Bupati Ismet Mile Mengukuhkan Anggota Paskibraka Bone Bolango 2026
Bupati Bone Bolango Ismet Mile secara resmi mengukuhkan anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka Kabupaten Bone Bolango Tahun 2026 di Gedung Olahraga Indoor Oginawa, Suwawa, Sabtu (15/8/2026). Pengukuhan dilakukan untuk mempersiapkan petugas upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Para pelajar terpilih yang berasal dari berbagai SMA dan SMK se-Kabupaten Bone Bolango tersebut dilantik untuk menjalankan tugas pengibaran serta penurunan bendera Merah Putih pada 17 Agustus 2026, seperti dilansir dari Ulanda.
Struktur penugasan Paskibraka dibagi menjadi beberapa kelompok, dengan Kelompok 8 bertindak sebagai Pasukan Inti. Posisi Danpok 8 dipercayakan kepada Mohamad Arya Anu dari SMAN 1 Kabila, sementara posisi Pembawa Baki diamanahkan kepada Nava Kayla Akase dari SMAN 1 Kabila dengan Nifa Febriana Mokolintad dari SMA Terpadu Wirabakti sebagai cadangan.
Tugas pembentang bendera diserahkan kepada Abd Afgan Mokedo dari SMKN 1 Bulango Utara, sedangkan Reyra Adivi Labenjang dari SMA Terpadu Wirabakti bertugas sebagai penggerek bendera. Pasukan serpihan pada Kelompok 8 diisi oleh Umi S.A Komona, Ariska Ramadanni Puteh, dan Sisilia Abada.
Untuk Kelompok 17 yang bertindak sebagai Pasukan Pengiring, kepemimpinan komando dipegang oleh Muh. Gafin Al-Fathil Pooe dari SMAN 1 Kabila selaku Danpok 17, didampingi Ksatria Almaeda Mamonto dari SMA Terpadu Wirabakti di posisi Penjuru Kanan.
Puluhan anggota lain yang memperkuat Kelompok 17 di antaranya Mohamad Dimas Dayi F. Yunus, Ismail Junaidi Kiayi, Humaira Taharidji, Raisyha Putri Ahaliki, Siti Adila Ibrahim, Praditya Hasan Palada, Moh. Afdal S. Abdullah, Alfatir Datukramat, Fricilia Pertiwi Yusuf, dan Hikma Wati Hiola.
Anggota lainnya yang turut dikukuhkan yaitu Nur Myiesha Usman, Mohamad Nazril Polapa, Farhan Adi Pratama Daud, Rizky Makuta, Queen Chaerusty Pondabo, Putri Adhelin Hippy, Nabila Humaira M. Ismail, Kifli Raditya Miolo, Muh. Raditya Permana Loho, Mohamad Agustian Ilahude, Sri Ismawawy Pakaya, Diniyah Rahmayati Tolinggi, serta Aqilla Aulia Toma.
Prosesi pengukuhan ini dirancang bukan sekadar untuk kesiapan teknis upacara kenegaraan, melainkan juga sebagai sarana menanamkan nilai disiplin, rasa tanggung jawab, dan jiwa nasionalisme kepada generasi muda di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow