Bupati Boalemo Ingatkan ASN Berikan Pelayanan Nyata Bukan Sekadar Absen

Smallest Font
Largest Font

Bupati Boalemo Rum Pagau mengingatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) agar tidak terjebak pada rutinitas administratif dan sekadar memenuhi kewajiban formal sebagai pegawai pemerintah. Pelayanan publik konkret kini menjadi tuntutan utama dari masyarakat.

Seperti dilansir dari Ulanda, arahan tersebut disampaikan saat memimpin Apel Korpri di Alun-alun Tilamuta, Rabu, 17 Juni 2026. Di hadapan ratusan pegawai, posisi aparatur negara disebut tengah berada dalam sorotan tajam publik.

Masyarakat saat ini menilai performa pemerintah dari kualitas pelayanan riil yang diterima setiap hari, bukan lagi sekadar dari program yang dirancang di atas kertas. ASN dituntut menunjukkan integritas, profesionalisme, etika, dan keteladanan.

"Tanggung jawab ASN hari ini semakin besar. Masyarakat menuntut pelayanan yang cepat, bersih, transparan, dan responsif," kata Rum Pagau.

Kemajuan teknologi serta meningkatnya kesadaran warga terhadap hak pelayanan publik memaksa birokrasi bekerja lebih terbuka dan akuntabel. Pola pikir lama dalam mengemban tugas sebagai pelayan masyarakat harus segera diubah.

Keberhasilan seorang aparatur sipil tidak lagi diukur dari presensi kehadiran di kantor atau terpenuhinya laporan administrasi. Indikator utama kesuksesan terletak pada besarnya dampak positif yang dirasakan langsung oleh publik.

"Jangan bekerja sekadar menggugurkan kewajiban, tetapi benar-benar menghadirkan pelayanan yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Boalemo," ujarnya.

Kompleksitas pemerintahan ke depan dipastikan meningkat seiring dinamika sosial dan perkembangan teknologi. ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Boalemo diwajibkan memperkuat disiplin, kompetensi, dan rasa tanggung jawab.

"Kehadiran ASN harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," tegasnya.

Tantangan Kebersihan Lingkungan dan Pengelolaan Sampah

Selain masalah birokrasi, penanganan sampah dan kebersihan lingkungan menjadi sorotan penting. Pertumbuhan penduduk serta peningkatan aktivitas masyarakat memicu lonjakan volume sampah di Kabupaten Boalemo.

Aparatur pemerintah diminta menggalakkan kembali budaya kerja bakti dan gotong royong secara rutin. Jika diabaikan, persoalan limbah ini diprediksi merusak estetika wilayah serta mengancam kesehatan warga.

Tanggung jawab kebersihan lingkungan tidak dapat dibebankan sepenuhnya kepada petugas kebersihan atau pemerintah daerah. Sektor ini membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat, dengan ASN sebagai motor penggeraknya.

Agenda kerja bakti berkala wajib dilaksanakan di kawasan perkantoran, fasilitas umum, hingga area permukiman warga.

"Semangat kebersamaan, kerja keras, dan komitmen yang kuat dapat menjadikan Kabupaten Boalemo sebagai daerah yang bersih, tertata, nyaman, aman, dan semakin maju," kata Rum Pagau.

Momentum Apel Korpri ini diharapkan menjadi ruang refleksi bersama mengenai hakikat pengabdian. Kewajiban aparatur negara tidak berhenti pada kepatuhan kepada pimpinan, melainkan pada pemenuhan amanah masyarakat.

"Momentum apel Korpri hari ini, mari kita jadikan sebagai pengingat bahwa tugas dan tanggung jawab kita bukan hanya kepada pimpinan, tetapi juga kepada masyarakat," pungkasnya.

Advertisement
Scroll To Continue with Content
Follow indonesiakita.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed