HUT RI ke-81, Pedro Bau Ingatkan Warga Bone Bolango: Beda Pilihan, Tetap Bersaudara
Beranda Parlemen DPRD Kab.Bone bolango HUT RI ke-81, Pedro Bau Ingatkan Warga Bone Bolango: Beda Pilihan, Tetap Bersaudara
Ulanda.id — Delapan puluh satu tahun setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya, persoalan terbesar bukan lagi bagaimana merebut kebebasan dari penjajahan. Tantangannya kini adalah bagaimana masyarakat mempertahankan persatuan ketika perbedaan semakin mudah muncul di ruang publik.
Wakil Ketua DPRD Bone Bolango, Pedro Bau, melihat HUT RI ke-81 sebagai momentum untuk mengingat kembali kekuatan yang sejak lama menjadi fondasi kehidupan masyarakat: persatuan dan gotong royong.
Ia mengajak masyarakat tidak berhenti pada kemeriahan perayaan kemerdekaan. Menurut Pedro, semangat 17 Agustus seharusnya diteruskan ke dalam kehidupan sehari-hari melalui kepedulian, kerja bersama, dan kontribusi terhadap pembangunan daerah.
“Usia 81 tahun Indonesia merdeka harus menjadi pengingat bagi kita bahwa ada tanggung jawab yang harus diteruskan. Salah satunya menjaga persatuan dan semangat gotong royong,” ujar Pedro.
Pernyataan itu menempatkan kemerdekaan sebagai tanggung jawab antargenerasi. Perjuangan memang telah berganti bentuk. Jika generasi terdahulu mempertaruhkan tenaga dan hidup untuk merebut kemerdekaan, generasi sekarang menghadapi pekerjaan berbeda: memastikan kemerdekaan menghasilkan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat.
Amin Nusi Wakili Ketua DPRD Bone Bolango Hadiri Penutupan MTQ Kabupaten
Menurut Pedro, pekerjaan tersebut tidak selalu harus dilakukan melalui sesuatu yang besar. Kepedulian terhadap tetangga, menjaga lingkungan, membantu warga yang membutuhkan, mendukung pendidikan, hingga menciptakan suasana aman di lingkungan merupakan bagian dari cara masyarakat mengisi kemerdekaan.
Pedro juga mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan perbedaan sebagai sumber keretakan. Dalam kehidupan sosial maupun politik, perbedaan pilihan dan pandangan merupakan sesuatu yang sulit dihindari.
Yang menjadi persoalan, kata dia, adalah ketika perbedaan tersebut membuat masyarakat kehilangan rasa persaudaraan.
“Boleh berbeda pandangan, tetapi jangan sampai perbedaan membuat kita kehilangan rasa persaudaraan. Kita tetap satu masyarakat dan punya tanggung jawab yang sama terhadap daerah ini,” katanya.
Pesan itu menjadi penting dalam konteks pembangunan daerah. Pemerintah membutuhkan masyarakat yang kritis, tetapi masyarakat juga membutuhkan ruang dialog agar perbedaan tidak berkembang menjadi konflik.
Bagi Pedro, persatuan bukan berarti mengharuskan semua orang berpikir dengan cara yang sama. Persatuan justru diuji ketika masyarakat memiliki pandangan berbeda, tetapi tetap mampu bekerja untuk kepentingan yang sama.
Hangatnya Silaturahmi PIAL Bone Bolango, Pererat Kebersamaan di Momen Lebaran
Di Bone Bolango, kepentingan bersama itu salah satunya adalah memastikan pembangunan berjalan dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
Karena itu, ia menilai pembangunan daerah tidak bisa dibebankan seluruhnya kepada pemerintah. Pemerintah memang memiliki kewenangan dan tanggung jawab, tetapi keberhasilan pembangunan juga sangat dipengaruhi partisipasi masyarakat.
Warga dapat mengambil bagian dari lingkungan terdekat. Menjaga kebersihan, merawat fasilitas umum, mendukung kegiatan sosial, menjaga keamanan lingkungan, hingga ikut mengawasi kebijakan pemerintah merupakan bentuk partisipasi yang memiliki arti.
“Pembangunan daerah membutuhkan kebersamaan. Pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat,” ujar Pedro.
Perhatian Pedro juga diarahkan kepada generasi muda. Menurut dia, anak-anak muda memiliki posisi penting dalam menentukan wajah Bone Bolango pada masa mendatang.
Generasi muda tidak lagi menghadapi perjuangan seperti yang dilakukan para pendahulu bangsa. Namun, mereka memiliki medan perjuangan sendiri: pendidikan, kreativitas, teknologi, kewirausahaan, prestasi, serta kemampuan menciptakan solusi bagi persoalan di sekitarnya.
Pedro Bau Hadiri Pembukaan AR Cup 2026, Ribuan Warga Suwawa Timur Sambut Meriah
Karena itu, Pedro mendorong generasi muda menggunakan kemerdekaan sebagai ruang untuk berkembang dan menghasilkan sesuatu yang positif.
Kemajuan daerah, menurut dia, tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur. Kualitas manusia menjadi faktor yang sama pentingnya.
Anak muda yang memiliki pendidikan, keterampilan, kepedulian sosial dan keberanian berinovasi merupakan aset daerah. Mereka bukan hanya penerima hasil pembangunan, tetapi calon penggerak pembangunan berikutnya.
Pada akhirnya, HUT RI ke-81 menjadi lebih dari sekadar angka usia republik. Ia menjadi cermin untuk melihat apakah masyarakat masih mampu mempertahankan nilai yang membuat Indonesia bertahan hingga hari ini.
Persatuan dan gotong royong bukan slogan yang hanya relevan ketika bendera Merah Putih dikibarkan. Keduanya justru diperlukan ketika masyarakat kembali menghadapi persoalan sehari-hari.
Pedro mengajak masyarakat Bone Bolango menjaga semangat itu setelah seluruh perayaan kemerdekaan selesai.
Sebab kemerdekaan tidak hanya diwariskan untuk dikenang.
Kemerdekaan diwariskan untuk diisi—dengan kepedulian, kerja nyata, persaudaraan, dan keberanian untuk ikut membangun daerah.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow