkah evaluasi internal secara berkala akan diterapkan kepada jajaran pejabat pelaksana teknis kegiatan, pengelola keuangan, hingga bendahara pengeluaran di masing-masing unit kerja.

"Serapan anggaran bukan hanya angka di atas kertas. Itu adalah cerminan kesungguhan, tanggung jawab, dan dedikasi kita dalam melayani masyarakat," kata Nuryanto, Pj Sekretaris Daerah Kota Gorontalo.

Advertisement
Scroll To Continue with Content
Follow indonesiakita.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed