PSIS Semarang Tempa Mental Pemain Lewat Uji Coba Padat
Pelatih PSIS Semarang, Widodo Cahyono Putro, fokus menggembleng mentalitas dan konsistensi skuadnya pada masa pramusim demi bersiap menghadapi Pegadaian Championship 2026/2027, sebagaimana dilansir dari Bola.
Persiapan tersebut ditandai dengan laga latih tanding terkini Mahesa Jenar yang ditahan imbang 0-0 oleh Gresik United di Stadion Joko Samudro, Gresik, Senin (24/8/2026).
Pertandingan uji coba melawan tim kasta ketiga itu digelar hanya berselang satu hari setelah PSIS menghadapi Deltras FC pada Sabtu (22/8/2026). Jeda istirahat yang singkat ini sengaja dirancang untuk mensimulasikan situasi kompetisi dengan jadwal padat.
Widodo menegaskan bahwa hasil akhir bukan menjadi sasaran utama dalam laga tersebut, melainkan pengujian ketahanan mental para pemain saat menghadapi kondisi fisik yang lelah.
"Uji coba ini sangat bagus ya menurut saya. Karena ini menguji mental para pemain. Ya, setelah satu dua hari match ya, yaitu jeda satu hari bagaimana mental mereka masih terjaga apa enggak begitu," kata Widodo.
Meskipun gagal meraih kemenangan, sang pelatih tetap mengapresiasi jajarannya yang disiplin menerapkan strategi. Laga tersebut juga dimanfaatkan untuk memberikan menit bermain kepada pilar yang kurang mendapat kesempatan tampil.
"Ternyata tadi memang meskipun kami tidak bisa menghasilkan kemenangan, tapi pemain-pemain tetap konsisten ya dalam bermain. Terutama, menurut saya, memberikan kesempatan pemain-pemain yang kemarin memang menit bermainnya kurang, sangat kurang," ujar Widodo.
Hingga saat ini, Deri Corfe dan rekan-rekannya telah melakoni lima pertandingan uji coba menuju musim baru tanpa menelan kekalahan, dengan rekor dua kali menang dan tiga kali imbang.
Juru taktik berusia 55 tahun itu menggarisbawahi pentingnya memiliki mentalitas baja, terutama saat melakoni pertandingan tandang yang dipenuhi berbagai tekanan dan kondisi lingkungan tidak ideal.
"Tetapi, apa pun itu, saat kami menghadapi kompetisi nanti, suasana dan kondisi itu tidak dalam kondisi yang bagus, sudah pasti ya. Terutama apalagi kalau away. Kondisinya panas atau kondisinya ini yang harus kita memang harus kita latih di situ untuk mentalitas kita," katanya.
Selain masalah mentalitas, mantan penyerang Timnas Indonesia tersebut juga menyoroti efektivitas penyelesaian akhir agar peluang yang tercipta bisa dikonversi menjadi gol secara optimal.
"Tapi, saya berharap kepada pemain, soal mindset untuk bermain di home atau away saya kira harus sama. Tetapi, tadi banyak peluang-peluang juga harus dikonversikan menjadi gol. Saya kira itu," kata Widodo.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow