Timnas Indonesia Diminta Tak Jemawa Menjelang FIFA ASEAN Cup 2026
Potensi kehadiran 14 pemain diaspora dari klub-klub Eropa tidak menjadi jaminan bagi Timnas Indonesia untuk melangkah mudah di ajang FIFA ASEAN Cup 2026. Mantan gelandang Arema era Galatama, Effendi Azis, mengingatkan Skuad Garuda agar tidak bersikap jemawa jelang turnamen tersebut. Indonesia tergabung di Grup B bersama Malaysia, Singapura, dan India.
Berdasarkan rilis peringkat FIFA terbaru, Skuad Garuda menempati posisi tertinggi di urutan ke-118, mengungguli Malaysia di peringkat 136, India di posisi 138, dan Singapura di urutan 148. Peringkat FIFA yang lebih tinggi dinilai tidak otomatis menjamin kemenangan bagi tim asuhan John Herdman. Pengalaman pahit di Piala AFF 2026 menjadi pelajaran berharga setelah langkah Rizky Ridho dan kawan-kawan terhenti di fase grup akibat terlalu percaya diri.
"Semoga Timnas Indonesia tak jemawa dulu sebelum terjun di FIFA ASEAN Cup nanti. Ajang ini lebih bergengsi dari Piala AFF 2026 lalu. Karena tiap pertandingan mempertaruhkan poin pada rangking FIFA," kata Effendi Azis, Rabu (12/8/2026), dikutip dari Bola.
Sikap meremehkan lawan dinilai berpotensi membuat tim hilang fokus. Evaluasi dari kegagalan terdahulu harus menjadi perhatian utama jika tim nasional ingin mengukir prestasi di tingkat internasional. "Sikap jemawa cenderung akan meremehkan lawan dan membuat lengah diri sendiri. Mental ini harus dibuang jauh-jauh, jika Timnas Indonesia ingin berprestasi di level Internasional," ucapnya.
Selain masalah mental bertanding, kesiapan fisik pemain yang merumput di liga luar negeri juga menjadi perhatian serius. Sebagian besar kompetisi di Eropa baru menyelesaikan laga pekan tersebut pada 20 September. Kondisi ini membuat Jay Idzes dan para pemain diaspora baru bisa bertolak ke Indonesia pada 21 September. Jadwal tersebut membuat mereka hanya memiliki waktu pemulihan singkat sebelum laga perdana turnamen digelar pada 24 September di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.
"Faktor jetlag ini juga harus dihitung John Herdman. Pelatih fisik Timnas Indonesia harus punya program tepat untuk menjaga kebugaran para pemain agar mampu tampil stabil di FIFA ASEAN Cup nanti," jelasnya.
Antisipasi Perubahan Cuaca
Faktor cuaca juga diprediksi menjadi tantangan tersendiri selama penyelenggaraan turnamen pada 24 September hingga 6 Oktober. Memasuki bulan September, sebagian wilayah Indonesia diperkirakan mulai memasuki musim hujan.
Kondisi lapangan yang basah dapat menguras stamina para pemain selama bertanding. Jajaran pelatih diminta mengantisipasi segala kemungkinan agar faktor teknis maupun non-teknis tidak mengganggu performa tim di lapangan.
"Semua aspek harus diperhitungkan. Kalau nanti gagal di FIFA ASEAN Cup, jangan hujan yang disalahkan. Karena bermain di lapangan basah akan banyak menguras tenaga pemain," tuturnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow