Hp Rp10 Juta Turun Jadi Rp1 Jutaan, Cek Review Jujur Xiaomi Mi 10 di Tahun 2026
- Sensasi Premium Rangka Aluminium dan Kaca yang Menolak Tua
- Uji Performa Snapdragon 865 Menghadapi Aplikasi Modern
- Suhu Panas dan Frame Drop yang Mulai Mengintai
- Audio Stereo Juara yang Sulit Ditandingi Ponsel Baru
- Daya Tahan Baterai 4780 mAh dan Kecepatan Pengisian Daya
- Kamera 108 Megapiksel yang Masih Sangat Tajam
- Kekecewaan pada Lensa Pendukung dan Absennya Sensor Telefoto
- Nasib Pembaruan Perangkat Lunak dan Batasan Konektivitas
- Realitas Harga Bekas Rp1 Jutaan yang Sangat Menggiurkan
- Rekomendasi Akhir untuk Calon Pembeli Xiaomi Mi 10
Membeli ponsel pintar kelas atas yang sudah berumur beberapa tahun sering kali memunculkan spekulasi besar tentang performa aslinya di masa sekarang. Saya sengaja menggunakan kembali Xiaomi Mi 10 untuk membuktikan apakah perangkat yang dahulu berharga fantastis ini masih layak diandalkan.
Ketika pertama kali diluncurkan pada 13 Februari 2020, ponsel pintar kelas atas pertama dari perusahaan teknologi asal Cina ini memicu perdebatan sengit karena harganya. Berdasarkan laporan dari GadgetIn melalui saluran YouTube mereka, saat itu banyak orang terkejut karena Xiaomi berani merilis ponsel dengan harga menyentuh angka Rp9.999.000 atau hampir Rp10 juta.
Lompatan harga tersebut memang terasa drastis bagi merek yang sebelumnya sangat melekat dengan citra perusak harga pasar kelas menengah. Namun, setelah saya menggenggam dan mengujinya kembali di tahun 2026 ini, ada banyak realitas menarik yang wajib Anda ketahui sebelum memutuskan berburu unit bekasnya.
Sensasi Premium Rangka Aluminium dan Kaca yang Menolak Tua
Saat pertama kali mengeluarkan ponsel ini dari laci penyimpanan, kesan mewah langsung terpancar dari material fisiknya. Xiaomi Mi 10 dibangun dengan standar premium yang sangat kokoh menggunakan kombinasi rangka aluminium dan kaca pelindung Gorilla Glass 5.
Sentuhan kaca melengkung di bagian depan dan belakang memberikan grip yang sangat nyaman, meskipun terasa agak licin jika tangan Anda mudah berkeringat. Bobotnya yang mantap memberikan impresi bahwa ini adalah barang mahal, bukan ponsel murah dengan bodi plastik ringkih.
Desain bodi melengkung ini juga sukses menyamarkan ketebalan ponsel, sehingga tetap terlihat seksi saat diletakkan di atas meja. Saya merasa kualitas pengerjaan bodi luar perangkat ini bahkan jauh lebih rapi dibandingkan ponsel kelas menengah keluaran terbaru.
Keputusan estetika ini membuat penampilannya tidak terlihat ketinggalan zaman sama sekali di tengah gempuran desain flat yang membosankan saat ini. Namun, lengkungan layar ini menyimpan potensi masalah tersendiri yang sering mengganggu kenyamanan pemakaian harian saya.
Layar Xiaomi Mi 10 menggunakan panel Super AMOLED berukuran 6,67 inci dengan resolusi FHD+ yang mampu menghasilkan warna sangat pekat. Dukungan teknologi HDR10+ membuat pengalaman menonton film premium di platform streaming terasa sangat hidup dan dramatis.
Meskipun refresh rate layarnya tertahan di angka 90 Hz, transisi animasi dan gulir menu tetap terasa sangat mulus di mata saya. Memang sekarang sudah banyak ponsel murah dengan layar 120 Hz, tetapi kualitas reproduksi warna panel AMOLED ponsel ini jauh lebih superior.
Tingkat kecerahan layarnya juga masih sangat mumpuni untuk penggunaan di bawah terik matahari langsung tanpa membuat mata saya berkedut. Kerapatan piksel yang tinggi memastikan teks berukuran kecil tetap terbaca dengan tajam tanpa ada efek pecah-pecah.
Kelemahan utama yang saya rasakan dari layar melengkung ini adalah seringnya terjadi salah sentuh atau accidental touch pada area pinggir. Ketika saya mengetik dengan cepat, bagian telapak tangan sering memicu tombol yang tidak diinginkan, yang terkadang cukup menguji kesabaran.
Uji Performa Snapdragon 865 Menghadapi Aplikasi Modern
Dapur pacu Xiaomi Mi 10 ditenagai oleh prosesor Qualcomm Snapdragon 865 yang dipadukan dengan prosesor grafis Adreno 650. Untuk mendukung kinerja multi-tugas yang intensif, varian yang saya gunakan ini dilengkapi dengan memori RAM LPDDR5 sebesar 8 GB.
Berdasarkan data teknis dari GSM Arena, ponsel ini juga dipasarkan dalam pilihan RAM hingga 12 GB serta penyimpanan internal tipe UFS 3.0. Kapasitas penyimpanan internalnya sendiri tersedia dalam opsi 128 GB, 256 GB, atau 512 GB tanpa slot memori eksternal.
Saat saya gunakan untuk membuka puluhan aplikasi sosial media secara bergantian, performanya masih terasa sangat responsif tanpa kendala berarti. Manajemen RAM LPDDR5 miliknya bekerja dengan sangat efisien dalam menjaga aplikasi tetap terbuka di latar belakang tanpa perlu memuat ulang.
Bagaimana jika digunakan untuk kebutuhan berat seperti bermain game modern dengan tuntutan grafis tinggi? Mari kita bedah lebih dalam mengenai batasan termal dan performa nyata yang dihasilkan oleh arsitektur chipset ini.
Suhu Panas dan Frame Drop yang Mulai Mengintai
Melansir pengujian dari kanal YouTube Hp In, performa gaming Xiaomi Mi 10 di masa sekarang mulai menunjukkan keterbatasan arsitektur termalnya. Saat saya pakai bermain game berat dengan pengaturan grafis kanan-kanan, ponsel ini langsung mengeluarkan hawa panas setelah 15 menit.
Peningkatan suhu bodi belakang yang cukup ekstrem ini langsung memicu terjadinya penurunan performa atau thermal throttling demi melindungi komponen internal. Akibatnya, terjadi lonjakan penurunan bingkai gambar atau frame drop yang cukup mengganggu kenyamanan bermain game aksi.
Baterai ponsel juga terkuras jauh lebih cepat ketika suhunya meningkat, menunjukkan bahwa konsumsi daya chipset lawas ini kurang efisien. Pengalaman ini membuktikan bahwa meskipun skor benchmark di atas kertas masih tinggi, manajemen suhu jangka panjangnya kalah dari chipset modern.
Bagi Anda yang berencana membeli ponsel ini murni untuk kompetisi game intensif, penambahan kipas pendingin eksternal adalah kewajiban mutlak. Tanpa bantuan pendingin tambahan, Anda harus puas bermain dengan pengaturan grafis menengah ke bawah demi stabilitas performa.
Audio Stereo Juara yang Sulit Ditandingi Ponsel Baru
Satu sektor yang membuat saya benar-benar jatuh cinta dengan Xiaomi Mi 10 adalah kualitas sistem audio stereo ganda miliknya. Berbeda dengan ponsel lain yang memanfaatkan speaker earpiece seadanya, ponsel ini memiliki dua speaker independen berukuran simetris di atas dan bawah.
Kanal YouTube Akmal Riadi bahkan sempat melakukan pembedahan komponen dan memuji habis-habisan arsitektur speaker fisik yang tertanam di dalam bodinya. Suara yang dihasilkan sangat lantang, memiliki separasi instrumen yang jelas, serta detail bass yang terasa empuk di telinga.
Menonton video atau mendengarkan musik tanpa earphone memberikan pengalaman audio spasial yang sangat megah dan imersif untuk ukuran perangkat genggam. Karakter suaranya sangat seimbang, tidak cempreng meskipun saya menaikkan volume hingga tingkat maksimal saat mendengarkan lagu rock.
Sangat disayangkan, kualitas speaker legendaris seperti ini justru mulai punah dan jarang ditemukan pada ponsel flagship keluaran beberapa tahun terakhir. Keunggulan audio ini menjadi nilai tambah yang sangat besar bagi para penikmat multimedia harian seperti saya.
Daya Tahan Baterai 4780 mAh dan Kecepatan Pengisian Daya
Urusan pasokan daya, Xiaomi Mi 10 dibekali baterai berkapasitas 4780 mAh, sedikit lebih besar dari model Pro yang hanya 4500 mAh. Untuk penggunaan kasual tanpa game berat, kapasitas ini masih sanggup menemani aktivitas saya dari pagi hingga sore hari.
Sistem pengisian dayanya menggunakan port USB-C yang mendukung kecepatan pengisian hingga 30 Watt menggunakan adaptor bawaan yang sesuai. Menariknya, ponsel ini juga sudah mendukung pengisian daya nirkabel hingga 30 Watt serta fitur pengisian terbalik sebesar 10 Watt.
Meskipun angka 30 Watt terdengar lambat jika dibandingkan dengan teknologi pengisian daya ratusan Watt sekarang, durasi pengisiannya masih masuk akal. Saya membutuhkan waktu sekitar satu jam lebih sedikit untuk mengisi daya dari kondisi kosong hingga menyentuh angka penuh.
Informasi detail mengenai perbandingan arsitektur daya antara varian standar dan varian pro dari keluarga ini dapat Anda lihat pada visualisasi berikut.
| Spesifikasi Utama | Xiaomi Mi 10 Standar | Xiaomi Mi 10 Pro |
|---|---|---|
| Kapasitas Baterai | 4780 mAh | 4500 mAh |
| Pengisian Kabel | 30 W | 50 W |
| Pengisian Nirkabel | 30 W | 30 W |
| Pengisian Terbalik | 10 W | 10 W |
| Jenis Konektor | USB-C | USB-C |
Melihat tabel di atas, varian standar sebenarnya diuntungkan dengan kapasitas baterai yang lebih masif untuk daya tahan harian. Selesai membahas urusan manajemen daya, mari kita beralih ke sektor yang paling sering menjadi pertimbangan utama, yaitu kemampuan kamera utamanya.
Kamera 108 Megapiksel yang Masih Sangat Tajam
Xiaomi Mi 10 mengandalkan sensor kamera utama berspesifikasi tinggi dengan resolusi mencapai 108 Megapiksel yang dilengkapi fitur stabilisasi optik. Dalam kondisi pencahayaan yang ideal, foto yang dihasilkan memiliki tingkat ketajaman luar biasa dengan rentang dinamis yang sangat luas.
Saya bisa melakukan pemotongan gambar atau cropping cukup dalam tanpa perlu khawatir hasil foto akan langsung hancur atau buram. Karakter warnanya cenderung natural, tidak terlalu matang atau berlebihan seperti hasil pemrosesan kecerdasan buatan pada ponsel-ponsel masa kini.
Kemampuan perekaman videonya juga patut diacungi jempol karena sudah mendukung resolusi tinggi dengan kestabilan gambar yang sangat tenang berkat OIS. Saya merasa kamera utama ponsel ini masih sangat bisa diandalkan untuk kebutuhan pembuatan konten kreatif di media sosial.
Situs DxOMark bahkan memberikan penilaian tinggi pada sistem kamera seri ini berkat keseimbangan eksposur dan akurasi fokus otomatisnya yang cepat. Sayangnya, keindahan sensor utama ini tidak diikuti oleh lensa pendukungnya yang terasa seperti sekadar pelengkap kosmetik.
Kekecewaan pada Lensa Pendukung dan Absennya Sensor Telefoto
Kritik keras harus saya layangkan pada konfigurasi kamera sekunder Xiaomi Mi 10 standar yang terasa sangat jomplang dari kamera utamanya. Ponsel ini hanya dilengkapi lensa sudut lebar 13 Megapiksel, lensa makro 2 Megapiksel, dan sensor kedalaman 2 Megapiksel.
Kehadiran dua lensa beresolusi 2 Megapiksel ini terasa seperti gimik murahan untuk mengejar kuantitas kamera di bagian bodi belakang.
Hasil foto dari lensa makro sangat buruk dengan detail yang cat kusam, sementara sensor kedalaman tidak terlalu memberikan kontribusi nyata. Saya sangat merindukan kehadiran lensa telefoto khusus untuk kebutuhan ambil gambar jarak jauh tanpa kehilangan kualitas piksel asli.
Jika ingin melakukan perbesaran gambar, saya terpaksa mengandalkan perbesaran digital dari sensor utama 108 Megapiksel miliknya. Meskipun hasilnya masih lumayan tajam, fleksibilitas komposisi fotografi saya menjadi sangat terbatas jika dibandingkan dengan versi Pro.
Kekurangan ini tentu menjadi catatan krusial yang wajib Anda timbang matang-matang jika hobi mengeksplorasi berbagai sudut pengambilan gambar estetis. Pertanyaannya kemudian, bagaimana dengan dukungan ekosistem perangkat lunak ponsel ini di masa sekarang?
Nasib Pembaruan Perangkat Lunak dan Batasan Konektivitas
Berada di tahun 2026 berarti masa keemasan dukungan pembaruan sistem operasi resmi untuk Xiaomi Mi 10 telah resmi berakhir. Ponsel ini tertahan pada versi sistem operasi yang sudah cukup berumur, tanpa ada harapan mendapatkan pembaruan antarmuka generasi terbaru.
Meskipun semua aplikasi perbankan dan media sosial saat ini masih bisa berjalan normal, celah keamanan tentu menjadi risiko yang membayangi. Anda harus ekstra hati-hati saat mengunduh file atau memasang aplikasi dari luar toko resmi demi menjaga keamanan data pribadi.
Dari sektor jaringan, dukungan modem 5G bawaannya masih berfungsi dengan baik untuk menangkap sinyal berkecepatan tinggi di area perkotaan. Kehadiran fitur NFC juga sangat membantu aktivitas harian saya untuk melakukan pengecekan dan pengisian saldo kartu elektronik secara instan.
Kombinasi fitur konektivitas yang lengkap ini setidaknya meminimalisasi rasa tertinggal ketika bersanding dengan ponsel pintar kelas menengah keluaran tahun ini. Hal ini memicu dilema besar terkait kelayakan investasinya saat melihat harga pasaran unit bekasnya yang merosot tajam.
Realitas Harga Bekas Rp1 Jutaan yang Sangat Menggiurkan
Berdasarkan pantauan saya di berbagai platform perdagangan daring seperti Amazon Singapore, harga perangkat ini sudah mengalami penyusutan nilai yang sangat masif. Mengutip laporan berkala dari BangJoe Review, kini Anda bisa meminang unit bekas resmi dengan dana kisaran Rp1,2 Juta hingga Rp1,8 Juta saja.
Penurunan nilai dari ponsel seharga Rp10 juta menjadi Rp1 jutaan tentu menjadi anomali pasar yang sangat menggiurkan bagi para pemburu gadget murah. Dengan dana yang sangat terbatas, Anda sudah bisa mencicipi kemewahan material bodi premium dan performa mantan flagship.
Namun, membeli ponsel bekas berumur enam tahun membutuhkan ketelitian tingkat tinggi karena komponen baterai pasti sudah mengalami degradasi kapasitas yang cukup parah. Biaya tambahan untuk penggantian baterai original di pusat servis resmi harus masuk dalam kalkulasi anggaran belanja Anda.
Layar AMOLED yang sudah berumur juga menyimpan risiko penyakit bawaan seperti burn-in atau munculnya bayangan statis yang permanen. Pastikan Anda memeriksa kondisi fisik layar dan fungsionalitas seluruh sensor secara langsung sebelum menyerahkan uang kepada penjual.
Rekomendasi Akhir untuk Calon Pembeli Xiaomi Mi 10
Xiaomi Mi 10 bekas di tahun 2026 ini adalah perangkat yang sangat segmented dan hanya cocok untuk kelompok pengguna tertentu saja. Ponsel ini sangat ideal bagi Anda yang mencari perangkat kedua dengan build quality mewah, kualitas audio superior, serta performa harian yang masih responsif.
Bagi pelajar yang membutuhkan ponsel murah berlayar bagus untuk konsumsi multimedia atau pengerjaan tugas harian, perangkat ini menawarkan nilai yang tinggi. Kemampuan kamera utama 108 Megapiksel miliknya juga masih sanggup bersaing ketat dengan kamera ponsel baru di kelas harga Rp3 jutaan.
Sebaliknya, abaikan ponsel ini jika Anda adalah pemain game kompetitif yang membutuhkan stabilitas performa tinggi tanpa gangguan kendala panas bodi. Ketiadaan pembaruan keamanan sistem operasi jangka panjang juga membuatnya kurang cocok dijadikan sebagai ponsel utama untuk keperluan bisnis penting.
Menimbang seluruh kelebihan dan kelemahannya, Xiaomi Mi 10 tetap berdiri sebagai bukti nyata bahwa sisa-sisa kejayaan ponsel flagship masa lalu masih sanggup merepotkan jajaran ponsel kelas menengah ke bawah zaman sekarang.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow