Pemkab Gorontalo Ingatkan ASN Jaga Integritas dari Godaan Jabatan
Pemerintah Kabupaten Gorontalo menggelar kegiatan Navigasi Iman di Masjid Agung Baiturrahman pada Jumat, 5 Juni 2026, untuk mengingatkan aparatur sipil negara (ASN) agar menjaga integritas dari godaan harta, jabatan, dan kehidupan sosial, sebagaimana dilansir dari Ulanda.
Acara tersebut menyoroti masalah lemahnya integritas yang sering meruntuhkan kepercayaan publik terhadap birokrasi pemerintahan. Penguatan karakter birokrasi dinilai mendesak di tengah tingginya tuntutan pelayanan publik saat ini.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Gorontalo, Hariyanto Manan, menilai tema kegiatan ini sangat dekat dengan realitas kehidupan seluruh aparatur negara dalam mengemban tanggung jawab sehari-hari.
"Tema ini sangat relevan dengan kehidupan kita sehari-hari, terlebih dalam menjalankan amanah sebagai aparatur pemerintah. Harta menguji kejujuran seseorang, jabatan menguji rasa keadilan dan tanggung jawab, sementara kehidupan sosial menguji kemampuan kita menjaga diri agar tetap berada di jalan yang benar," kata Hariyanto Manan, Kepala BPKAD Kabupaten Gorontalo.
Penilaian mengenai pentingnya landasan moral ini juga diperkuat oleh pesan spiritual dalam tausiah keagamaan. Nilai keimanan seorang pegawai dinilai diuji secara nyata ketika dihadapkan pada kekuasaan dan materi.
"Banyak orang mampu beribadah dengan baik, tetapi ujian sebenarnya adalah ketika seseorang diberi kekuasaan, diberi harta, atau mendapatkan berbagai kenikmatan dunia. Di situulah integritas dan ketakwaan diuji," ujar Azis Ali, Ustaz.
Ia menerangkan bahwa kekayaan dan posisi di pemerintahan merupakan bentuk pertanggungjawaban yang besar. Pengendalian diri menjadi benteng utama agar ASN tidak menyalahgunakan kesempatan demi kepentingan sesaat.
"Jabatan itu bukan simbol kebanggaan. Jabatan adalah tanggung jawab. Semakin tinggi posisi seseorang, semakin besar pula pertanggungjawaban yang akan diminta," kata Azis Ali, Ustaz.
Bahaya terbesar muncul saat seseorang mulai merasa memiliki hak istimewa di atas aturan yang berlaku. Kondisi tersebut berpotensi mengikis moral aparatur negara secara perlahan.
"Iman itu tidak hanya dibuktikan saat seseorang berada dalam kekurangan. Justru ketika diberi kelebihan, diberi jabatan, diberi kemudahan, di situlah kualitas iman yang sebenarnya terlihat," ujar Azis Ali, Ustaz.
Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Gorontalo Sofyan Puhi, Wakil Bupati Tonny S. Junus, Sekretaris Daerah Sugondo Makmur, Ketua DPRD Zulfikar Usira, Ketua TP PKK Maryam Sofyan Puhi, Ketua Dharma Wanita Persatuan Selvianti Sugondo Makmur, serta pimpinan organisasi perangkat daerah.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow