Boalemo Tambah Empat Kampung Nelayan Baru pada 2026
Kabupaten Boalemo bakal memperluas program Kampung Nelayan ke empat desa baru pada tahun 2026. Langkah ini diambil sebagai bagian dari transformasi kawasan pesisir guna memicu pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat. Kepastian mengenai perluasan program ini diperoleh saat pelaksanaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Akselerasi Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) Sektor Kelautan dan Perikanan.
Dilansir dari Ulanda, Wakil Bupati Boalemo Lahmuddin Hambali menghadiri langsung forum nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tersebut. Agenda nasional ini dihadiri oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan Ashaf, Ketua Komisi IV DPR RI, beserta jajaran pejabat eselon I dan II KKP. Unsur TNI, perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, serta sejumlah kepala daerah juga turut serta dalam forum untuk menyelaraskan arah pembangunan sektor kelautan.
Di sela-sela Rakornas, Wakil Bupati Boalemo melakukan diskusi langsung dengan Sakti Wahyu Trenggono dan Didit Herdiawan Ashaf. Pertemuan tersebut menjadi ruang koordinasi agar program dari pemerintah pusat berjalan sesuai kebutuhan warga pesisir Boalemo.
Lahmuddin mengapresiasi dukungan KKP terhadap pembangunan kawasan pesisir di daerahnya. Perhatian pemerintah pusat dinilai membuka peluang besar bagi Boalemo untuk mempercepat pembangunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan. Saat ini, KKP sedang menjalankan pembangunan kawasan Kampung Nelayan di Desa Pentadu Barat dengan alokasi anggaran sekitar Rp22 miliar. Proyek tersebut ditujukan untuk memperbaiki kawasan permukiman sekaligus melengkapi sarana pendukung agar aktivitas ekonomi nelayan menjadi lebih produktif.
Pemerintah daerah menganggap penataan di Desa Pentadu Barat ini sebagai investasi strategis untuk memperkuat ekonomi kelautan. Kawasan pesisir diharapkan menjadi lebih tertata, sehat, dan memiliki fasilitas penunjang hasil usaha yang memadai. Perluasan program Kampung Nelayan pada tahun 2026 akan menyasar empat lokasi baru. Wilayah tersebut meliputi Desa Tabulo Selatan di Kecamatan Mananggu, Desa Patoameme di Kecamatan Botumoito, Desa Tabongo di Kecamatan Dulupi, serta Desa Bubaa di Kecamatan Paguyaman Pantai.
Penambahan lokasi ini menjadi indikator bahwa potensi sektor kelautan Boalemo kian diperhitungkan dalam agenda pembangunan nasional. Kehadiran program di empat desa tersebut diproyeksikan mampu menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis kemasyarakatan. Menurut Lahmuddin, perluasan jangkauan program bukan sekadar pembangunan fisik semata.
Kebijakan ini menjadi sarana meningkatkan kualitas hidup warga lewat penyediaan infrastruktur, penguatan ekonomi lokal, dan pengembangan kawasan produktif. "Pemerintah Kabupaten Boalemo berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan agar seluruh program yang telah dialokasikan dapat terlaksana secara optimal, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kami berharap program-program ini mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan sekaligus menjadikan kawasan pesisir Boalemo lebih maju, produktif, dan berdaya saing," ujar Wakil Bupati.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan program ini membutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah desa, hingga masyarakat penerima manfaat. Sinergi tersebut diharapkan dapat melahirkan infrastruktur baru sekaligus memperkokoh daya saing sektor perikanan sebagai tulang punggung ekonomi daerah.
Keberlanjutan proyek Kampung Nelayan menjadi momentum bagi Boalemo untuk meratakan pembangunan hingga ke wilayah pinggiran pantai. Selain membenahi mutu permukiman, program ini diharapkan memicu kenaikan pendapatan warga serta membentuk desa pesisir yang mandiri.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow