Oliver Glasner Mundur dari Kursi Manajer Crystal Palace

Smallest Font
Largest Font
Table of Contents
[ Show ]

Pertandingan melawan Rayo Vallecano pada final Conference League 2025/2026 menjadi momen terakhir bagi Oliver Glasner sebagai Manajer Crystal Palace. Duel yang berlangsung pada Kamis (28/05/2026) dini hari WIB tersebut berakhir manis bagi sang pelatih. Seperti dikutip dari Bola, Oliver Glasner berhasil membawa Crystal Palace keluar sebagai juara.

Keberhasilan ini sekaligus menjadi trofi ketiga yang ia persembahkan untuk klub yang bermarkas di Selhurst Park tersebut dalam kurun waktu dua setengah tahun. Sebelum merengkuh trofi kompetisi Eropa ini, Oliver Glasner telah membawa Crystal Palace memenangkan ajang Piala FA setelah menumbangkan Manchester City. Juru taktik ini kemudian melanjutkan kesuksesannya dengan menundukkan Liverpool pada ajang Community Shield.

Rekam jejak kepelatihan sosok berusia 51 tahun ini memang terhitung luar biasa. Sebelum menorehkan tinta emas dengan tiga gelar untuk Crystal Palace, ia juga pernah membawa Eintracht Frankfurt memenangkan Liga Europa pada musim 2021/2022.

Beban mental serta fisik yang menguras energi menjadi alasan utama di balik keputusan mundurnya sang manajer. Jadwal kompetisi yang sangat padat memaksa Crystal Palace harus melakoni total 59 pertandingan di seluruh ajang yang diikuti musim ini. Kondisi tersebut diperberat dengan situasi personal sang pelatih. Anggota keluarga besarnya tetap menetap di Austria selama lebih dari dua tahun belakangan, sementara ia harus berjuang menghadapi ketatnya kompetisi Liga Inggris.

"I akan pulang dan beristirahat di teras saya dan menikmati waktu bersama keluarga," jelas Glasner mengenai kepergiannya dari Palace. "Dengan jadwal seperti ini, bagi saya sekarang juga saatnya memberi mereka waktu luang," tambah Glasner.

Keretakan Hubungan dengan Manajemen Klub

Faktor lain yang memicu kepergian mantan pelatih Frankfurt ini adalah renggangnya hubungan dengan jajaran direksi klub. Keharmonisan internal mulai terganggu sejak aktivitas pada bursa transfer musim dingin Januari 2026 lalu.

Ketua Crystal Palace, Steve Parish, mengambil kebijakan untuk melepas kapten tim, Marc Guehi, ke Manchester City. Keputusan manajemen ini sempat memicu kekecewaan yang diungkapkan secara terbuka oleh sang manajer karena merasa dibiarkan berjuang sendiri di masa-masa sulit.

Meski memiliki catatan prestasi mentereng yang berpotensi memikat klub-klub raksasa Eropa, juru taktik asal Austria ini menegaskan belum memiliki rencana untuk menangani tim baru dalam waktu dekat. Ia memilih untuk beristirahat secara total sebelum menentukan kelanjutan kariernya.

Advertisement
Scroll To Continue with Content
Follow indonesiakita.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed