Persija Jakarta Kontrak Shin Tae-yong Tiga Tahun Sebagai Pelatih
Manajemen Persija Jakarta melakukan langkah besar dengan menunjuk mantan arsitek Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, sebagai pelatih kepala baru untuk mengarungi kompetisi musim 2026/2027, dilansir dari Bola.
Juru taktik asal Korea Selatan tersebut diikat dengan kontrak berdurasi tiga tahun guna menggantikan posisi pelatih sebelumnya, Mauricio Souza. Manajemen Macan Kemayoran menargetkan raihan trofi juara BRI Super League 2026/2027 sebagai hadiah menyambut ulang tahun Kota Jakarta ke-500 pada 22 Juni 2027.
Keputusan manajemen mendatangkan Shin Tae-yong mendapat respons positif dari kalangan pendukung, salah satunya disuarakan oleh sesepuh Jakmania, Irlan Alarancia, dalam sebuah tayangan di kanal YouTube Bola Bung Binder.
"Salah satu yang saya suka dari Shin Tae-yong itu ya soal karakternya. Dia mampu nyiapin tim yang benar-benar bugar, disiplin, kebugaran dijaga, sama regenerasi pemain muda," kata Irlan Alarancia.
Irlan kemudian mengenang kembali atmosfer sepak bola nasional saat sang pelatih masih menangani Skuad Garuda pada periode tahun 2020 hingga 2025.
"Saya nonton timnas itu terakhir itu pas Piala AFF kita yang gagal lawan Thailand. Adu penalti di GBK kan itu ya. Yang euforia teman-teman itu besar banget.
Sayang kita gagal di pertandingan terakhir lawan Thailand. Itu saya terakhir kali nonton tuh saya nonton timnas," ujar Irlan Alarancia.
Situasi penuh sesak di sekitar area Senayan saat pertandingan final Piala AFF 2020 menjadi momen yang paling berkesan bagi dirinya.
"Nah, itu kan Jakarta merah total. Nonton Timnas Indonesia baru pertama kali eranya banyak yang datang ke stadion yang saya perhatikan, ya itu di eranya Shin tae-yong," kenang Irlan Alarancia.
Menurut pengamatan Irlan, antusiasme masyarakat pendukung sepak bola mencapai titik tertinggi selama masa kepemimpinan pelatih asal Korea Selatan tersebut di tim nasional.
"Pada eranya Shin Tae-yong euforia terhadap timnas makin tinggi. Bahkan tinggi banget. Sampai-sampai yang saya bilang tadi, pas final Piala AFF, sekitar Senayan, di FX, Senayan City, dan Plaza Indonesia sudah banyak orang yang mau nonton timnas," tukas Irlan Alarancia.
Kehadiran para pendukung baru dari kalangan generasi muda juga turut mengubah budaya menonton pertandingan tim nasional saat itu.
"Orang nongkrong di kafe-kafe hanya mau nonton bola. Kita lihat anak-anak muda yang yang culture-culture lah gitu ya pada jadi dadakan jadi penonton timnas," lanjutnya.
Irlan menegaskan kembali faktor utama yang membuat dirinya mengagumi kinerja mantan pelatih tim nasional Korea Selatan tersebut di Indonesia.
"Saya kembali suka lagi dengan Timnas Indonesia, ya pas era Shin Tae-yong. Seperti tadi saya bilang, STY ini karakternya mampu membangun disiplin pemain, kebugaran pemain sama regenerasi pemain muda," tutur Irlan Alarancia.
Kedatangan Shin Tae-yong dianggap sebagai sejarah baru bagi Persija karena manajemen berhasil mendaratkan sosok pelatih dengan rekam jejak yang dinilai sangat mewah dibandingkan nama-nama pelatih terdahulu.
"Dan di era Shin Tae-yong, kita juga melihat pemain muda seperti Marselino Ferdinan, Rizky Ridho juga dikenal. Kemudian, mungkin kalau kita mau melihat kenapa Persija kontrak dia. Wah ini, kalau yang saya selama jadi penonton atau pendukung Persija, baru kali ini pelatih yang dikontrak profilnya itu wah banget," lanjutnya.
Ia mengomparasikan profil rekam jejak sang pelatih baru dengan deretan mantan juru taktik Macan Kemayoran terdahulu seperti Stefano Cugurra, Rahmad Darmawan, Thomas Doll, Mauricio Souza, hingga Carlos Pena.
"Kalau dulu misalnya kayak Teco, dia bawa juara Bali United juara. Terus kita pernah kontrak juga Rahmad Darmawan yang bawa Persipura juara, terus dikontrak sama Persebaya. Persipura juara akhirnya dikontrak sama Persija.
Kemudian Thomas Doll, Mauricio Souza, kemudian Carlos Pena. Profilnya kita anggap biasa."
Dua pencapaian monumental menjadi bukti kuat reputasi sang pelatih, yakni membawa tim nasional senior melaju hingga putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, serta mengantar Timnas U-23 menembus semifinal Piala Asia U-23 2024.
"Nah, sekarang ini baru. Profilnya menurut saya wah. Ini wah banget gitu kan.
Kenapa? Pertama, di era Shin Tae-yong, Indonesia timnas seniornya bisa lolos ke putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia sebelum dia diganti. Kemudian Shin Tae-yong juga satu-satunya pelatih yang membawa Timnas Indonesia U-23 ke semifinal Piala Asia U-23 2024."
Keberhasilan menumbangkan Korea Selatan di babak perempat final turnamen kelompok umur tingkat Asia tersebut semakin menebalkan optimisme pendukung menjelang bergulirnya musim kompetisi yang baru.
"Di semifinal dia bahkan mengalahkan Korea Selatan. Berarti wah banget gitu kan. Jadi baru sekali ini Persija mengontrak pelatih yang portofolio profilnya wah banget. Lagi-lagi saya bicara sebagai suporter, saya yakin banget tahun depan Persija bisa juara di tahun yang penting, yakni 500 tahun Jakarta atau lima abad," tutup Irlan Alarancia.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow