Maarten Paes Bawa Ajax Amsterdam ke UEFA Conference League

Smallest Font
Largest Font

Penjaga gawang Timnas Indonesia, Maarten Paes, tiba di Jakarta dengan modal kepercayaan diri yang sangat tinggi. Dirinya baru saja menjadi pahlawan yang meloloskan Ajax Amsterdam menuju UEFA Conference League musim depan melalui drama adu penalti.

Seperti dikutip dari Bola, performa gemilang tersebut ditunjukkan Paes sewaktu Ajax Amsterdam bersua FC Utrecht pada laga final playoff kompetisi Eropa. Kedua tim bermain imbang 1-1 hingga babak perpanjangan waktu selesai, sehingga pemenang harus ditentukan lewat adu tos-tosan.

Pada masa krusial itu, kiper berusia 27 tahun tersebut berhasil mementahkan tendangan dua eksekutor FC Utrecht, yaitu Sébastien Haller dan Souffian El Karouani. Kontribusi besar Paes membawa Ajax Amsterdam unggul 4-3 sekaligus menyegel satu tempat di kompetisi Eropa musim 2026/2027.

Penampilan impresif di level klub ini diharapkan dapat menular saat sang penjaga gawang membela Timnas Indonesia. Skuad Garuda dijadwalkan bersua Oman pada 5 Juni dan Mozambik pada 9 Juni dalam laga FIFA Matchday.

Maarten Paes mengungkapkan cerita di balik keberhasilannya menepis tendangan penalti pemain Utrecht. Salah satu momen krusial miliknya adalah saat menggagalkan eksekusi striker berpengalaman Sebastian Haller yang pernah memperkuat West Ham hingga Borussia Dortmund.

Ketenangan serta pengalaman Paes membuatnya mampu membaca arah bola sepakan Haller dengan tepat. Dirinya mengaku terinspirasi dari kiper top Polandia yang pernah membela Juventus dan Arsenal, Wojciech Szczęsny.

"Sekitar lima puluh tendangan penalti Haller; dia hampir selalu mencetak gol. Jadi saya harus menemukan cara," kata Paes dikutip dari Voetbal Primeur.

"Saya tahu dia selalu ragu sejenak, jadi saya melakukan semacam insting. Tapi setelah insting itu, saya benar-benar pergi ke sudut yang sama. Saya meniru itu dari Wojciech Szczesny yang juga sering melakukan itu," lanjut Paes.

Belajar dari Mantan Kiper Belanda

Selain menyontek gaya Szczęsny, Maarten Paes juga mempelajari cara yang diterapkan oleh Tim Krul. Mantan penjaga gawang Timnas Belanda tersebut tercatat pernah membela beberapa klub mapan seperti Newcastle United, Brighton, hingga Ajax Amsterdam.

Krul yang saat ini sudah gantung sepatu dinilai Paes mempunyai rekam jejak bagus karena pernah mematahkan penalti Sebastian Haller.

"Begitulah cara saya mencoba belajar sesuatu dari setiap kiper. Tim Krul juga melakukan hal yang sedikit mirip, ketika dia menyelamatkan penalti dari Haller," tandas Maarten Paes.

Catatan Impresif di Musim Perdana

Kontribusi Maarten Paes tidak hanya meloloskan De Godenzonen ke kompetisi antarklub Eropa, melainkan juga membawa tim finis di peringkat kelima klasemen akhir Eredivisie.

Paes tercatat selalu menjadi pilihan utama dan tidak tergantikan dalam 11 pertandingan terakhir Ajax di Eredivisie. Menambah menit bermainnya, ia juga tampil pada dua laga playoff Conference League melawan Groningen dan Utrecht.

Sepanjang mengawal gawang Ajax di Eredivisie, Paes kebobolan sebanyak 11 kali namun sukses membukukan lima kali clean sheet. Performa konsisten tersebut membuatnya mendapatkan rata-rata rating sebesar 7,18 per pertandingan.

Advertisement
Scroll To Continue with Content
Follow indonesiakita.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed