Federico Valverde Jadi Kapten Pertama Real Madrid di Era Jose Mourinho

Smallest Font
Largest Font

Federico Valverde jadi kapten pertama Real Madrid di era Jose Mourinho. Usai musim 2025/26 yang naik turun, ia diproyeksikan kembali ke peran box-to-box kanan.

Selebrasi Federico Valverde dalam laga Real Madrid vs Elche di Liga Spanyol, Minggu (15/3/2026). (AP Photo/Manu Fernandez)

Bola.com, Jakarta - Federico Valverde memasuki fase baru di Real Madrid dengan status kapten pertama dan arahan langsung dari Jose Mourinho. Momen ini membuka jalan bagi gelandang Uruguay tersebut untuk kembali ke peran terbaiknya.

Musim 2025/26 berjalan naik turun bagi Valverde meski sempat tampil impresif melawan Manchester City di Liga Champions. Catatan resmi Real Madrid merekam 49 penampilan, sembilan gol, dan sembilan assist di semua kompetisi musim lalu.

Mourinho kini mengemban tugas utama mengembalikan karakter permainan Valverde agar kembali konsisten. Fokusnya bukan menjadikannya regista ala Toni Kroos atau Andrea Pirlo, melainkan memaksimalkan energi, agresivitas, dan pergerakan vertikalnya di sisi kanan.

Mourinho dan Penegasan Peran Valverde

Pelatih Real Madrid asal Portugal Jose Mourinho memberi isyarat saat memimpin sesi latihan di Stadion Alfredo di Stefano di Valdebebas, di pinggiran Madrid, pada 24 Juli 2026. (Javier SORIANO/AFP)

Mourinho perlu membantu Valverde memahami kembali identitas permainannya untuk memulihkan performa. Ia tidak harus menjadi pengatur tempo yang dominan seperti Kroos atau Pirlo di lini tengah.

Valverde lebih efektif saat menonjolkan intensitas, daya jelajah, dan agresivitas dalam menekan lawan. Karakter ini semakin hidup ketika ia ditempatkan di koridor kanan permainan.

Secara teknik, Valverde punya kemampuan menembak jarak jauh yang sangat baik. Namun, perannya bukan menjaga sirkulasi bola terus-menerus, melainkan bergerak box-to-box yang menghadirkan tekanan dan ancaman.

Oleh karena itu, profil gelandang nomor delapan dengan sentuhan hibrida di sisi kanan menjadi paling ideal. Mourinho perlu mengembalikan kebebasan itu agar Valverde tidak terjebak memainkan peran yang kurang sesuai dengan kelebihannya.

Kembali ke Kekuatan Alami di Sisi Kanan

Pemain Real Madrid, Federico Valverde, merayakan gol yang dicetak ke gawang Manchester City pada laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions di Stadion Santiago Bernabeu (12/3/2026). (AP Photo/Jose Breton)

Valverde terbiasa bermain di berbagai posisi: gelandang kanan, winger kanan, hingga bek kanan dalam situasi tertentu. Fleksibilitas tersebut menunjukkan nilai larinya, kemampuan menutup ruang, membantu pertahanan, dan masuk ke area serangan.

Saat ditempatkan di sisi kanan, Valverde bisa memberi dukungan ekstra kepada bek kanan. Selain itu, ia membantu lini depan melalui pergerakan tanpa bola yang konsisten.

Pola ini sekaligus membuka ruang bagi gelandang lain untuk mengatur permainan. Real Madrid tetap mendapatkan tenaga Valverde di area yang lebih agresif tanpa mengorbankan kontrol di tengah.

Dengan begitu, perannya kembali berporos pada kapasitas box-to-box yang dinamis. Identitas ini lebih selaras dengan kualitas alaminya ketimbang menjadi pengendali tempo.

Implikasi untuk Real Madrid Musim Ini

Memasuki menit ke-20, Real Madrid akhirnya membuka keunggulan 1-0, melalui skema serangan balik, Federico Valverde berhasil melewati Gianluigi Donnarumma lalu menceploskan bola ke gawang kosong Manchester City. Tampak dalam foto, pemain Real Madrid, Federico Valverde, merayakan golnya pada pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2025/2026 melawan Manchester City di stadion Santiago Bernabeu, Rabu 11 Maret 2026 waktu setempat atau Kamis 12 Maret 2026 dini hari WIB. (AP Photo/Jose Breton)

Memasuki musim kesembilan bersama Real Madrid dan berstatus kapten pertama, Valverde berada di titik penting kariernya. Ia menyambut era Mourinho dengan antusias dan ingin belajar langsung dari sang pelatih.

Tantangan terbesar Mourinho bukan sekadar menentukan posisi Valverde. Tugasnya memastikan sang gelandang kembali memahami kualitas yang membuatnya istimewa.

Jika Valverde kembali menjadi gelandang energik yang agresif, mampu melebar, melakukan pressing, dan membantu serangan, Los Blancos berpeluang mendapatkan kembali salah satu pemain terpentingnya. Ini sejalan dengan kebutuhan tim untuk mempertahankan intensitas di semua fase permainan.

Oleh karena itu, Valverde tidak perlu mengejar bayangan Kroos untuk menjadi gelandang kelas dunia. Ia justru harus kembali menjadi dirinya sendiri: serbabisa, berlari tanpa henti, menghancurkan struktur lawan, dan menghadirkan ancaman dari lini kedua.

Advertisement
Scroll To Continue with Content
Follow indonesiakita.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed