Gubernur Khofifah Dorong Ekspor Kopi dan Kakao Jawa Timur Tembus Pasar Global

Smallest Font
Largest Font

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa terus memacu optimalisasi komoditas perkebunan unggulan daerah agar mampu menembus pasar internasional pada Selasa (21/7/2026). Langkah strategis ini diambil untuk memantapkan posisi Jawa Timur sebagai salah satu produsen utama komoditas pangan dan perkebunan nasional serta menjaga nilai tambah perekonomian bagi para petani setempat.

Langkah penguatan sektor perkebunan ini berfokus pada hilirisasi dan perluasan rantai pasok ekspor komoditas kopi serta kakao. Upaya ini dinilai sangat krusial untuk menjaga stabilitas harga komoditas perkebunan di tingkat petani agar tidak tergerus oleh fluktuasi pasar komoditas harian.

"Jawa Timur memiliki kekuatan tidak hanya dari sisi volume produksi, tetapi juga keragaman cita rasa kopi yang berasal dari karakter geografis masing-masing daerah. Karena itu pengembangan sektor perkebunan harus diarahkan pada hilirisasi, pengolahan, penguatan merek, sertifikasi, dan perluasan akses pasar internasional," ujar Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Potensi Besar Perkebunan Kopi dan Kakao di Jawa Timur

Secara nasional, Indonesia memegang peranan penting dalam industri perkebunan global sebagai salah satu dari empat produsen kopi terbesar di dunia setelah Brasil, Vietnam, dan Kolombia. Kontribusi kopi asal Indonesia mencapai sekitar 7 persen terhadap total produksi kopi dunia, di mana Jawa Timur menjadi salah satu pilar utamanya.

Kontribusi Jawa Timur dalam Produksi Kopi Nasional

Jawa Timur berhasil mengamankan posisi dalam jajaran lima provinsi penghasil kopi terbesar di Indonesia dengan total produksi mencapai 80.895 ton. Kinerja produksi yang tebal ini didukung penuh oleh luas perkebunan kopi rakyat di Jawa Timur yang membentang hingga 123.720 hektare.

  • Total Produksi Kopi Jatim: 80.895 ton
  • Luas Perkebunan Kopi Rakyat: 123.720 hektare
  • Kontribusi Indonesia terhadap Dunia: Sekitar 7% (posisi 4 besar dunia bersama Brasil, Vietnam, dan Kolombia)

Sebaran Daerah Penghasil Utama

Sebaran kawasan sentra produksi kopi rakyat di Jawa Timur terkonsentrasi di beberapa wilayah potensial. Wilayah tersebut meliputi Kabupaten Malang, Banyuwangi, Bondowoso, Jember, hingga Situbondo, yang masing-masing menyumbang cita rasa khas berdasarkan kondisi geografis tanah setempat.

Di samping komoditas kopi, Pemprov Jatim juga secara agresif memperkuat klasterisasi pengembangan kakao. Penguatan sektor kakao ini disebarkan melalui klaster khusus yang berada di wilayah Blitar, Madiun, Trenggalek, hingga Pacitan sebagai bagian dari program diversifikasi tanaman perkebunan daerah.

Harga Sembako Telur Ayam Ras Dan Sayuran Merangkak Naik - Selamat Pagi Indonesia | METRO TV

Sinergi Strategis Bersama Bank Indonesia dan Pemantauan Pasar

Guna mewujudkan ekosistem perdagangan perkebunan yang berkelanjutan, Pemprov Jatim menggandeng berbagai pihak otoritas, termasuk Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta beserta jajaran Bank Indonesia. Kemitraan ini ditujukan untuk memfasilitasi pendampingan UMKM perkebunan dan perluasan pembiayaan.

"Kopi dan kakao adalah dua komoditas unggulan yang siap terus ditingkatkan daya saingnya guna menjamin stabilitas pendapatan para petani. Saya menyampaikan terima kasih kepada Bank Indonesia yang terus menjadi mitra strategis dalam memperkuat ekosistem kopi dan kakao Jawa Timur. Sinergi seperti inilah yang harus terus diperkuat agar petani memperoleh nilai tambah yang semakin besar," kata Khofifah.

Pertanyaan warga terkait kondisi komoditas harian seperti "bagaimana perkembangan harga sembako hari ini 21 Juli 2026?" terus dipantau secara berkala melalui sistem pencatatan pasar resmi Pemprov Jatim, yakni SISKAPERBAPO. Pantauan sistem ini mencakup seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur, mulai dari Kabupaten Bangkalan, Banyuwangi, Blitar, Bojonegoro, Bondowoso, Gresik, Jember, Jombang, Kediri, Lamongan, Lumajang, Madiun, Magetan, Malang, Mojokerto, Nganjuk, Ngawi, Pacitan, Pamekasan, Pasuruan, Ponorogo, Probolinggo, Sampang, Sidoarjo, Situbondo, Sumenep, Trenggalek, Tuban, Tulungagung, hingga wilayah perkotaan seperti Kota Batu, Kota Blitar, Kota Kediri, Kota Madiun, Kota Malang, Kota Mojokerto, Kota Pasuruan, Kota Probolinggo, dan Kota Surabaya.

Tabel Pemetaan Daerah Sentra Komoditas Perkebunan Jawa Timur
KomoditasDaerah Sentra UtamaCakupan / Luas Wilayah
Kopi RakyatMalang, Banyuwangi, Bondowoso, Jember, Situbondo123.720 hektare (Produksi: 80.895 ton)
Kakao (Cokelat)Blitar, Madiun, Trenggalek, PacitanKlaster Diversifikasi Perkebunan Jatim
Informasi harga komoditas dan pangan dapat berfluktuasi sewaktu-waktu. Berbelanja dengan bijak dan pantau informasi harga resmi dari pemerintah.

Gubernur Khofifah optimistis bahwa dengan penguatan jaringan sertifikasi internasional dan sinergi antarlembaga yang konsisten, komoditas hasil perkebunan dari Jawa Timur akan makin mendominasi pasar global sekaligus memperkuat perekonomian para petani di daerah.

Advertisement
Scroll To Continue with Content
Follow indonesiakita.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed