PSIM Yogyakarta Minta Suporter Penuhi Stadion demi Finansial Klub
Manajemen PSIM Yogyakarta mengimbau para suporter untuk memadati stadion dalam setiap laga kandang guna memperkuat kondisi finansial klub. Langkah tersebut dinilai menjadi kunci penting bagi tim dalam mengarungi persaingan kompetisi sepak bola nasional, seperti dilansir dari Bola.
Direktur Utama PSIM Yogyakarta, Liana Tasno, menjelaskan bahwa kehadiran penonton secara langsung di tribune memberikan dampak signifikan terhadap pemasukan klub. Selain suntikan semangat bagi para pemain di lapangan, dukungan finansial dari penjualan tiket sangat dibutuhkan untuk menjaga stabilitas kas tim.
Di samping masalah finansial, Liana juga menekankan pentingnya sikap profesional dan integritas manajemen dalam mengelola komposisi tim, termasuk saat harus melepas pemain yang tidak masuk dalam skema kebutuhan skuat.
"Ini biasa di sepak bola, ada pemain yang enggak cocok di PSIM. Tapi, PSIM harus memperlakukan mereka dengan integritas dan kebaikan," ujar Liana Tasno, Direktur Utama PSIM Yogyakarta.
Pihak manajemen berkomitmen untuk tetap menyelesaikan hak-hak para pemain secara profesional sesuai kesepakatan kerja yang telah ditandatangani.
"PSIM harus menghormati kontrak yang sudah ada, walau pemain itu belum memberi kontribusi. Bagaimanapun juga kami harus menghormati kontrak yang ada. Jadi, memungkinkan juga buat PSIM untuk memberi kompensasi," kata Liana Tasno, Direktur Utama PSIM Yogyakarta.
Kebutuhan akan dana cadangan menjadi prioritas utama manajemen untuk menghadapi jendela transfer di pertengahan musim. Pasalnya, penambahan amunisi baru memerlukan alokasi anggaran khusus.
"Kalau ditanya idealnya memang begitu. Di putaran kedua harus ada bujet cadangan sendiri. Intinya, tolong suporter penuhi stadion PSIM, karena itu kontribusi banget untuk di paruh musim supaya kami bisa beli pemain baru," ujar Liana Tasno, Direktur Utama PSIM Yogyakarta.
Liana turut mengajak seluruh elemen pendukung untuk saling percaya dan bekerja sama demi kemajuan klub kebanggaan masyarakat Yogyakarta tersebut.
"Tapi, jangan lagi nanti bilang, 'Demo aja manajemen PSIM kalau enggak penuhi janji,'. Padahal, kami semua di sini kerja keras sama-sama. Enggak ada mikirin pribadi masing-masing, ini benar-benar buat DIY. Jadi, jangan ada curiga lagi," ucap Liana Tasno, Direktur Utama PSIM Yogyakarta.
Perhitungan finansial yang presisi sangat krusial agar klub tidak mengalami krisis keuangan yang berpotensi merugikan hak-hak pemain di kemudian hari.
"Daripada nanti enggak bisa bayar gaji pemain di akhir musim, itu sangat tidak baik. Semua harus dihitung dengan presisi. Makanya, idealnya memang ada spare bujet di paruh kedua untuk penambahan pemain," kata Liana Tasno, Direktur Utama PSIM Yogyakarta.
Manajemen PSIM menegaskan komitmen panjangnya untuk membawa tim tampil konsisten di kasta tertinggi sepak bola Indonesia hingga menembus kompetisi tingkat Asia.
"Tolong stadion PSIM diramaikan karena menyeimbangkan kebutuhan klub di Liga 1 itu tidak mudah. Banyak banget tuntutan PSIM di Liga 1 dan kami mau di Liga 1 selamanya. Sampai mimpi, semua pasti maunya ke Asia," ujar Liana Tasno, Direktur Utama PSIM Yogyakarta.
Guna mencapai target jangka panjang tersebut, partisipasi aktif dari seluruh suporter di stadion menjadi langkah awal yang harus terus dirawat secara berkelanjutan.
"Kami ingin bisa bersaing membawa nama Yogyakarta. Masa orang Indonesia enggak punya mimpi ke sana. Mulailah dari hal kecil dulu. Jadi, tolong PSIM ini memang perlu diramaikan stadionnya," ucap Liana Tasno, Direktur Utama PSIM Yogyakarta.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow