BP Batam Gelar Festival Sepak Bola Grassroot 2026
Batam Prime International Grassroot Football Festival 2026 resmi bergulir di Stadion Temenggung Abdul Jamal, Batam, pada 7-9 Agustus 2026. Sebanyak 48 tim dari kelompok usia U-8, U-10, dan U-12 berpartisipasi dalam ajang tersebut, seperti dilansir dari Bola.
Turnamen ini dirancang sebagai langkah awal membangun sistem pembinaan sepak bola yang berjenjang. Selain menjadi wadah kompetisi, ajang ini berfungsi memetakan bakat muda dari berbagai daerah agar dapat merasakan atmosfer pertandingan sejak usia dini.
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menegaskan pentingnya peran olahraga dalam pembangunan sumber daya manusia serta pembentukan karakter para pemain.
"Sepak bola tidak hanya membentuk kemampuan atletik, tetapi juga menanamkan disiplin, kerja sama, sportivitas, tanggung jawab, dan kepemimpinan sejak usia dini," ujar Amsakar Achmad.
Pihak penyelenggara juga menyiapkan program pembinaan berkelanjutan melalui rencana penyelenggaraan Batam Prime International Football Series. Kompetisi lanjutan ini akan mempertemukan tim terbaik Regional Batam dengan akademi nasional dan negara tetangga.
Deputi Bidang Investasi BP Batam sekaligus Pembina Batam Prime International Grassroot Football Festival 2026, Fary Djemy Francis, menekankan pentingnya proses pembinaan jangka panjang bagi para atlet muda.
"Turnamen selesai dalam beberapa hari, tetapi pembinaan harus berjalan bertahun-tahun. Kita ingin setiap anak yang memiliki talenta mendapatkan jalan yang jelas untuk berkembang dari lapangan Batam menuju level nasional bahkan internasional," kata Fary Djemy Francis.
Sebagai bentuk pengembangan program, pihak penyelenggara menjalin kerja sama dengan Akademi Garudayaksa FC. Pemain potensial yang terpantau selama kompetisi berpeluang mengikuti seleksi dan program pembinaan di akademi tersebut.
"Ukuran keberhasilan bukan lagi hanya berapa banyak tim yang bertanding atau siapa yang membawa pulang piala, tetapi berapa banyak anak yang setelah turnamen mendapatkan kesempatan naik ke jenjang pembinaan berikutnya," kata Fary Djemy Francis.
Fary, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina Garudayaksa FC, menilai posisi Batam sangat strategis karena berdekatan dengan Singapura dan Malaysia. Hal ini membuka peluang kerja sama regional di Asia Tenggara sekaligus menggerakkan ekonomi daerah melalui sektor perhotelan, transportasi, kuliner, dan UMKM.
"Kita tidak hanya mencari siapa yang menjadi juara hari ini. Kita sedang mencari siapa yang suatu hari nanti bisa menjadi bintang dan mengenakan Merah Putih. Perjalanannya bisa dimulai dari Batam," ujar Fary Djemy Francis.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow