Max Verstappen Ungkap Kenyamanan Baru di Kualifikasi F1 GP Monako
Pembalap Red Bull Racing Max Verstappen mengaku kembali menemukan performa mengemudi terbaiknya setelah menjalani sesi kualifikasi Formula 1 GP Monako pada Sabtu (6/6/2026). Seperti dilansir dari Bola, juara dunia empat kali tersebut menilai karakteristik sirkuit jalan raya Monte Carlo yang sempit dan berliku membuatnya bisa memacu mobil secara maksimal tanpa terbebani urusan pengelolaan energi.
Verstappen yang sempat mengeluhkan regulasi mesin 2026 karena menuntut manajemen energi yang terlalu besar saat kualifikasi, kini merasakan hal berbeda di lintasan Monako. Minimnya lintasan lurus panjang membuat kebutuhan pengisian ulang energi berkurang sehingga para pembalap bisa lebih sering menginjak pedal gas dalam-dalam.
Regulasi sasis baru musim ini juga dinilai Verstappen membawa dampak positif bagi visibilitas serta kebebasan dalam menentukan transmisi mobil.
"Saya rasa regulasi sasis tidak buruk sama sekali. Secara umum, mobil yang sekarang sedikit lebih sempit terasa cukup baik," kata Verstappen.
Ia juga menyukai perubahan pada area as roda depan yang kini terlihat lebih jelas saat memasuki tikungan.
"Saya juga menyukai visibilitas ke as roda depan yang kini kembali lebih baik saat memasuki apex tikungan, dibandingkan perangkat yang dulu berada di atas ban depan," imbuh Verstappen.
Menurut pembalap asal Belanda tersebut, kontrol penuh atas transmisi menjadi faktor penentu kenyamanan berkendara di sirkuit jalan raya ini.
"Jika Anda bisa melaju dengan pedal gas penuh dan memilih gigi yang ingin digunakan di tikungan, tentu rasanya selalu lebih baik," ujar Verstappen.
Sensasi tersebut membuatnya merasa bisa berkendara secara alami kembali di lintasan balap.
"Untuk pertama kalinya, saya merasa seperti diri saya sendiri lagi di dalam mobil. Setidaknya dalam cara menggunakan transmisi seperti yang saya inginkan," kata Verstappen.
Kendati demikian, Verstappen menyayangkan karena karakteristik sirkuit seperti Monako tidak banyak dijumpai dalam kalender balap Formula 1 musim ini.
"Sayangnya, kami tidak bisa menemukan kondisi seperti ini di banyak sirkuit dalam kalender balap. Namun, hal itulah yang membuat mobil terasa lebih alami untuk dikendarai," lanjut Verstappen.
Dalam sesi kualifikasi tersebut, Verstappen hampir merebut pole position sebelum akhirnya kalah tipis 0,043 detik dari pembalap Mercedes, Andrea Kimi Antonelli, yang meraih pole position keempatnya musim ini.
Verstappen mengaku sangat terkejut dengan kebangkitan cepat timnya setelah sempat mengalami kesulitan besar pada sesi latihan hari Jumat.
"Saya cukup terkejut. Setelah sesi pagi tadi, kami tertinggal sekitar sembilan per sepuluh detik," ujar Verstappen.
Ia mengakui tidak menduga bahwa tim Red Bull dapat langsung bersaing ketat untuk posisi terdepan.
"Saya yakin kami bisa melakukan perbaikan menjelang kualifikasi, tetapi saya tidak menyangka akan bertarung memperebutkan pole position," kata Verstappen.
Sebelum sesi dimulai, pembalap berusia 28 tahun itu bahkan hanya menetapkan target yang realistis.
"Sejujurnya ketika masuk ke mobil, saya berpikir, 'baiklah, mari mencoba memperbaiki posisi sedikit, mungkin finis di lima besar'. Itu target saya," ungkap Verstappen.
Namun, kendali mobil yang membaik sejak awal sesi kualifikasi mengubah jalannya persaingan bagi Red Bull.
"Tetapi sejak awal kualifikasi, mobil mulai terasa lebih baik," kata Verstappen.
Verstappen juga menyoroti beberapa kendala teknis yang masih tersisa pada mobilnya, terutama saat melintasi sektor tengah sirkuit.
"Kami masih memiliki beberapa masalah kecil. Terutama di sektor kedua, di situlah kami paling banyak kehilangan waktu," jelas Verstappen.
Ia menambahkan bahwa kerb dan permukaan jalan yang bergelombang menjadi tantangan tersendiri bagi karakter mobil Red Bull saat ini.
"Ada beberapa kerb yang harus dilewati dan sejumlah permukaan lintasan yang bergelombang. Saat ini karakter mobil kami masih membuat area tersebut sedikit lebih rumit untuk dihadapi," papar Verstappen.
Kendati gagal meraih pole position, Verstappen tetap mengapresiasi kerja keras tim yang berhasil menempatkan mobil di barisan depan start.
"Secara keseluruhan, kami menjalani sesi kualifikasi yang sangat baik. Kami berada di barisan depan dan ikut bersaing memperebutkan pole position," ujar Verstappen.
Hasil ini dianggap sebagai salah satu kebangkitan performa paling signifikan bagi Red Bull sepanjang musim ini.
"Jika setelah sesi kemarin ada yang mengatakan kami akan memulai balapan dari baris depan, saya pasti langsung menerimanya," kata Verstappen.
Perubahan performa dari sesi latihan pagi ke kualifikasi membuat sang pembalap merasa puas.
"Ini merupakan kebangkitan yang sangat baik," ucap Verstappen.
Ia merasa lega karena peningkatan performa krusial ini terjadi pada momen kualifikasi yang sangat menentukan di GP Monako.
"Pagi tadi saya benar-benar tidak senang, tetapi sekarang saya cukup puas lagi. Tentu itu hal yang bagus karena terjadi pada saat yang paling penting," tutur Verstappen.
Menatap balapan utama, Verstappen mengingatkan pentingnya momen start yang dinilai akan sangat menentukan hasil akhir perlombaan.
"Ini adalah sesi paling penting sepanjang akhir pekan," ujar Verstappen.
Ia menegaskan bahwa timnya masih harus menganalisis lebih lanjut mengenai prosedur start untuk mengamankan poin penuh.
"Namun, besok masih ada start balapan. Tahun ini tampaknya momen start menjadi lebih menentukan dibandingkan beberapa musim sebelumnya ketika hal itu tidak terlalu berpengaruh," kata Verstappen.
Terlepas dari berbagai tantangan di balapan esok hari, Red Bull menilai hasil kualifikasi ini sebagai modal yang sangat berharga.
"Itu masih harus kami pelajari lebih lanjut. Namun, secara keseluruhan, akhir pekan ini berjalan sangat positif bagi kami," tutup Verstappen.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow