Max Verstappen Siapkan Helm Khusus Tutup Balapan F1 GP Belanda 2026
Pembalap Red Bull Racing, Max Verstappen, bersiap menandai penampilan terakhir ajang Formula 1 di Sirkuit Zandvoort dengan meluncurkan desain helm serta kostum balap bernuansa oranye, sebagaimana dilansir dari Bola pada Selasa (18/8/2026).
Kepastian hilangnya GP Belanda dari kalender F1 selepas sesi balapan sprint akhir pekan ini mendorong Verstappen untuk mengalihkan fokus dari ambisi kemenangan menuju momen perpisahan bersama para pendukungnya.
Meski mengantongi rekor tiga kali kemenangan di lintasan kandang tersebut, pembalap berusia 28 tahun itu belum pernah mengamankan podium teratas sepanjang musim 2026.
"Ini adalah Grand Prix kandang saya, jadi tentu saya akan sangat menikmatinya," ujar Verstappen.
Ia menaruh harapan besar agar performa mobilnya di lintasan Zandvoort mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan seri sebelumnya.
"Saya berharap, terutama saat mengemudi! Semoga sedikit lebih baik daripada yang saya rasakan akhir pekan ini (di Hungaria), setidaknya," lanjut Verstappen.
Keterikatan emosional dengan publik penonton lokal menjadi alasan utama bagi Verstappen untuk memberikan kesan mendalam pada seri perpisahan ini.
"Akan sangat menyenangkan melihat para penggemar. Memang, kami tidak akan memiliki Grand Prix Formula 1 di sana, tetapi masih banyak seri balapan lain yang digelar di sana," tutur Verstappen.
Sirkuit yang berada di kawasan pesisir tersebut dipastikan tetap beroperasi untuk berbagai kegiatan otomotif lainnya di luar ajang jet darat utama.
"Jika Anda ingin melakukan track day, sirkuit itu juga tidak akan menghilang. Jadi, bagi saya, saya masih bisa bersenang-senang mengemudi di sana, hanya saja bukan dalam ajang Formula 1. Tidak masalah," sambung Verstappen.
Sikap legawa ditunjukkan pembalap berkebangsaan Belanda tersebut dalam menghadapi penghapusan jadwal balapan di tanah airnya.
"Saya hanya ingin menikmatinya bersama para penggemar," tegas Verstappen.
Sirkuit Zandvoort kembali masuk dalam ajang balap F1 sejak 2021 dengan mempertahankan karakter tradisionalnya seperti lintasan sempit, kecepatan tinggi, serta jebakan gravel yang menuntut ketelitian ekstra dari setiap pembalap.
"Ini sangat mengesankan. Apa yang mereka lakukan untuk mengembalikan sirkuit ini sungguh luar biasa," ujar Verstappen.
Kerja keras pengelola dalam mengembalikan ajang balap ke Belanda dinilai telah memberikan standar baru dalam penyajian hiburan olahraga otomotif bagi penonton global.
"Menurut saya, ketika mereka menggelar balapan pertama, itu menjadi contoh yang bagus bagi banyak Grand Prix lainnya mengenai bagaimana cara menyelenggarakan balapan sekaligus memberikan hiburan kepada para penggemar," tutup Verstappen.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow