Maarten Paes dan Calvin Verdonk Kompak Hadapi Era Baru Bersama Pelatih Baru

Smallest Font
Largest Font
Table of Contents
[ Show ]

Dua penggawa Timnas Indonesia, Maarten Paes dan Calvin Verdonk, berada dalam situasi yang serupa di level klub. Seperti dikutip dari Bola, kedua pemain pilar skuad Garuda ini akan mengarungi kompetisi di bawah arahan pelatih baru di tim masing-masing. Sebelumnya, klub Perancis Lille yang diperkuat oleh Calvin Verdonk telah resmi menunjuk Davide Ancelotti sebagai arsitek anyar mereka pada Senin (1/6/2026).

Putra dari pelatih legendaris Carlo Ancelotti tersebut didapuk menggantikan posisi Bruno Genesio yang masa kontraknya telah habis. Langkah serupa kini diambil oleh Ajax Amsterdam, klub raksasa Belanda yang diperkuat oleh penjaga gawang Timnas Indonesia, Maarten Paes, sejak pertengahan musim 2025/2026. Manajemen klub berjuluk De Godenzonen tersebut resmi mengumumkan penunjukan pelatih asal Spanyol, Michel.

"Ajax telah mencapai kesepakatan dengan Miguel Angel Sanchez Munoz, yang biasa dikenal sebagai Míchel, untuk kepindahannya ke Amsterdam. Míchel telah menandatangani kontrak sebagai pelatih kepala selama dua musim, hingga 30 Juni 2028," tulis Ajax lewat situs resmi mereka.

Michel mengawali kiprah kepelatihannya bersama Rayo Vallecano dengan memimpin klub tanah kelahirannya tersebut selama dua musim. Setelah itu, ia melanjutkan karier manajerialnya ke SD Huesca pada periode musim panas 2019. Dalam lima musim terakhir, juru taktik asal Spanyol ini dipercaya menjadi pelatih kepala Girona. Di bawah arahannya, klub Catalan tersebut berhasil mencatatkan sejarah terbaik dengan finis di peringkat ketiga kompetisi kasta tertinggi La Liga Spanyol pada musim 2023/2024.

Saat masih aktif sebagai pemain, Michel yang berposisi sebagai gelandang juga mengawali kariernya bersama Rayo Vallecano. Ia kemudian tercatat pernah memperkuat sejumlah klub Spanyol lainnya seperti Almeria, Real Murcia, hingga Malaga.

Misi Kebangkitan Bersama De Godenzonen

Bergabung dengan klub sebesar Ajax yang sarat akan sejarah panjang sepak bola Eropa mendatangkan antusiasme besar bagi Michel. Juru taktik baru ini merasa tertantang untuk membawa raksasa Belanda tersebut kembali ke jalur kejayaan. Langkah pembenahan ini tidak lepas dari performa Ajax yang kurang memuaskan sepanjang musim 2025/2026.

Mereka hanya mampu mengakhiri kompetisi di peringkat kelima klasemen akhir dan harus merelakan tiket menuju babak kualifikasi Liga Champions. Kendati demikian, Maarten Paes sempat tampil sebagai pahlawan bagi Ajax dalam mengamankan tiket kompetisi Eropa. Kiper Timnas Indonesia tersebut membantu timnya memenangi drama adu penalti yang sengit melawan Utrecht pada babak playoff UEFA Conference League.

"Rasanya menyenangkan berada di sini, saya bangga mengambil langkah selanjutnya dalam karier saya. Ajax adalah nama besar di Eropa, klub yang selalu menghasilkan pemain muda berbakat. Jordi Cruyff (Direktur Teknik Ajax) mengenal saya dari pekerjaan saya di Spanyol, dan kami telah berbicara bersama tentang filosofi klub, tentang bagaimana saya bekerja dan bagaimana hal itu sesuai," ungkap Michel.

"Dia telah menyatakan kepercayaan penuh kepada saya, dan bersama dengan orang-orang lain di dalam klub, kami memulai tantangan baru. Tujuannya adalah untuk mengembalikan Ajax ke tempat yang seharusnya, dan saya sangat yakin bahwa kami akan berhasil," tandasnya.

Advertisement
Scroll To Continue with Content
Follow indonesiakita.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed