Masih Layakkah Poco X3 NFC Dipakai Setelah Enam Tahun Meluncur

Smallest Font
Largest Font

Poco X3 NFC sempat menjadi fenomena besar saat pertama kali menggebrak pasar kelas menengah beberapa tahun silam. Memasuki tahun 2026, banyak pengguna mulai mempertanyakan apakah perangkat ikonik ini masih mampu menemani aktivitas digital harian secara optimal. Saya melihat ekspektasi tinggi terhadap perangkat ini sering kali berbenturan dengan realitas penuaan komponen hardware.

Menilai ponsel ini sekarang membutuhkan sudut pandang objektif, bukan sekadar nostalgia kesuksesan masa lalu. Bagi Anda yang masih memegang gawai ini atau berniat membelinya dalam kondisi bekas, mari kita bedah performanya secara mendalam. Kita akan melihat bagaimana spesifikasi teknisnya bertahan menghadapi tuntutan aplikasi zaman sekarang.

Saat pertama kali menggenggam Poco X3 NFC, satu hal yang langsung terasa di tangan adalah dimensinya yang masif. Ponsel ini memiliki tinggi 165,3 mm, lebar 76,8 mm, dan ketebalan mencapai 9,4 mm.

Bagi saya, ketebalan mendekati 10 mm membuat profilnya terlihat kurang estetik jika disandingkan dengan standar desain modern. Beratnya yang mencapai 215 gram juga berpotensi membuat tangan cepat lelah saat digunakan mengetik dalam durasi lama.

Material Bodi dan Kenyamanan Genggaman

Ukuran bodi yang besar ini sebenarnya merupakan konsekuensi dari kapasitas komponen di dalamnya. Namun, impresi kokoh tetap terasa berkat distribusi bobot yang cukup seimbang di seluruh area.

Penggunaan material pada penutup belakang juga memengaruhi kenyamanan harian Anda. Karakter fisiknya yang tebal membuat perangkat ini terasa sangat mendominasi saat dimasukkan ke dalam saku celana.

Layar IPS Layak Jempolan dengan Refresh Rate Tinggi

Sektor layar adalah salah satu bagian di mana Poco X3 NFC masih bisa membusungkan dada dengan percaya diri. Xiaomi membekali perangkat ini dengan layar berukuran 6,67 inci yang sangat lapang untuk menikmati konten multimedia.

Resolusi yang diusung sudah FHD+ 2400 x 1080 piksel dengan kerapatan layar mencapai 395 ppi. Berdasarkan data teknis dari po.co, panel ini memiliki aspek rasio 20:9 serta rasio kontras tipikal sebesar 1500:1.

Keunggulan Refresh Rate 120Hz

Kehadiran fitur refresh rate 120Hz pada panel IPS perangkat ini terbukti membuat pergerakan animasi terlihat sangat mulus. Ditambah lagi, touch sampling rate 240Hz membuat respons sentuhan jari terasa instan saat bernavigasi.

Proteksi layarnya pun tidak main-main karena sudah dilapisi oleh kaca pelindung Corning® Gorilla® Glass 5. Tidak ketinggalan, sertifikasi TÜV Rheinland Low Blue Light hadir untuk menjaga mata Anda tidak cepat lelah saat menatap layar.

Ulasan Lengkap Poco X3 NFC Setelah Penggunaan Jangka Panjang | GadgetIn

Dapur Pacu Snapdragon 732G Melawan Tuntutan Aplikasi Modern

Beralih ke sektor performa, Poco X3 NFC mengandalkan chipset Qualcomm Snapdragon 732G yang dibangun dengan proses fabrikasi 8nm. Prosesor octa-core ini ditenagai oleh arsitektur CPU Qualcomm Kryo 470 dengan kecepatan clock hingga 2,3GHz.

Untuk urusan olah grafis, chipset ini ditemani oleh GPU Adreno 618 yang berjalan pada kecepatan hingga 800MHz. Kinerja kecerdasan buatannya disokong oleh 4th Generation Qualcomm AI Engine untuk efisiensi pemrosesan sistem.

Varian RAM dan Kapasitas Penyimpanan Internal

Sistem pemrosesan data pada smartphone ini didukung oleh RAM berkapasitas 6GB (6144 MB). Sementara itu, untuk ruang penyimpanan internal, terdapat dua opsi varian yang bisa dipilih pengguna sejak awal peluncurannya.

  • Varian kapasitas memori internal sebesar 64GB
  • Varian kapasitas memori internal sebesar 128GB

Kombinasi hardware ini masih cukup mumpuni untuk menjalankan aplikasi media sosial ataupun berkirim pesan harian. Namun, untuk multitasking berat, RAM 6GB saat ini mulai menunjukkan batas kemampuannya yang maksimal.

Dari spesifikasinya, menurut saya performa Snapdragon 732G sudah mulai kedodoran jika dipaksa menjalankan game-game rilisan terbaru dengan tuntutan grafis 3D yang sangat kompleks.

Penurunan performa ini adalah hal yang wajar mengingat perkembangan software yang semakin rakus sumber daya hardware. Anda harus menurunkan ekspektasi grafis ke tingkat rata kiri agar jalannya permainan bisa tetap stabil.

Rangkuman Data Teknis Poco X3 NFC

Untuk memudahkan Anda melihat seluruh aspek hardware utama dari perangkat ini, mari perhatikan detail spesifikasi resminya. Semua data ini mencerminkan apa yang tertanam di dalam komponen fisik gawai tersebut.

Spesifikasi Komponen Utama Smartphone Poco X3 NFC
Komponen PerangkatSpesifikasi Resmi
Chipset UtamaQualcomm Snapdragon 732G (8nm)
Kecepatan CPUOcta-core hingga 2,3GHz
Pengolah GrafisAdreno 618 hingga 800MHz
Kapasitas RAM6GB (6144 MB)
Ukuran Layar6,67 inci
Resolusi PanelFHD+ 2400 x 1080 piksel
Bobot Fisik215 g

Melihat tabel di atas, konfigurasi yang ditawarkan sebenarnya masih terlihat mentereng untuk standar ponsel terjangkau. Hanya saja, Anda harus menerima kenyataan bahwa fabrikasi 8nm sudah tertinggal jauh dalam hal efisiensi daya.

Kelemahan Nyata yang Harus Anda Hadapi Sekarang

Membeli atau mempertahankan Poco X3 NFC saat ini tentu bukan tanpa risiko karena ada beberapa kekurangan yang mengganggu. Pertama, absennya konektivitas 5G membuat perangkat ini kurang siap menghadapi masa depan jaringan seluler seluler.

Masalah suhu juga menjadi catatan kritis saya karena fabrikasi 8nm miliknya cenderung lebih cepat hangat saat bekerja keras. Suhu panas yang meningkat ini lambat laun akan memicu terjadinya thermal throttling yang menurunkan frame rate.

Selain itu, dukungan pembaruan sistem operasi resmi dari pihak pabrikan dipastikan sudah berakhir untuk model ini. Menjalankan versi Android yang lawas tentu memperbesar celah keamanan terhadap serangan siber pada data pribadi Anda.

Nilai Jual di Pasar Seken dan Konteks Harga

Ketika pertama kali meluncur, ponsel ini mengguncang pasar global karena ditawarkan dengan harga yang sangat agresif di bawah USD 200. Berdasarkan laporan data penjualan toko online Shopee di Malaysia, harganya kala itu berada di kisaran RM 799. Dilansir dari ulasan Robin Wong, paket penjualan awal tersebut bahkan sempat menyertakan promo gratis ongkos kirim yang membuatnya kian viral. Kini, di pasar handphone bekas, nilainya sudah menyusut drastis ke angka satu jutaan saja.

Dengan harga seken yang sangat murah tersebut, fitur NFC yang diusungnya tetap menjadi daya tarik yang sangat fungsional. Kemudahan mengecek ataupun mengisi saldo kartu tol elektronik langsung dari ponsel adalah sebuah kemewahan di kelas harga ini. Poco X3 NFC pada akhirnya tetap berdiri sebagai salah satu mahakarya masa lalu yang masih memiliki taji di sektor layar dan fungsionalitas harian. Ponsel bongsor ini sangat cocok dijadikan sebagai perangkat cadangan atau gawai utama bagi pengguna dengan dana yang sangat terbatas.

Advertisement
Scroll To Continue with Content
Follow indonesiakita.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed