Gianni Infantino Bantah Isu Pembayaran Pesangon Mantan Kekasih di UEFA
Tuduhan mengenai pengaturan pembayaran pesangon kepada seorang mantan pegawai wanita di UEFA dibantah keras oleh Presiden FIFA, Gianni Infantino, seperti dilansir dari Bola. Isu ini mengemuka setelah media Inggris merilis laporan terkait pembayaran bernilai enam digit kepada mantan pekerja UEFA yang disinyalir pernah memiliki hubungan spesial dengannya. Infantino dikabarkan sempat menjalin hubungan dengan pegawai junior tersebut saat masih menjabat sebagai Sekretaris Jenderal UEFA dalam kurun waktu 2000 hingga 2016, sebelum akhirnya terpilih memimpin FIFA.
Pihak UEFA membenarkan adanya transaksi pembayaran terkait kompensasi pengunduran diri staf tersebut, tetapi tidak membeberkan secara mendalam mengenai nominal maupun prosedur pelaksanaannya.
Merespons maraknya pemberitaan yang beredar, pihak otoritas tertinggi sepak bola dunia langsung menyuarakan pembelaan resmi untuk meluruskan kabar miring yang menyeret nama pimpinan mereka. "Presiden FIFA Gianni Infantino dengan tegas membantah tuduhan tersebut. Tuduhan itu sama sekali tidak benar," demikian pernyataan FIFA seperti dikutip dari laporan media Inggris, Minggu (9/8/2026).
Selain itu, federasi juga memastikan tidak pernah menerima laporan resmi terkait dugaan pelanggaran etika atau perilaku tidak patas dari Pria berusia 56 tahun tersebut, baik selama bertugas di UEFA maupun di FIFA. Kemunculan skandal baru ini kian memperberat gelombang tekanan politik yang menerpa kepemimpinan Infantino dalam beberapa waktu terakhir.
Situasi memanas menyusul wacana kontroversial FIFA yang berniat melepas sebagian hak ekonomi serta kepemilikan pada beberapa ajang kompetisi resmi. Rencana bisnis itu memicu gelombang penolakan keras dari deretan asosiasi sepak bola di kawasan Eropa, bahkan sejumlah negara sempat mengancam akan mengambil tindakan tegas. Meski FIFA pada akhirnya menyampaikan permohonan maaf dan merombak usulan tersebut usai memicu kekecewaan publik, tensi ketegangan di internal organisasi belum sepenuhnya mereda.
Beberapa federasi anggota dilaporkan terus meragukan kapabilitas kepemimpinan sang presiden menjelang agenda Pemilihan Presiden FIFA 2027, termasuk Federasi Sepak Bola Inggris (FA) yang dikabarkan resmi mencabut dukungannya.
Sorotan Kedekatan dengan Donald Trump
Di luar dinamika internal organisasi, kedekatan Infantino dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, turut menjadi sorotan publik sepanjang gelaran Piala Dunia 2026. Perhatian publik meruncing usai Trump mengaku pernah meminta Infantino melakukan intervensi atas sanksi kartu merah yang diterima oleh penyerang Timnas Amerika Serikat, Folarin Balogun. Pasca-insiden intervensi tersebut, Balogun diketahui tetap diizinkan memperkuat skuad Paman Sam pada pertandingan babak 16 besar.
Rangkaian dinamika dan kontroversi ini membuat Infantino harus menghadapi tantangan politik yang kian memanas di tampuk kepemimpinan FIFA menuju pemilihan 2027.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow