Maarten Paes Antar Ajax Amsterdam Raih Tiket Conference League

Smallest Font
Largest Font

Kiper Maarten Paes tampil sebagai pahlawan yang membawa Ajax Amsterdam meraih tiket Conference League setelah mengalahkan Utrecht melalui adu penalti pada pertandingan final playoff di Kras Stadion, Volendam, Minggu (24/5/2026) malam WIB. Seperti dilansir dari Bola, pertandingan babak normal kedua tim berakhir imbang dengan skor 1-1 melalui gol Davy Klaassen yang dibalas oleh Gjivai Zechiel, sebelum akhirnya Ajax menyudahi drama adu penalti dengan keunggulan 4-3. Penjaga gawang tim nasional Indonesia tersebut sukses membendung dua eksekusi penalti dari pemain Utrecht, yakni Sebastien Haller dan Souffian El Karouani, dari total empat penendang yang ia hadapi.

Atas performa impresifnya yang mencatatkan tiga kali penyelamatan di luar babak adu penalti, Paes mendapatkan ponten 7,5 dari laman penyedia statistik Fotmob.

Keberhasilan ini sekaligus meredam berbagai gelombang kritik yang mengarah kepada dirinya sejak didatangkan raksasa Belanda tersebut dari klub Major League Soccer (MLS), FC Dallas, pada bursa transfer musim dingin 2026. Paes tercatat selalu menjadi pilihan utama dalam 11 pertandingan pamungkas Ajax di kompetisi Eredivisie, ditambah dua laga playoff kualifikasi Eropa saat bersua Groningen dan Utrecht.

Pemain berusia 28 tahun itu kebobolan 11 kali di pentas liga domestik, namun ia berhasil membukukan lima kali pertandingan tanpa kebobolan dengan rata-rata rating mencapai 7,18 per laga. Kiper yang terikat kontrak bersama De Amsterdammers hingga tahun 2029 tersebut menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kapasitas diri demi mengamankan posisi utama di skuad musim depan.

"Jika Anda melihat beberapa pertandingan terakhir saya, Anda pasti dapat melihat kemajuan di semua area. Saya fokus pada diri sendiri dan mencoba untuk menjadi kiper yang lebih baik dan pribadi yang lebih baik," kata Maarten Paes. Ia juga mengakui proses adaptasinya berjalan cepat di tengah tekanan kompetisi yang tinggi, namun dirinya bertekad memanfaatkan masa jeda kompetisi untuk mematangkan performa.

"Saya tidak punya cukup waktu untuk menyesuaikan diri, tetapi saya mencoba untuk melakukannya selangkah demi selangkah selama pertandingan dan meningkatkan kualitas beberapa persen setiap minggunya. Setelah musim berakhir, saya akan mengerjakan detail-detail kecilnya," imbuh Maarten Paes.

Advertisement
Scroll To Continue with Content
Follow indonesiakita.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed