Menpora Bentuk Tim Koordinasi Persiapan PON 2028 di Kemenpora
Menpora Erick Thohir menggelar rapat lintas sektor di Kemenpora pada Rabu (1/7/2026) untuk membahas persiapan PON 2028 yang dijadwalkan berlangsung November 2028. Rapat ini menghasilkan keputusan pembentukan tim koordinasi khusus guna memastikan kelancaran penyelenggaraan dan administrasi ajang nasional tersebut, dilansir dari Bola.
Rapat tersebut dihadiri oleh perwakilan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Kejaksaan Agung, dan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yang bertujuan mematangkan teknis dan tata kelola penyelenggaraan PON 2028.
Erick Thohir menegaskan pentingnya percepatan konsolidasi antar lembaga agar target sukses penyelenggaraan dan administrasi dapat tercapai.
"Alhamdulillah, PON 2028 semakin dekat. Rencananya akan digelar pada November 2028. Dengan waktu persiapan yang semakin singkat, kita semua, sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing, baik di bidang olahraga maupun pendampingan, harus mempercepat konsolidasi agar PON dapat terlaksana sesuai harapan, yakni sukses penyelenggaraan dan sukses administrasi," ujar Erick Thohir usai rapat.
Dalam pertemuan tersebut, disepakati pembentukan tim koordinasi yang akan menjadi pusat komunikasi dan pengendali progres antar lembaga. Tim ini diberi mandat untuk menyinkronkan kebijakan, memetakan kebutuhan, dan memperkuat akuntabilitas dalam persiapan PON 2028.
Erick juga menyoroti pentingnya sinkronisasi antarlembaga, termasuk pendampingan hukum dan pengawasan anggaran. "Hari ini saya bersama Ketua Umum KONI Pusat, Jaksa Agung Muda Intelijen, serta Deputi Bidang Pencegahan dan Pengawasan KPKP melakukan sinkronisasi. Berdasarkan usulan yang telah disampaikan daerah, kita harus memetakan kesiapan pendanaan di masing-masing daerah. Selanjutnya hasil tersebut akan kami laporkan kepada pemerintah pusat," tambahnya.
Setelah pemetaan, hasilnya akan dipresentasikan kepada pemerintah pusat dan Presiden untuk memastikan dukungan pendanaan dan kelancaran penyelenggaraan PON 2028.
PON 2028 akan dilaksanakan di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan Jakarta sebagai kota penyangga. Kebijakan pemerintah melarang pembangunan venue olahraga baru sehingga sebagian cabang olahraga akan menggunakan fasilitas yang sudah ada di Jakarta.
Jumlah cabang olahraga yang akan dipertandingkan sebanyak 67, dengan 21 cabang unggulan dari Desain Besar Olahraga Nasional (DBON). Penentuan pembagian cabang olahraga di masing-masing wilayah masih dalam proses finalisasi oleh Kemenpora dan KONI.
Ketua Umum KONI Marciano Norman menyampaikan apresiasi atas terbitnya Surat Keputusan (SK) penyelenggaraan PON 2028 yang menjadi landasan kerja bersama antara daerah dan pusat.
"Pertama-tama, selaku Ketua Umum KONI Pusat, saya menyampaikan apresiasi dan penghormatan yang tinggi kepada Menpora yang telah menerbitkan Surat Keputusan tentang penyelenggaraan PON XXII Tahun 2028 di Nusa Tenggara. Hal ini sangat penting karena meskipun pelaksanaannya masih sekitar dua tahun lima bulan lagi, SK tersebut sudah diterbitkan sehingga NTT, NTB, DKI Jakarta, dan KONI Pusat dapat segera bergerak memantapkan persiapan," ujar Marciano Norman.
KONI bersama panitia pelaksana daerah dan kementerian terkait akan memprioritaskan finalisasi cabang olahraga, standar venue, dan kalender uji coba sebagai bagian dari persiapan teknis menjelang PON 2028.
Hadirnya seluruh pimpinan KONI dalam rapat ini menunjukkan komitmen kuat lembaga untuk mengawal pelaksanaan hingga hari-H dengan sinergi lintas sektor demi dua target utama: sukses penyelenggaraan dan administrasi, sesuai penegasan Menpora Erick Thohir.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow