Thailand Gagal Juara Piala AFF 2026 Usai Ditahan Imbang Vietnam
Tim nasional Thailand harus merelakan gelar juara Piala AFF 2026 jatuh ke tangan Vietnam setelah hanya mampu bermain imbang 2-2 pada pertandingan leg kedua final di Stadion My Dinh, Hanoi, Rabu (26/8/2026) malam, seperti dilansir dari Bola.
Hasil imbang tersebut membuat Thailand kalah agregat 2-4 dari Vietnam, yang sebelumnya memetik kemenangan 2-0 pada leg pertama di markas Thailand pekan lalu. Catatan ini memaksa skuad Gajah Warsik menempati posisi runner-up untuk kedua kalinya secara beruntun.
Thailand sebenarnya membuka keunggulan lebih dulu lewat gol Yotsakorn Burapha pada menit ke-12 dan berpeluang memperlebar jarak di awal babak kedua, tetapi eksekusi penalti Kakana Khamyok gagal membuahkan gol. Vietnam kemudian menyamakan kedudukan akibat gol bunuh diri kiper Thailand, Chatchai Bootprom. Meski Wanchai Jarunongkran sempat menghidupkan harapan lewat golnya pada menit ke-85, ia justru mencetak gol bunuh diri di masa injury time yang memastikan skor akhir menjadi 2-2.
Pelatih Timnas Thailand, Anthony Hudson, menyampaikan rasa kecewanya atas hasil tersebut meski ia mengapresiasi kerja keras anak asuhnya di tengah minimnya masa persiapan.
"Ini adalah turnamen yang berat. Saya tidak bisa tidur nyenyak selama enam minggu. Saya merasa para pemain saya layak mendapatkan hasil lebih baik dari ini.
Setelah dua pertandingan, saya tetap yakin tim saya bermain lebih baik. Pada babak pertama, Thailand berhasil menguasai kembali jalannya pertandingan," tutur Anthony Hudson.
Hudson menilai performa skuadnya tetap memuaskan mengingat keraguan yang sempat muncul dari publik di awal kompetisi.
"Pada awal turnamen, banyak penggemar dan media yang mengatakan kami tidak akan berhasil. Namun, saya bangga kami mampu melakukannya; meskipun sempat gagal penalti, kami tetap berhasil mencetak gol setelahnya. Hal yang membuat saya bahagia adalah semua memainkan sepak bola yang indah," kata Anthony Hudson.
Ia juga menyoroti perbedaan masa persiapan antara kedua tim yang dinilainya sangat mempengaruhi kesiapan fisik dan taktis di lapangan.
"Sementara Vietnam memiliki waktu persiapan 3-4 minggu dan menjalani 3 pertandingan uji coba, kami hanya memiliki 1 minggu. Saya bangga dengan para pemain muda saya. Mereka telah membuktikan bahwa mereka mampu tampil dengan baik, dan ini menjadi sumber harapan bagi tim nasional Thailand," jelas Anthony Hudson.
Selain masalah durasi persiapan, momen kegagalan penalti di babak kedua diakui menjadi salah satu poin krusial yang mengubah dinamika pertandingan.
"Selamat untuk Vietnam. Mereka adalah lawan yang tangguh dan bermain dengan impresif. Setelah dua pertandingan, menurut saya Thailand layak mendapatkan hasil lebih.
Tim saya mengendalikan permainan dengan lebih baik, namun kegagalan mengeksekusi penalti berujung pada penyesalan lainnya. Meski demikian, bagi para pemain muda, ini adalah pengalaman yang berharga," beber Anthony Hudson.
Juru taktik asal Inggris itu menutup keterangannya dengan memberikan penghormatan atas keberhasilan tim lawan yang tampil efektif sepanjang partai puncak.
"Menurut saya, Vietnam layak menang. Mereka adalah tim yang kuat. Dalam kedua pertandingan, mereka tampil apik dan meraih kemenangan di momen-momen krusial. Saya menghormati kemenangan Vietnam, namun kami bermain dengan tangguh dan saya bangga akan hal itu," tandas Anthony Hudson.
Kemenangan ini menambah koleksi trofi Juara Piala AFF milik Vietnam menjadi empat gelar, sedangkan Thailand masih memegang rekor pemenang terbanyak turnamen ini dengan koleksi tujuh gelar juara.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow