DLH Kota Gorontalo Ungkap Defisit Biaya Operasional Retribusi Sampah

Smallest Font
Largest Font

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Gorontalo mencatat ketimpangan besar antara penerimaan retribusi sampah dan biaya operasional pelayanan persampahan, sebagaimana disampaikan dalam sosialisasi bersama warga Kelurahan Molosipat W, Senin, 27 Juli 2026, seperti dilansir dari Ulanda.

Kepala DLH Kota Gorontalo Lukman Kasim menjelaskan bahwa pada 2025 penerimaan retribusi sampah hanya mencapai sekitar Rp3,2 miliar, padahal kebutuhan operasional pelayanan kebersihan kota menembus angka Rp9 miliar.

Masalah kebersihan di wilayah Gorontalo dinilai membutuhkan kepedulian bersama dari seluruh lapisan masyarakat agar kondisi lingkungan dapat terjaga dengan baik.

"Persoalan kebersihan ini tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat agar Kota Gorontalo tetap bersih," ujar Lukman Kasim, Kepala DLH Kota Gorontalo.

Untuk menunjang pengangkutan sampah di sembilan kecamatan, pemerintah telah mengoperasikan 54 kendaraan listrik berfasilitas pengisian daya, sembilan unit dump truck, lima arm roll, delapan mobil pikap, 28 kendaraan Viar, serta mendanai 340 tenaga kebersihan.

Warga diimbau mematuhi jadwal pembuangan sampah dari pukul 22.00 hingga 06.00 Wita guna memastikan kawasan perkotaan bersih di pagi hari, serta mematuhi aturan larangan pembakaran sampah terbuka.

"Kebijakan pemerintah saat ini melarang pembakaran terbuka karena berpotensi mencemari udara dan berdampak terhadap kesehatan masyarakat," kata Lukman Kasim, Kepala DLH Kota Gorontalo.

Pemerintah menetapkan tarif retribusi rumah tangga sebesar Rp25 ribu per bulan, sementara kategori usaha disesuaikan dengan skala bisnis masing-masing. Tahun ini, DLH Kota Gorontalo melakukan pendataan ulang secara langsung ke lapangan guna menjarak pelaku usaha yang belum terdaftar sebagai wajib retribusi.

"Artinya masih terdapat selisih pembiayaan yang cukup besar. Karena itu kami berharap masyarakat mendukung melalui kepatuhan membayar retribusi sesuai ketentuan," ujar Lukman Kasim, Kepala DLH Kota Gorontalo.

Melalui sosialisasi tersebut, DLH memperkenalkan slogan pengingat "Sampahmu Milikmu, Tanggung Jawabmu" agar setiap individu sadar akan sampah yang diproduksi.

"Kami percaya masyarakat Molosipat W memiliki kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan. Mari kita terus bekerja sama mewujudkan Kota Gorontalo yang bersih, sehat, dan nyaman untuk semua," ujar Lukman Kasim, Kepala DLH Kota Gorontalo.

Advertisement
Scroll To Continue with Content
Follow indonesiakita.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed