Paris Jusuf Tinjau Proyek Pokir dan Serap Aspirasi Warga Dungaliyo

Smallest Font
Largest Font
Table of Contents
[ Show ]

Masa reses dimanfaatkan Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Paris Jusuf, untuk melihat langsung persoalan yang dihadapi masyarakat di daerah pemilihannya. Dikutip dari Ulanda, legislator tersebut turun ke Desa Dungaliyo, Kecamatan Bongomeme, Kabupaten Gorontalo. Kunjungan yang berlangsung pada Jumat, 3 Juli 2026, ini bertujuan memastikan program yang dibiayai melalui Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) benar-benar memberi dampak bagi masyarakat.

Paris mengawali kegiatannya dengan meninjau pembangunan gudang penyimpanan jagung yang dibiayai melalui Pokir Tahun Anggaran 2026. Infrastruktur tersebut dinilai menjadi salah satu kebutuhan penting bagi petani karena selama ini persoalan pascapanen masih menjadi tantangan. Terutama dalam menjaga kualitas hasil produksi sebelum dipasarkan.

Paris mengatakan pembangunan gudang bukan sekadar proyek fisik, melainkan bagian dari upaya memperkuat rantai produksi pertanian di tingkat desa. Fasilitas penyimpanan yang memadai akan membantu petani mengurangi risiko kerusakan hasil panen sekaligus memberi ruang untuk mengatur waktu penjualan agar tidak selalu bergantung pada harga pasar saat musim panen raya.

"Karena itu saya ingin memastikan pembangunan ini berjalan sesuai peruntukannya dan nantinya benar-benar dimanfaatkan oleh kelompok tani," ujar Paris saat meninjau lokasi pembangunan. Bagi Paris, reses tidak hanya menjadi agenda konstitusional anggota legislatif, tetapi juga kesempatan untuk menguji apakah program yang telah diperjuangkan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Ia menilai pembangunan harus memiliki manfaat nyata, bukan hanya selesai secara administrasi.

Setelah meninjau pembangunan gudang, dialog bersama warga berlangsung lebih terbuka. Sejumlah aspirasi bermunculan, termasuk permintaan dukungan terhadap aktivitas kepemudaan di Desa Dungaliyo berupa bantuan perlengkapan olahraga. Warga mengusulkan bantuan kostum sepak bola agar kegiatan pembinaan generasi muda dapat berjalan lebih baik. Sepak bola menjadi salah satu aktivitas yang paling diminati pemuda desa, namun keterbatasan perlengkapan membuat mereka kesulitan mengikuti berbagai kompetisi antardesa.

Paris menyambut baik usulan tersebut dan menilai perhatian terhadap pemuda tidak kalah penting dibanding pembangunan infrastruktur. Ruang aktivitas positif perlu diperkuat agar generasi muda memiliki wadah mengembangkan potensi sekaligus menjauhkan diri dari kegiatan negatif. Selain bidang olahraga, masyarakat juga meminta bantuan mesin pemangkas rumput untuk menunjang kegiatan gotong royong dan pemeliharaan fasilitas umum di lingkungan desa.

Aspirasi itu tetap memiliki peluang untuk diperjuangkan melalui jalur Pokir. "Usulan itu tentu kami catat. Sesuai mekanisme yang berlaku, bantuan tersebut dapat diupayakan melalui Pokir Tahun Anggaran 2028," katanya.

Legalitas Klub Sepak Bola

Permintaan lain yang turut mencuat dalam dialog adalah dukungan terhadap proses penerbitan akta pendirian klub sepak bola desa. Legalitas tersebut dinilai penting agar klub dapat mengikuti berbagai kompetisi resmi sekaligus memperoleh akses terhadap program pembinaan olahraga dari pemerintah.

Menanggapi hal itu, Paris menyatakan akan berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan agar proses administrasi dan legalitas klub dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. "Persoalan ini akan kami komunikasikan dengan pemerintah kecamatan sehingga proses penerbitan akta pendirian klub bisa dilakukan sesuai aturan. Dengan begitu, klub memiliki legalitas yang jelas untuk berkembang," ujarnya.

Bagi Paris, seluruh aspirasi yang muncul dalam masa reses memiliki nilai yang sama pentingnya karena lahir langsung dari kebutuhan masyarakat. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa setiap usulan tetap harus melalui mekanisme perencanaan dan disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah.

Ia menegaskan, hasil dialog bersama masyarakat tidak akan berhenti sebagai catatan di atas kertas. Seluruh aspirasi yang dihimpun akan dibawa ke DPRD Provinsi Gorontalo untuk diperjuangkan dalam pembahasan program dan penganggaran sesuai skala prioritas.

"Reses bukan sekadar kegiatan mendengar keluhan masyarakat. Tugas kami adalah memastikan setiap aspirasi yang layak mendapat perhatian bisa diperjuangkan melalui mekanisme yang ada. Tidak semuanya bisa langsung direalisasikan, tetapi seluruh masukan akan menjadi bagian dari agenda perjuangan kami di DPRD," kata Paris.

Advertisement
Scroll To Continue with Content
Follow indonesiakita.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed