Komisi III DPRD Gorontalo Soroti Jembatan Tolomato Tapadaa Akses Roda Empat Terputus

Smallest Font
Largest Font

Akses transportasi darat yang menghubungkan Desa Tolomato dan Desa Tapadaa di Kecamatan Suwawa Tengah, Kabupaten Bone Bolango, belum bisa berfungsi secara optimal untuk semua jenis kendaraan. Kondisi ini ditemukan saat rombongan Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo melakukan peninjauan lapangan pada Minggu pagi, 9 Agustus 2026, seperti dilansir dari Ulanda.

Fasilitas penyeberangan tersebut saat ini hanya dapat dilalui oleh kendaraan roda dua. Pengemudi kendaraan roda empat yang hendak melintas terpaksa harus turun dan menerjang aliran air sungai, sehingga berisiko mengancam keselamatan pengendara dan mengganggu aktivitas ekonomi warga sekitar.

Kunjungan kerja ini dilakukan langsung oleh pimpinan beserta anggota Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo. Langkah tersebut diambil guna mengecek kondisi riil infrastruktur di lokasi penyeberangan sekaligus memastikan urgennya usulan pembangunan fisik yang baru.

Anggota Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo, Syamsir Djafar Kiyai, menilai hambatan mobilitas di wilayah itu harus segera mendapat penanganan prioritas dari pihak terkait.

"Jembatan ini sangat dibutuhkan masyarakat. Saat ini kendaraan roda dua masih bisa melintas, tetapi kendaraan roda empat harus menyeberangi sungai. Kondisi seperti ini tentu tidak ideal," kata Syamsir di lokasi peninjauan.

Ia menambahkan bahwa persoalan di lapangan bukan sekadar masalah kelancaran arus lalu lintas darat semata. Keterbatasan akses turut mempertaruhkan keselamatan warga, pelayanan dasar, serta mobilitas hasil pertanian masyarakat setempat.

Setiap kali debit air sungai naik, warga terancam keterisolasian yang menghambat jalur distribusi logistik dan meningkatkan biaya transportasi harian. Akses menuju fasilitas publik seperti sekolah maupun tempat pelayanan kesehatan juga ikut terdampak akibat kondisi tersebut.

"Pembangunan jembatan ini harus dilihat sebagai kebutuhan dasar masyarakat. Pemerintah perlu memberi perhatian serius agar warga mendapatkan akses yang aman dan lebih mudah," ujar Syamsir.

Ia memastikan hasil peninjauan tidak hanya berhenti sebagai catatan lapangan semata. Komisi III berkomitmen membawa temuan ini ke forum pembahasan rapat dewan serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan dinas teknis agar usulan konstruksi masuk agenda pembangunan prioritas.

Bagi warga kawasan Suwawa Tengah, ketersediaan jembatan permanen menjadi sarana vital menuju pusat perekonomian dan fasilitas umum. Keberadaan jembatan yang memadai diharapkan dapat memangkas risiko perjalanan, mempercepat distribusi produk pertanian, serta menunjang kualitas pelayanan publik secara berkelanjutan.

Advertisement
Scroll To Continue with Content
Follow indonesiakita.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed