PSIS Semarang Gelar Pemusatan Latihan di Yogyakarta Genjot Fisik dan Taktik
Persiapan menghadapi kompetisi Championship 2026/2027 terus dimaksimalkan oleh PSIS Semarang melalui program pemusatan latihan (TC) di Yogyakarta. Dilansir dari Bola, tim berjuluk Mahesa Jenar tersebut berfokus pada peningkatkan kebugaran fisik serta pemahaman taktik bertanding.
Pelatih PSIS Semarang, Widodo Cahyono Putro, menegaskan bahwa peningkatan kondisi fisik pemain menjadi prioritas utama selama menjalani program latihan di Yogyakarta.
"Sebelumnya, kami sudah memiliki target untuk TC kali ini, yaitu fokus meningkatkan fisik, ya. Tapi, bukan berarti semena-mena hanya fisik terus, enggak," ujar Widodo Cahyono Putro.
Selain fisik, jajaran pelatih PSIS juga mematangkan skema permainan dan mental bertanding skuadnya saat menghadapi situasi sulit di lapangan.
"Kami juga ingin ada di proses taktiknya. Pemahaman taktik. Kedua, mentality pemain. Bagaimana keadaan capek mereka, mereka masih bisa menjalankan instruksi pelatih dan menjalankan taktik kami," lanjutnya.
Perkembangan positif aspek mental dan fisik anak asuhnya mulai terlihat dari hasil pertandingan uji coba menghadapi Persebaya Surabaya. Walau telah menunjukkan progres yang signifikan, pelatih berusia 55 tahun tersebut menghendaki adanya peningkatan performa yang lebih konsisten.
"Dari segi mentalitas, itu yang juga ingin kami harus benahi. Kemarin juga pemain sudah menunjukkan itu, bagaimana mentalitas bertanding para pemain cukup signifikan, tapi ini perlu ditingkatkan lagi," kata Widodo.
Kondisi kebugaran para pemain dinilai masih membutuhkan pembenahan lanjutan agar siap mengarungi persaingan kompetisi yang berjalan panjang.
“Dan yang terakhir, yaitu fisik. Memang kemarin cukup positif, melihat fisiknya ada beberapa yang dirotasi. Cuma itu kan masih belum cukup untuk melewati kompetisi yang panjang ini," imbuh pelatih berusia 55 tahun itu.
Respons Positif dan Harapan Tim Pelatih
Daya juang skuad Mahesa Jenar mendapat apresiasi khusus dari tim pelatih setelah mampu mengejar ketertinggalan dua gol saat menghadapi tim dari kasta tertinggi.
"Yang saya senang justru sebelum bermain, seminggu sebelumnya sudah saya bicara kepada pemain, saya memposisikan pemain ini sama. Dalam arti, siapa pun yang main pertama harus di-support."
Peran penting pemain pelapis yang masuk dari bangku cadangan terbukti mampu memberi dampak besar terhadap perubahan alur pertandingan di lapangan.
"Dan, tentunya pemain pengganti ini harus bisa membawa perubahan. Ternyata, kemarin pemain pengganti bisa mengubah keadaan, dari ketinggalan 2-0, ya, menjadi 2-2. Itu sangat positif buat kami," tambah Widodo.
Seluruh jajaran pemain, termasuk Syahrian Abimanyu, diminta memanfaat momentum pemusatan latihan ini dengan optimal demi mencapai target yang ditetapkan.
"Tentunya saya berharap kepada pemain untuk memahami ini TC ke sini dan mau menjalankan dengan sungguh-sungguh sehingga nanti apa yang kami programkan bisa tercapai dengan bagus,” kata eks striker Timnas Indonesia itu.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow