Hp Xiaomi POCO X3 NFC Masih Layak Dipakai Setelah Lima Tahun Rilis

Smallest Font
Largest Font

Hp Xiaomi POCO X3 NFC kini telah melewati perjalanan panjang sejak pertama kali mengguncang pasar smartphone kelas menengah beberapa tahun lalu.

Sebagai penikmat teknologi, saya masih ingat betul bagaimana perangkat ini dipuja karena menawarkan spesifikasi tinggi dengan harga yang sangat merusak pasar pada masanya. Namun, waktu terus berjalan dan standar aplikasi mobile di tahun 2026 sudah jauh berubah dibandingkan saat ponsel ini pertama kali diperkenalkan.

Apakah perangkat yang mengandalkan chipset Qualcomm Snapdragon 732G ini masih sanggup memenuhi kebutuhan harian Anda sekarang, atau justru sudah menjadi beban yang memperlambat produktivitas? Mari kita bedah secara objektif dan kritis tanpa pemanis buatan.

Saat pertama kali menggenggam Xiaomi POCO X3 NFC, impresi utama saya langsung tertuju pada ukurannya yang masif dan tebal.

Perangkat ini memiliki tinggi 165,3 mm, lebar 76,8 mm, dengan ketebalan mencapai 9,4 mm. Menariknya, versi India dari lini ini, yang dikenal sebagai POCO X3 non-NFC, bahkan hadir lebih tebal lagi di angka 10,1 mm.

Ukurannya yang tebal membuat kenyamanan genggaman menjadi berkurang.

Bobot Xiaomi POCO X3 NFC berada di angka 215 gram, sementara untuk versi non-NFC India melonjak hingga 225 gram. Menggunakan ponsel seberat ini dalam durasi lama untuk membalas pesan atau maraton video benar-benar membuat pergelangan tangan cepat lelah. Saya merasa ketebalan dan bobot ini menjadi salah satu kompromi terbesar yang harus Anda terima jika masih bertahan menggunakan perangkat ini.

Desainnya terasa sangat kontras jika kita membandingkannya dengan model lain dalam silsilah keluarganya.

Ambil contoh POCO X3 GT yang meluncur setelahnya dengan ketebalan yang dipangkas menjadi 8,9 mm saja dan bobot lebih ringan di angka 193 gram. Di tahun 2026, ketika standar ponsel pintar bergeser ke arah desain yang lebih tipis dan ergonomis, Xiaomi POCO X3 NFC terasa seperti sebuah batu bata di dalam saku celana Anda.

Layar IPS LCD 120Hz yang Masih Cukup Menolong

Sektor layar adalah bagian di mana perangkat ini masih bisa sedikit menegakkan kepala di era modern.

Xiaomi POCO X3 NFC mengusung layar 6,67 inci FHD+ DotDisplay dengan panel IPS LCD yang memiliki resolusi 2400 x 1080 piksel serta aspek rasio 20:9.

Kerapatan layar yang mencapai kisaran 395 ppi membuat visual yang disajikan masih terlihat tajam untuk membaca artikel atau menyaksikan tayangan streaming. Keberadaan refresh rate 120Hz dan touch sampling rate 240Hz juga membuat pergerakan animasi menu terasa mulus.

Namun, jangan buru-buru terpesona karena panel IPS LCD ini punya keterbatasan yang nyata jika dibandingkan dengan panel modern.

Tingkat kecerahan tipikal dari layar ini hanya berada di angka 450 nits. Pengalaman saya menunjukkan bahwa tingkat kecerahan seperti ini akan membuat Anda kesulitan melihat isi layar secara jelas saat berada di bawah terik matahari langsung. Kontras rasio yang hanya 1500:1 juga membuat warna hitam tidak pekat, melainkan cenderung keabu-abuan.

Untungnya, aspek durabilitas layar ini tergolong solid karena dilapisi oleh kaca pelindung Corning Gorilla Glass 5.

Lapisannya setingkat lebih rendah dibanding saudaranya, POCO X3 Pro, yang sudah memakai Corning Gorilla Glass 6. Layar Xiaomi POCO X3 NFC juga telah mendukung sertifikasi L1 Widevine, yang berarti Anda masih bisa menikmati konten resolusi tinggi di berbagai platform streaming digital secara resmi.

Menguji Nafas Chipset Qualcomm Snapdragon 732G di Tahun 2026

Mari kita bicara tentang dapur pacu, sektor yang paling krusial untuk menentukan apakah ponsel ini masih layak atau sudah kedaluwarsa.

Xiaomi POCO X3 NFC dipersenjatai oleh chipset Qualcomm Snapdragon 732G yang dibangun dengan arsitektur fabrikasi 8 nanometer. Di dalam chipset octa-core ini, terdapat konfigurasi 2 inti Kryo 470 Gold dengan kecepatan 2,3 GHz dan 6 inti Kryo 470 Silver yang berjalan di 1,8 GHz. Urusan grafis diserahkan pada GPU Adreno 618 dengan kecepatan komputasi hingga kisaran 800 MHz.

Untuk keperluan ringan, performa racikan komponen ini sebenarnya masih terasa relatif lancar.

Aplikasi harian seperti pengirim pesan instant, browser, dan media sosial masih bisa dijalankan dengan baik tanpa hambatan yang berarti. Masalah baru akan muncul ketika Anda mulai memaksa chipset kelas menengah yang menua ini untuk membuka aplikasi yang membutuhkan komputasi berat secara simultan.

POCO X3 NFC di 2026 – Apa Masih Layak? | GadgetIn

Suhu perangkat akan meningkat cukup cepat ketika dipaksa bekerja keras, yang berujung pada penurunan performa secara drastis untuk menghindari overheat.

Jika kita menengok para saudaranya, ketimpangan performa ini akan terlihat semakin menganga dan mempertegas posisi ponsel ini.

  • POCO X3 Pro mengandalkan Qualcomm Snapdragon 860 yang memiliki fabrikasi 7nm dengan CPU Kryo 485 hingga 2,96GHz serta pengolah grafis Adreno 640 yang jauh lebih bertenaga.
  • POCO X3 GT melangkah lebih jauh lagi dengan mengadopsi MediaTek Dimensity 1100 berfabrikasi 6nm, yang diperkuat inti CPU Arm Cortex-A78 dan GPU 9-core Arm Mali-G77.
  • Perbedaan arsitektur ini membuat Xiaomi POCO X3 NFC versi standar tertinggal jauh dalam hal efisiensi daya dan manajemen suhu.

Perbandingan Spesifikasi Fisik dan Dapur Pacu Keluarga POCO X3 Series

Untuk memudahkan Anda melihat posisi spesifikasi ponsel ini di antara keluarga besarnya, saya telah merangkum datanya secara terstruktur.

Spesifikasi Teknis Lini Perangkat Xiaomi POCO X3 Series
Model PerangkatChipset UtamaKetebalan FisikBobot TotalPelindung Layar
POCO X3 NFCQualcomm Snapdragon 732G9,4 mm215 gCorning Gorilla Glass 5
POCO X3 ProQualcomm Snapdragon 8609,4 mm215 gCorning Gorilla Glass 6
POCO X3 (India)Qualcomm Snapdragon 732G10,1 mm225 gCorning Gorilla Glass 5
POCO X3 GTMediaTek Dimensity 11008,9 mm193 g

Data di atas memperlihatkan dengan jelas bagaimana Xiaomi POCO X3 NFC berada di posisi tengah dalam hal ketebalan fisik, namun tertinggal dari segi performa chipset jika disandingkan dengan model Pro atau GT.

Kekurangan Nyata yang Harus Dipertimbangkan Sebelum Membeli Seken

Membeli atau mempertahankan Xiaomi POCO X3 NFC saat ini menuntut Anda untuk berkompromi dengan banyak keterbatasan teknis.

Pertama, absennya konektivitas jaringan 5G adalah kekurangan yang paling terasa, mengingat penyebaran sinyal generasi kelima tersebut sudah semakin merata. Mengandalkan modem 4G LTE bawaannya berarti Anda harus puas dengan kecepatan transfer data yang lebih terbatas untuk beberapa tahun ke depan.

Kekurangan kedua terletak pada dukungan sistem operasi yang sudah resmi dihentikan oleh pihak pabrikan.

Ponsel ini tidak lagi mendapatkan pembaruan keamanan penting, yang membuatnya lebih rentan terhadap celah keamanan siber modern. Selain itu, seiring berjalannya waktu, komponen baterai bawaan dari perangkat seken yang beredar di pasar pasti sudah mengalami degradasi performa yang cukup parah.

Anda harus bersiap menghadapi situasi di mana baterai ponsel akan lebih cepat habis dan membutuhkan pengisian daya yang lebih sering dalam sehari.

Layar IPS LCD miliknya juga memiliki potensi mengalami gejala shadow atau image retention pada tepi panel karena faktor usia pemakaian yang sudah lama. Biaya tambahan untuk mengganti baterai atau panel layar yang rusak harus dimasukkan ke dalam kalkulasi finansial Anda jika tetap bersikeras membeli unit bekasnya.

Menilai seluruh aspek yang ada, Xiaomi POCO X3 NFC pada akhirnya menjelma menjadi sebuah perangkat yang sulit untuk direkomendasikan secara mutlak saat ini. Ponsel ini memang masih sanggup menjalankan fungsi-fungsi dasar komunikasi dengan baik, dan layar 120Hz miliknya setidaknya masih memberikan kenyamanan visual yang layak untuk dinikmati.

Namun, kombinasi dari bobotnya yang berat, ketiadaan jaringan 5G, serta performa Snapdragon 732G yang mulai kewalahan menghadapi aplikasi modern membuat posisinya kian terdesak. Jika Anda adalah pengguna lama yang hanya menggunakannya untuk kebutuhan kasual, perangkat ini masih bisa dipertahankan, tetapi beralih ke model yang lebih baru dengan arsitektur chipset yang lebih modern merupakan keputusan yang jauh lebih bijak.

Advertisement
Scroll To Continue with Content
Follow indonesiakita.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed